Tata Krama Sebagai Warga Masyarakat? Tempat Kehormatan dan Tempat yang Rendah

Ada berbagai macam peraturan dalam dunia bisnis Jepang, selain peraturan ada juga tata krama. Tata krama adalah etika yang menunjukkan tatanan di dalam masyarakat dan bagaimana cara kita menghargai orang lain di tempat tertentu. Jika Anda memahami tentang “kamiza (tempat kehormatan)” dan “shimoza (tempat yang rendah)” maka Anda akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang-orang yang ada di tempat kerja atau relasi Anda.

Atasan, bawahan, posisi berdiri dan posisi duduk. Hubungan seperti apakah yang dimiliki oleh hal-hal tersebut?

Kamiza (Tempat Kehormatan) dan Shimoza (Tempat yang Rendah)

Kamiza adalah Tempat Atasan Berada

Kamiza adalah tempat di mana atasan duduk atau berada. Sebaliknya, shimoza adalah sebutan untuk tempat duduk bawahan. Gagasan kamiza dan shimoza dalam bisnis berhubungan dengan posisi duduk di ruang rapat dan ruang tamu, posisi berdiri di dalam lift serta diterapkan ketika duduk di dalam taksi dan di tempat lainnya.

Lalu, bagaimanakah penetapan “Atasan” dalam dunia bisnis? Pada dasarnya, ada 3 kriteria, yaitu dilihat dari jabatan, periode kerja dan umur. “Atasan”, pertama-tama dilihat dari jabatan, kemudian jika jabatannya sama dilihat dari lamanya periode bekerja, jika jabatan dan periode kerjanya sama maka dilihat dari umur.

Sebagai tambahan, ketika menjamu tamu dari luar, terlepas dari jabatan dan umur, tamu diposisikan sebagai kamiza.

Pentingnya Kamiza dan Shimoza

Mengapa kamiza dan shimoza menjadi hal penting? Hal ini dikarenakan sejak zaman dulu orang Jepang menghargai hubungan antara “status” dan “posisi” seseorang. Orang Jepang menunjukkan rasa hormat terhadap seseorang bukan hanya melalui perkataan, ekspresi, gerak tubuh dan sebagainya, tetapi juga dengan memposisikan tempat duduk orang lain.

Namun, karena ini mengenai keberadaan pihak lain, alasan sebenarnya bukan hanya itu saja. Jika Anda ditempatkan di posisi yang baik, jangan menolaknya dengan keras kepala, sebaiknya duduk saja dan ucapkanlah terima kasih. Memiliki kesadaran akan kamiza dan shimoza adalah salah satu budaya yang penting, namun hal yang lebih penting lagi adalah memiliki rasa hormat terhadap orang lain, memiliki perasaan untuk saling berbagi dan perasaan ramah.

Cara Mengingat Kamiza dan Shimoza

Lalu, manakah kamiza dan manakah shimoza? Di sini saya akan menjelaskan pola pikirnya secara mendasar. Ada berbagai macam pola dalam pengaturan tempat duduk, ini hanya dasarnya saja, namun dengan hal ini saya pikir Anda akan bisa melihat bagian dari pemikiran orang Jepang.

Tempat yang Jauh dari Pintu Masuk dan Pintu Keluar adalah Kamiza

Pertama, aturan dasar yang paling penting adalah “Tempat yang Jauh dari Pintu Masuk dan Pintu Keluar adalah Kamiza”. Baik di ruang rapat, ruang tamu, kursi di kantin, umumnya semua tempat, yang posisinya jauh dari pintu masuk maupun lorong adalah kamiza. Misalnya di ruang rapat, yang jauh dari pintu masuk dan pintu keluar berarti berada di barisan paling depan yang paling dekat dengan fasilitator dan moderator atau ketua rapat.

