Sponsor LINK

Ringkasan Berita Jepang

Di saat penerimaan pekerja asing semakin meluas, perusahaan-perusahaan Jepang memiliki tantangan untuk menanggulangi perlakuan tidak baik karena masalah ras, etnis maupun kebangsaan yang telah menjadi masalah. Penindasan semacam ini disebut “Racial Harassment (Rei-Hara)” atau kekerasan rasial. Hal ini cukup dikenal di negara-negara Eropa-Amerika, namun di Jepang perhatian terhadap masalah ini masih sangatlah rendah. 

Berdasarkan penelitian yang diadakan pada tahun 2016 terhadap warga asing yang menetap di Jepang, ketika mereka ditanya “Apakah dalam kurun waktu 5 tahun pernah mengalami diskriminasi?”, sekitar 30% menjawab “sering” dan “kadang-kadang”. Di antara 38% responden yang menjawab, mereka mengatakan bahwa pihak yang melakukan penindasan ini adalah “rekan kerja dan mitra bisnis”.

Apabila karyawan asing mengeluhkan masalah Rei-Hara di SNS, tentu saja penurunan citra perusahaan tidak akan bisa dihindari. Bahkan dalam beberapa kasus, korban mengajukan gugatan dan menerima kompensasi.  

Sumber:Penindasan yang Berdasar atas Ras dan Kebangsaan atau “Racial Harassment” Menjadi Tantangan bagi Perusahaan

Pendapat tentang Berita

Hal yang Termasuk Racial Harassment

Contoh racial harassment yang biasa dilakukan rekan kerja ke warga asing bisa kalian lihat di bawah ini :

・melakukan percakapan yang dikhususkan untuk orang Jepang saja
・mengolok-ngolok atau menghina nama asli, penampilan, negara dan budaya seseorang
・menilai keberhasilan dan kegagalan seseorang dengan membawa-bawa masalah ras dan kewarganegaraan
・memaksakan nama dan perilaku agar mirip orang Jepang
・langsung menghubungkan orang asing yang bersangkutan setiap ada kejadian yang sedang berlangsung di negara asal orang asing tersebut (mereka menganggap orang asing tersebut mewakili semua kejadian yang berhubungan dengan ras dan kebangsaannya)

Akhir-akhir ini, banyak kasus terjadi di antara karyawan magang (ginou jisshuu) dan karyawan dengan keahlian khusus (tokutei ginou) yang sebagian besar berasal dari Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kebanyakan racial harassment yang terjadi di kalangan orang Asia Tenggara adalah komentar-komentar yang memandang rendah orang-orang yang berasal dari negara tersebut. Mereka seringkali membandingkan dengan berkomentar bahwa “Jepang adalah negara yang baik”, “orang Jepang memiliki kemampuan yang tinggi”, “kalian dari negara berkembang memiliki kemampuan yang rendah”. Walaupun sebenarnya tidak ada hubungannya dengan individualitas dan kemampuan karyawan-karyawan tersebut. 

Racial Harassment Mungkin Disebabkan oleh Prasangka Subjektif

Diskriminasi terhadap kaum minoritas sering terjadi di perusahaan manapun. Bahkan di Indonesia pun, saya pernah mendengar bahwa suku minoritas mengalami diskriminasi. Permasalahan ini juga terjadi di Jepang.

Diskriminasi terhadap perbedaan kebangsaan dan suku, saya pikir disebabkan oleh prasangka atau pendapat secara subjektif. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, sampai saat ini Jepang masih berasumsi bahwa “negara-negara asia lain berada pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan Jepang, oleh karena itu kemampuan masyarakatnya pun berada di bawah orang Jepang”.  

Contohnya untuk kalian yang orang Indonesia, mungkin ada orang Jepang yang pernah berkata seperti ini ke kalian, “kalau orang Indonesia sepertinya nggak akan tahu tentang hal ini deh”. Walaupun orang tersebut tidak merasa mengintimidasi, pernyataan ini sepenuhnya mengabaikan perasaan pribadi kalian, dan secara jelas hal ini termasuk ke dalam Rei-Hara.

Orang yang mengatakan hal ini tentu saja bukan orang yang jahat atau penindas. Tapi, karena mereka dibesarkan tanpa pengalaman berhubungan dengan orang asing atau negara luar, ditambah tidak memiliki ketertarikan terhadap dunia luar dan tidak bisa mengubah persepsi lama. Jadinya, tanpa disadari mereka mengungkapkan pernyataan yang termasuk diskriminasi. Sebagai orang yang tertarik dengan Indonesia dan punya banyak teman Indonesia, sejujurnya saya merasa malu, tapi sayangnya masih banyak orang-orang seperti ini.

Kalau kalian merasa mengalami kekerasan rasial karena kalian orang Indonesia, segera bicarakan dengan orang terdekat kalian atau diskusikan dengan layanan konsultasi khusus warga asing yang disediakan di sekolah atau tempat kerja kalian. Saya yakin, masih ada orang yang mengerti masalah seperti ini.