Sponsor LINK

Ringkasan Berita Jepang

Di Jepang, “power harassment (tekanan dari atasan)” di mana seseorang memanfaatkan posisi atau jabatannya di tempat kerja sering menjadi masalah. Selain itu, masalah ini pun bahkan terjadi selama bekerja di rumah yang akhir-akhir ini banyak dilakukan perusahaan Jepang.

Contoh power harassment yang terjadi selama bekerja di rumah (teleworking) seperti “mengadakan rapat tengah malam walaupun tidak terlalu penting”, “selama bekerja diharuskan menyalakan web kamera walaupun sedang tidak rapat”, “ditinggalkan, tidak dianggap dan tidak diberitahu soal rapat” dan lain sebagainya.  

Apabila terjadi hal seperti itu, hal yang paling penting adalah mengungkapkan keinginan Anda agar pihak yang bersangkutan menghentikan semua tindakan ini. Jika masih tidak membaik, konsultasikan dengan orang-orang yang ada di sekitar Anda. Selama bekerja di rumah, jauh lebih mudah bagi Anda untuk membuktikan perbuatan orang tersebut dengan menunjukkan bukti rekaman suara, email atau chat. 

Sumber:Berhati-hatilah Terhadap Power Harassment dan Pelecehan Seksual yang Dapat Terjadi Secara Online Selama Bekerja di Rumah (Teleworking)

Pendapat tentang Berita

Apa itu Power Harassment (Pawa-Hara)?

Power harassment yaitu tindakan di luar lingkup pekerjaan yang menyebabkan tekanan secara fisik maupun mental yang bisa memperburuk lingkungan kerja, biasanya dilatarbelakangi oleh superioritas di tempat kerja.

Salah satu yang paling gampang dimengerti yaitu kata-kata kasar yang diucapkan ke junior atau bawahan. Tapi bukan itu saja, tindakan seperti menendang meja dan kursi, memukul tembok atau menggunakan kekerasan secara tidak langsung yang berlebihan untuk memarahi rekan kerja, berkali-kali memberikan pekerjaan saat tengah malam atau di hari libur, tindakan-tindakan seperti ini bisa dikategorikan juga sebagai power harassment. Tindakan lainnya yaitu, secara tidak rasional memberikan pekerjaan yang jauh dari pengalaman dan kemampuan karyawan, tidak memberikan pekerjaan sama sekali, dijauhi dan tidak dianggap keberadaanya.

Jika orang yang mengalami pelecehan melaporkan pelaku melalui jalur pengadilan, mereka mungkin akan diperintahkan untuk membayar ganti rugi dan perbuatan mereka dianggap sebagai “kejahatan kekerasan”. 

Jangan Bersabar dan Diam Saja Jika Anda Mengalami Kekerasan

Setelah membaca artikel ini, mungkin Anda berpikir kalau “Jepang adalah negara yang mengerikan!”, namun tentu saja tidak seperti itu. Tentu saja, kalau Anda melihat berita di internet atau acara televisi, power harassment ini selalu menjadi topik utama, tapi hal ini bisa dikatakan bahwa power harassment menjadi masalah yang mulai diperhatikan. Sampai saat ini, para korban bahkan menangis ketika mereka tidur, namun power harassment yang seharusnya tidak terjadi akhirnya mulai ditegakkan oleh para korban dan dasar hukuman bagi pelaku telah dibuat. 

Di Indonesia, bullying di tempat kerja juga mungkin terjadi terhadap karyawan baru, bahkan beberapa orang berhenti karena alasan ini. Saya dengar masalah ini sulit dijadikan sebagai masalah sosial karena anak muda dengan mudah berganti pekerjaan ketika mengalami tekanan di tempat kerja.  

Sebaliknya di Jepang, sebelum “kekerasan” seperti ini diketahui secara umum, sedikit sekali orang yang berusaha untuk keluar kerja secepat mungkin setelah mereka mendapatkan kekerasan dan menderita karenanya, saya pikir hal inilah yang menyebabkan kasus intimidasi bertahan lama dalam lingkungan kerja di Jepang. Akibatnya, banyak orang yang merusak kesehatan fisik dan mental mereka, semakin banyak karyawan yang dipaksa berhenti kerja walaupun mereka tidak mau. Orang-orang seperti ini mulai mengumpulkan keluh kesah mereka yang mungkin telah menyebabkan hal ini menjadi bagian dari masalah sosial. 

Tapi, bisa dikatakan Jepang merupakan salah satu negara maju yang terlambat menangani masalah seperti ini. Sebagian besar negara-negara Eropa dan Amerika sejak awal sudah menanggapi permasalahan ini dan lebih dulu mengembangkan undang-undang tentang pencegahan kekerasan. Apabila atasan orang Jepang memperlakukan karyawan asing sama persis dengan perlakuan yang selama ini mereka berikan terhadap karyawan Jepang, ada kalanya atasan tersebut akan dituntut atas tindakan power harassment. 

Jika Anda merasa pernah mengalami power harassment, pertama-tama konsultasikanlah dengan orang yang paling dekat dengan Anda. Biasanya perusahaan menyediakan layanan konsultasi khusus yang bisa Anda manfaatkan.