Tentang Jepang dan Indonesia

Profile saya dari sini

Hidup

Category of article list

Mendatangi Upacara Pemakaman di Jepang! Apa yang Harus Disiapkan? Pakaian Apa yang Sebaiknya Dikenakan?

Apabila Anda berada di Jepang dan hidup bersama keluarga atau untuk bekerja, ada kemungkinan Anda akan diminta hadir di pemakaman orang yang Anda kenal. Lalu, untuk pemakaman Jepang yang budaya dan agamanya berbeda dengan Indonesia, apakah yang perlu Anda siapkan? Dan pakaian apa yang sebaiknya Anda kenakan? Pada artikel kali ini, saya akan memperkenalkan proses pemakaman di Jepang dan apa yang harus disiapkan oleh orang yang datang melayat. Contents Jadwal Malam Berkabung dan PemakamanMenyiapkan

Diundang ke Upacara Pernikahan Orang Jepang! Apa yang Harus Disiapkan? Baju Apa yang Sebaiknya Dipakai?

Penting bagi Anda untuk melakukan persiapan terlebih dahulu ketika Anda diundang oleh teman orang Jepang atau teman kantor ke acara pernikahan mereka. Akhir-akhir ini, semakin banyak pesta pernikahan bergaya bebas yang tidak terikat oleh adat tradisional, namun ada etika dasar yang harus dipatuhi oleh para tamu undangan. Berapa banyak hadiah yang harus disiapkan dan bagaimana membawanya? Lalu, baju apa yang sebaiknya digunakan? Kali ini saya akan memperkenalkan etika dasar tamu undangan di upacara pernikahan

Mengapa Sampah di Jepang Harus Dipisahkan? Bagaimana jika Tidak Mematuhinya?

Di Indonesia, sampah rumah tangga apapun dimasukan ke dalam 1 kantong plastik kemudian diletakkan di depan rumah. Jika Anda pergi ke Jepang, maka Anda akan terkejut dengan pemisahan sampah yang sangat terperinci. Di tempat publik disediakan berbagai jenis tempat sampah dan setiap keluarga pun memiliki “Kalender Sampah” dengan kode warna tertentu. Mengumpulkan sampah secara bersamaan tentunya jauh lebih mudah, lalu mengapa harus memisahkannya secara terperinci? Pada artikel kali ini, saya akan memperkenalkan penyebabnya, denda

Apa Doa yang Dipanjatkan Orang Jepang Ketika Upacara Pemakaman?

Di Indonesia ada berbagai macam agama selain agama Islam, dan masing-masing memiliki kepercayaan serta adat istiadat dalam pelaksanaan upacara pemakaman. Misalnya, agama Islam mendoakan orang yang meninggal agar dituntun menuju Tuhan. Di Jepang, banyak orang yang tidak memiliki kepercayaan dan agama tertentu, akan tetapi saat upacara pemakaman pengaruh agama Buddha terasa sangat kuat. Para pelayat akan menunduk dan memejamkan mata mereka dengan kedua tangan merapat di depan dada. Lalu apakah yang dipikirkan para pelayat

Dalam Upacara Pernikahan, Kepada Siapa dan Sumpah Apa yang Diucapkan Orang Jepang?

Beberapa tahun yang lalu, upacara pernikahan bagi rakyat biasa di Jepang dilaksanakan di kediaman mempelai wanita. Mempelai pria akan mendatangi kediaman mempelai wanita, mengadakan perayaan, kemudian setelah beberapa hari memulai kehidupan pernikahan bersama-sama. Saat ini, sudah jarang sekali mengadakan resepsi di rumah, kebanyakan orang menyewa gedung pernikahan, restoran dan lain sebagainya untuk mengadakan resepsi pernikahan. Yang menjadi masalah sekarang adalah kepercayaan apa yang menjadi dasar dalam pelaksanaan upacara pernikahan. Banyak orang Jepang yang tidak

Yang Dilakukan Orang Jepang Sebagai Pengganti Ibadah Sehari-hari (Buddha, Agama Buddha dan Orang Jepang )

Jepang memberikan kebebasan kepada warganya mengenai kepercayaan, agama apapun yang mereka percayai atau memilih tidak percaya terhadap agama sekalipun adalah kebebasan individual. Banyak orang yang tidak memiliki agama tertentu dan tidak sedikit dari mereka yang beranggapan “Saya tidak beragama”. Akan tetapi, sejak dahulu kala Jepang dikenal menganut agama Shinto dan Buddha. Jika ajaran Shinto menyembah objek yang disebut Dewa (Kami), maka agama Buddha menyembah Buddha (Hotoke). Kali ini, saya akan menyoroti “adat istiadat agama

