Sponsor LINK

Ringkasan Berita Jepang

Chiharu Muto, anggota grup idol yang sempat populer, yang juga aktif sebagai pengusaha mulai hidup dengan dual residence (tinggal di dua daerah), yaitu prefektur Nagano dan Tokyo sejak tahun 2019. Saat ini, dengan mempertimbangkan risiko infeksi virus corona, Chiharu memutuskan untuk pergi ke Tokyo dengan mengendarai mobil pribadi hanya pada akhir pekan ketika memiliki pekerjaan navigator radio di Tokyo, dan sebisa mungkin berusaha untuk bekerja di rumahnya di Nagano.

Mengenai alasan Chiharu mulai hidup dengan dual residence, ia mengatakan seperti ini,

“Saya tinggal di Tokyo karena dekat dengan lokasi sekolah dan lokasi kerja, tetapi sekarang saya menyadari bahwa satu-satunya hal yang dapat dilakukan di Tokyo adalah bekerja sebagai navigator program radio, sehingga saya mulai berpikir untuk tinggal di luar Tokyo.”

Selain itu, ia juga menambahkan, “Dengan dual residence, saya menyadari bahwa lokasi tempat tinggal sebenarnya bukan merupakan hal yang penting, karena yang terpenting adalah hidup seperti diri sendiri di tempat tinggal tersebut. “

Di masa pandemi ini, ketika cara berinteraksi dengan orang lain berubah dengan drastis, termasuk perlunya memberi jarak saat berkomunikasi secara langsung, mungkin banyak yang berpikir, bagaimana untuk membagi interaksi secara online dan offline, bagaimana berkomunikasi dengan orang lain, dan bagaimana sebaiknya menjalani hidup seperti diri sendiri? Kini mungkin saat yang tepat untuk menentukan pilihan tersebut.

Sumber: Apa yang dipikirkan oleh seorang wanita pengusaha muda yang hidup dengan dual residence, yaitu tinggal di Tokyo dan Nagano di tengah masa pandemi?

Pendapat tentang Berita

Mengapa Memilih Tidak untuk Migrasi ke Daerah Pedesaan, Melainkan Memilih Dual Residence?

Di Jepang, semakin banyak orang yang tertarik untuk migrasi ke daerah pedesaan karena pemerintah mempromosikan migrasi ke pedesaan untuk mengurangi kepadatan penduduk di daerah perkotaan dan untuk merevitalisasi daerah pedesaan. Namun, meskipun banyak yang ingin tinggal di daerah pedesaan, beberapa dari mereka mungkin akan merasakan perubahan yang signifikan dan beban yang terlalu besar ketika benar-benar mulai untuk tinggal di pedesaan. Sayangnya, masalah pandemi virus juga terlibat dalam keinginan migrasi tersebut.

Orang-orang yang melakukan pekerjaan jarak jauh karena deklarasi darurat dan merasa bahwa mereka dapat bekerja bahkan jika tidak berada di Tokyo, mulai berpikir untuk hidup dengan dual residence, yaitu dengan tinggal di pinggiran kota atau daerah pedesaan ketika mereka tidak perlu bekerja, dan terkadang pergi ke kota untuk bekerja.

Sepertinya semakin banyak orang yang berpikir, “Tidak perlu tinggal di Tokyo karena membayar sewa apartemen yang mahal terus-menerus merupakan hal yang sia-sia,” “Aku merasa bahwa kehidupan di Tokyo tidak cocok dengan diriku,” “Aku paling tidak suka dengan transportasi kereta yang penuh sesak,” serta “Aku ingin hidup di daerah dengan suasana alam yang baik.”

Namun, jika mereka benar-benar pindah ke daerah pedesaan, mungkin mereka akan kehilangan keuntungan dari tinggal dan bekerja di Tokyo. Misalnya, pindah ke daerah pedesaan dan mencari pekerjaan dari awal di sana akan lebih sulit daripada di daerah perkotaan, dan hal itu juga akan memengaruhi jejak karier mereka. Oleh karena itu, banyak orang, terutama kaum muda, yang memilih untuk tidak berhenti dari pekerjaan mereka dan memilih untuk menjalani kehidupan dengan dual residence.

Mungkin akan Mudah untuk Hidup dengan Dual Residence Jika Tersedia Infrastruktur yang Mendukung Hal Itu

Di Indonesia, tampaknya ada banyak orang yang tinggal di dua daerah dalam artian tinggal menetap di luar kota dan pergi ke kota hanya untuk bekerja, tetapi topik kali ini tidaklah yang seperti itu. Mungkin cukup sulit bagi seseorang yang memiliki pekerjaan di Jakarta untuk hidup dengan dual residence. Hal itu karena transportasi seperti kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan daerah pedesaan dan perkotaan, serta rute kereta api di dalam Jakarta belum berkembang dengan baik seperti di Jepang. Selain itu, ada juga kekhawatiran bahwa listrik dan Internet di daerah pedesaan tidak stabil, sehingga kerja jarak jauh tidak dapat dilakukan dengan maksimal.

Di Jepang pun, akhir-akhir ini hidup dengan dual residence dianggap sebagai cara kerja yang sangat istimewa. Banyak senior dan teman sekelas aku yang berkata, “Aku ingin mencari pekerjaan di daerah tempat tinggalku di luar kota, tetapi hal itu sepertinya tidak mungkin karena mencari pekerjaan di daerah pedesaan tidak mudah.” Banyak yang sedang bingung untuk memilih bekerja di Tokyo tetapi dengan kehidupan yang melelahkan, atau memilih bekerja di daerah pedesaan yang pilihan pekerjaannya sedikit tetapi bisa hidup dengan damai. Oleh karena itu, belakangan ini mulai terlihat pekerjaan yang “tidak menanyakan lokasi tempat tinggal”, sehingga orang-orang bisa menjalankan kerja jarak jauh.

Di Indonesia, jika infrastruktur mulai disiapkan dengan baik, sepertinya hidup dengan dual residence, yaitu tinggal di daerah pedesaan dengan tetap bekerja di daerah perkotaan akan menjadi populer. Tampaknya ada banyak orang yang pindah ke kota untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun sebenarnya merasa lelah untuk hidup di daerah perkotaan yang terlalu padat.