Sponsor LINK

Ringkasan Berita Jepang

Secara garis besar budaya dan lingkungan perusahaan diciptakan oleh bagian manajemen kelas atas yang ada di perusahaan, hal ini terkadang hanya sekadar strategi pencitraan untuk mempertahankan sumber daya yang berbakat.

Lalu, apakah hal yang paling penting agar bisa bekerja dengan nyaman? Jawabannya adalah “tim”. Berdasarkan hasil survei yang diadakan di 19 negara, 82% responden dari perusahaan dengan jumlah karyawan lebih dari 150 orang dan 68% dari perusahaan dengan jumlah karyawan kurang dari 20 orang menjawab bahwa mereka “bekerja sebagai tim”.

Berdasarkan hal ini, bagi sebagian besar orang, besarnya pengalaman kerja mereka ditentukan oleh “bekerja dengan tim yang seperti apa” bukan “bekerja di perusahaan seperti apa?”. Survei menunjukkan bahwa tingkat resign tim dengan anggota yang banyak, di mana keterlibatan (keterikatan pada perusahaan dan keinginan untuk bekerja) anggota tim yang rendah, lebih tinggi yaitu 45% dibandingkan tim dengan anggota yang banyak di mana keterlibatan anggota timnya tinggi.

Tingkat kepuasaan karyawan lebih dipengaruhi pada kualitas tim dibandingkan budaya dan lingkungan perusahaan itu sendiri, oleh karena itu ketika Anda mencari tempat kerja, Anda sebaiknya melihat apa yang dilakukan perusahaan untuk membangun tim yang baik. 

Sumber:Satu Hal yang Lebih Penting dari “Lingkungan Perusahaan” untuk Diperhatikan Ketika Memilih Perusahaan 

※ Penulis artikel di atas adalah pemikir ekonomi Marcus Buckingham, adapun isi dari artikel berdasarkan karya terbarunya “NINE LIES ABOUT WORK”

Pendapat tentang Berita

Hal yang Diperhatikan Orang Jepang dan Indonesia Ketika Memilih Tempat Kerja

Lalu, apa hal yang harus diperhatikan ketika memilih tempat kerja bagi kalian yang sedang mencari kerja atau ingin pindah kerja?

Pertama, saya akan membahas tentang Jepang. Setelah membandingkan beberapa survei yang ditujukan bagi para pelajar, baik sebelum maupun setelah mencari pekerjaan, kebanyakan dari mereka cenderung mengatakan bahwa hal yang penting adalah “jenis pekerjaan”, “gaji”, dan “kesejahteraan karyawan”, berikutnya adalah citra perusahaan, kinerja perusahaan (stabilitas perusahaan) dan potensi masa depan.   

Menurut survei, sepertinya jam kerja dan lokasi pun akan semakin diperhatikan, tapi kelihatannya keduanya belum menjadi pilihan utama yang paling menonjol karena perolehan suaranya belum mencapai 70% atau 80%. Bukan hanya itu saja, setiap orang juga memiliki preferensi yang berbeda. Bisa jadi mereka memiliki beberapa pilihan jawaban. 

Sebaliknya, di Indonesia, menurut survei yang diadakan dari bulan Agustus-September tahun 2018 dengan target responden mereka yang berusia 20-27 tahun, hal yang dipilih ketika mencari pekerjaan adalah :

  1. Gaji (84,4%)
  2. Jenis pekerjaan (45,2%)
  3. Citra perusahaan (24,3%)
  4. Jam kerja (22,3%)

Target dan cara survei yang dilakukan mungkin berbeda, jadi saya sendiri tidak bisa membandingkan keduanya secara terperinci, tapi saya cukup terkejut bahwa anak muda di Indonesia sangat mementingkan perihal gaji. Poin lainnya tidak jauh berbeda dengan Jepang, tapi “kesejahteraan karyawan” yang akhir-akhir ini sangat diperhatikan di Jepang ternyata di Indonesia belum mendapatkan perhatian lebih.

Kesulitan Ketika Memilih Tempat Kerja

Saya pikir sangatlah sulit ketika memilih pekerjaan. Jika melihat survei mengenai alasan kenapa karyawan berhenti bekerja, yang paling tinggi adalah masalah “hubungan sosial” di tempat kerja, oleh karena itu saya cukup memahami kenapa artikel di atas mengatakan bahwa “tim sangatlah penting”. Sebesar apapun gaji yang kita terima, sebaik apapun kesejahteraan karyawan yang disediakan, jika hubungan sosial selama kita bekerja tidak baik, pastinya kita tidak akan bisa terus bekerja.

Tapi, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa perusahaan tersebut berusaha membangun kerja tim yang baik? Akan lebih baik jika kita bisa ikut magang di perusahaan tersebut dan mengamati kerja tim sebaik mungkin, atau menanyakan secara langsung kepada perwakilan perusahaan saat mereka mengadakan seminar kerja, walaupun mungkin hal ini agak sulit. Lagi pula, jika tidak ada tim seperti yang kalian harapkan, apakah itu berarti kalian tidak akan memaksakan diri bertahan lama di perusahaan atau berpikir untuk pindah kerja saja?