Yang Dilakukan Orang Jepang Sebagai Pengganti Ibadah Sehari-hari (Dewa, Shinto dan Orang Jepang)

Di Jepang diberikan kebebasan mengenai kepercayaan, tidak jadi masalah apakah seseorang percaya kepada agama Islam, Kristen maupun Buddha, bahkan ada juga yang tidak memiliki agama dan kepercayaan sama sekali. Selain itu, dalam keadaan tertentu seperti menulis data diri pun tidak diperlukan mengisi kepercayaan yang dimiliki. Oleh karena itu, tidak ada kegiatan keagamaan sehingga banyak orang yang berpikir bahwa orang Jepang tidak memiliki agama dan kepercayaan, namun, sebenarnya Jepang sejak dahulu kala sudah berakar pada

Umur Panjang Orang Jepang Didukung Oleh Kesempurnaan Sistem Perawatan Kesehatan dan Jaminan Sosial

Salah satu alasan utama mengapa orang Jepang bisa berumur panjang adalah perawatan kesehatan yang terus berkembang. Ada beberapa poin yang bisa dijadikan contoh baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, seperti jumlah rumah sakit yang terpenuhi, tersedianya dokter-dokter yang berkompetensi baik di kota besar maupun di daerah, fasilitas terbaru dan orang-orang yang mampu menggunakannya serta hal-hal lainnya. Akan tetapi, bukan hanya itu saja. Di Jepang ada sistem jaminan sosial yang sangat baik. Selain itu, upaya

Pendidikan Sekolah Yang Baik Adalah Salah Satu Faktor Orang Jepang Berumur Panjang

Rata-rata harapan hidup orang Jepang mencapai umur 80 tahun lebih. Salah satu rahasia dari umur yang panjang ini adalah kesempurnaan pendidikan sekolah. Mungkin anda berfikir bahwa tidak ada hubungan antara kakek-nenek dengan pendidikan sekolah. Akan tetapi jika tidak mulai memperhatikan diri sendiri ketika usia sudah mulai menua, maka harapan berumur panjang tidak akan terwujud. Sejak kecil, orang Jepang diajarkan pengetahuan tentang kesehatan dan melatihnya secara langsung dengan tujuan agar menjadi orang dewasa yang mampu

Faktor Penyebab Orang Jepang Berumur Panjang adalah Pola Makan Yang Sehat (Makanan Jepang)!

Orang Jepang memperebutkan posisi ke-1 dan ke-2 sebagai negara yang penduduknya berumur panjang di dunia. Perawatan kesehatan yang berkualitas dan memadai tentunya menjadi salah satu alasan mengapa orang Jepang berumur panjang, tetapi mungkin ada faktor dasar yang jauh lebih mempengaruhi, Hal tersebut adalah pola makan. Makanan tradisional Jepang yang disebut washoku memiliki kelebihan dalam aspek penampilan, variasi lauk pauk, kaya nutrisi dan sebagainya. oleh sebab itu pada tahun 2013 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Empat Alasan Orang Jepang Berumur Panjang

Usia rata-rata orang Jepang mencapai 81.25 tahun untuk pria dan 87.32 tahun untuk wanita (2018). Jika dibandingkan dengan wilayah dari negara lain, pria ada di urutan ke-3 setelah Hongkong dan Swiss, wanita ada di urutan ke-2 setelah Hongkong. Usia rata-rata orang Jepang 60 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1960 adalah 65.32 tahun untuk pria dan 70.19 untuk wanita. Hebatnya beberapa tahun terakhir, walaupun tidak meningkat secara drastis tetapi sedikit demi sedikit mengalami kenaikan. Di

Alasan Mengapa Orang Jepang Banyak Yang Tidak Menikah Sekalipun Seumur Hidupnya

Saat ini di Jepang, bisa dikatakan bahwa ada satu dari beberapa orang yang tidak menikah sekalipun seumur hidupnya. Sebegitu sulitnyakah kehidupan pernikahan di Jepang? Tentu saja bukan itu alasannya. Orang-orang Jepang yang tidak menikah adalah mereka yang kehilangan kesempatan untuk menikah. Apakah yang menjadi penyebab orang Jepang kehilangan kesempatan untuk menikah? Apakah ada kebijakan untuk mengatasi peningkatan orang-orang berusia paruh baya yang belum menikah? Contents Rata-rata usia menikah orang Jepang berubahPersentase orang yang tidak