Kiri untuk Posisi Atas, Kanan untuk Posisi Bawah

Berdasarkan budaya tradisional Jepang, posisi atas ada di sebelah kiri bukan di sebelah kanan. Tradisi “posisi atas di kiri” hidup dalam seni pertunjukkan, bangunan rumah, kimono, boneka dan berbagai hal lainnya. Bagian sebelah kiri artinya yang menghadap ke sebelah kanan, oleh karena itu, jika di ruang rapat tempat duduk di atur di bagian kiri dan kanan, maka posisi duduk kamiza menghadap ke moderator yang duduk di sebelah kanan

Akan tetapi, di beberapa kesempatan, saat ini mulai berkembang penggunaan posisi “kanan untuk posisi atas dan kiri untuk posisi bawah” yang sedang mendunia, hal ini tentu saja mempengaruhi pola pikir kamiza dan shimoza. Perusahaan yang mementingkan budaya tradisional sampai saat ini masih banyak yang menggunakan sistem “kiri untuk posisi atas”, namun bisa dikatakan pemikiran soal posisi kanan dan kiri dalam dunia bisnis ini mulai runtuh, jadi mungkin semakin banyak juga orang yang tidak terlalu memedulikannya.

Sebagai tambahan, untuk ruang tamu, dibandingkan posisi kiri dan kanan, bentuk atau tampilan tempat duduk jauh lebih penting. Misalnya, jika ada sofa untuk 1 orang dan sofa untuk 2 orang, maka kamiza duduk di sofa untuk 2 orang yang posisinya jauh dari pintu keluar-masuk ruangan.

Selain itu, posisi duduk di meja panjang untuk 3 orang lebih, kamiza duduk di tengah-tengah di antara yang lain. Jika sedang rapat, posisinya berada di antara fasilitator dan moderator, namun jika tidak ada kedua posisi tersebut pun, posisi di tengah-tengah tetap ditempati oleh kamiza.

Urutan Duduk juga Penting

Umumnya, orang yang berkedudukan tinggi dipersilahkan duduk terlebih dahulu. Ini sebagai tanda untuk menghormati atasan, selain itu jika Anda tidak duduk dari bagian yang paling dalam, orang yang belum datang akan kesulitan menemukan tempat duduk.

Bagaimana Posisi Duduk saat Jamuan Minum di Izakaya?

Terakhir, saya akan menerangkan tentang kamiza dan shimoza saat acara nomikai (jamuan minum bersama) dalam budaya kerja Jepang.

Kebanyakan, nomikai harian diadakan di tempat makan dan minum yang menyediakan banyak sake (alkohol Jepang) yang disebut Izakaya. Tentu saja, ada juga nomikai yang lebih kasual, namun untuk perkumpulan orang-orang kantor jauh lebih aman untuk tetap menyadari hubungan hirarki.

Sama halnya dengan di atas, di tempat makan dan minum pun “kamiza berada jauh dari pintu keluar-masuk” ruangan. Jika lebih dari 3 orang, kamiza ada di tengah-tengah bukan di sudut ruangan.

Semakin jauh dari pintu keluar-masuk dan lorong akan semakin baik karena suasananya tidak akan terganggu oleh pelanggan lain dan pelayan atau anggota lain yang harus pergi ke toilet saat acara berlangsung.

Selain itu, orang yang duduk di dekat pintu keluar-masuk dan lorong harus memesan makanan dan mengambil makanan yang dihidangkan pelayan. Tentu saja, hal ini merupakan peran bagi bawahan atau orang yang posisinya lebih rendah (shimoza).

Faktor lain yang menentukan kamiza dan shimoza adalah sudut pandang. Misalnya, dalam satu ruangan ada sisi dinding dan sisi jendela. Kamiza berada di posisi yang menghadap ke arah jendela agar bisa menikmati pemandangan. Selain itu, ruangan yang digunakan untuk menghias ikebana yang disebut tokonoma (lekukan dinding) yang ada di ruangan tradisional Jepang digunakan untuk orang yang berkedudukan tinggi (kamiza).

Kesimpulan

Bisakah Anda membayangkan tentang gambaran kamiza (tempat kehormatan) dan shimoza (tempat yang rendah) di Jepang. Karena ini berhubungan dengan adat dan kebiasaan di tempat kerja, sebaiknya Anda tanyakan lagi kepada senior di kantor.

Sebagai tambahan, nomikai adalah jamuan makan dan minum minuman beralkohol, jika Anda tidak bisa meminumnya tidak perlu memaksakan. Dulu mungkin banyak yang dipaksa untuk minum dan seringkali orang yang tidak bisa minum tidak disukai rekan kantor yang lain. Namun saat ini, untuk menghargai orang lain dan mempertimbangkan kesehatan, semakin banyak nomikai dengan suasana minum sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan masing-masing.