Wanita Jepang Tidak Menikah Karena Kemajuan Sosial Kaum Wanita

Di Jepang, rata-rata usia menikah baik pria maupun wanita terus mengalami kenaikan, akan tetapi ketika anak-anak muda yang masih lajang ditanya alasan kenapa mereka masih belum menikah, jawaban yang diberikan pria dan wanita sedikit berbeda. Dahulu, Jepang memiliki pandangan yang kuat bahwa “Suami bekerja, Istri mengurus rumah tangga”, oleh karena itu kaum wanita tidak melanjutkan sekolah ke universitas, cepat menikah dan diharapkan dapat mengabdikan diri kepada suami. Akan tetapi, semakin meningkatnya pendidikan yang diambil

“Kekhawatiran Masalah Keuangan” Menjadi Alasan Meningkatnya Rata-rata Usia Menikah Pria di Jepang

Rata-rata usia menikah orang Jepang dari tahun ke tahun terus naik, untuk pria berkisar di usia 31,1 tahun sedangkan untuk wanita di usia 29,4 tahun (2019). Di Indonesia pun terjadi hal yang sama, tetapi rata-ratanya masih di umur 24 tahun. Berdasarkan data ini, bisa dilihat bahwa orang Jepang rata-rata terlambat menikah. Baik pemerintah maupun penelitian nasional melakukan berbagai macam survei untuk mencari tahu alasan anak-anak muda Jepang menikah atau tidak menikah, dan bagaimana pandangan

“Perubahan Pandangan” Menjadi Salah Satu Alasan Orang Jepang Menunda atau Tidak Menikah

Rata-rata umur orang Jepang menikah berusia 31.1 tahun untuk pria dan untuk wanita sekitar 29.4 tahun (2019). Dengan kata lain, bagi orang Jepang menikah di usia 20-an itu dianggap terlalu dini. Dari tahun ke tahun, orang-orang yang memutuskan untuk tidak menikah pun semakin meningkat, pria sekitar 23.4% dan wanita sekitar 14.1%. Akan tetapi, ketika ditanyakan soal pernikahan kepada para lajang yang berusia 20-an dan 30-an, banyak yang menjawab “Saya ingin menikah nanti”. Jadi, apakah

Jepang dikenal dengan Budaya Malu

Istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan karakter nasional dan budaya penduduk Jepang adalah “Budaya Malu”. Ini adalah ungkapan tentang sifat orang Jepang yang diperkenalkan oleh antropolog Amerika Serikat, R. Benedict dalam bukunya yang berjudul The Chrysanthemum and the Sword yang sudah lama menjadi referensi yang digunakan untuk memahami karakter orang Jepang. Mengapa Jepang dikenal dengan “budaya malu”nya? Apa perbedaannya dengan “guilt culture, budaya bersalah” dari barat? Contents Jepang dikenal dengan budaya maluYang dikhawatirkan bukanlah

Mengapa Tidak Ada Sampah Berserakan di Sudut Jalanan Jepang?

Jika melihat Indonesia, baik laki-laki atau perempuan, tua maupun muda masih terbiasa membuang sampah di jalanan, taman ataupun stasiun, tentu saja membuat Jepang jadi terlihat lebih cantik ketika dilihat di TV dan internet. Banyak orang berpendapat bahwa penyebabnya mungkin karena orang jepang sangat disiplin, tetapi sebenarnya bukan hanya masalah kedisiplinan saja. Mengapa orang jepang tidak membuang sampah sembarangan? Saya akan mencoba menjelaskan beberapa poin yang menjadi alasannya. Contents Ada pemisahan sampah di setiap rumahSetiap

Berbeda dengan Jakarta, Berikut Penyebab Mengapa di Tokyo (Jepang) Jarang Macet

Orang-orang yang tinggal di Jakarta, baik itu untuk bekerja maupun bersekolah, tentunya setiap hari terganggu oleh kemacetan. Sebaliknya, kemacetan di Tokyo (ibukota Jepang) lebih jarang terjadi dibandingkan dengan Jakarta, kendaraan pun terlihat berjalan dengan lancar. Mengapa bisa terjadi perbedaan yang seperti ini? Padahal luas wilayah dan penduduk Jakarta dan Jepang (23 wilayah) hampir sama. Contents Penyebab lalu lintas jepang tidak mudah mengalami kemacetan?Jalan raya dan jalan alternatif banyakTransportasi umum yang lengkapDimulainya zaman tanpa mobilPenyebab

Trending topik di Jepang juga saya perkenalkan
Trending topik di Jepang juga saya perkenalkan