Tentang Jepang dan Indonesia

Profile saya dari sini

Mempekerjakan

Category of article list

Karyawan di Perusahaan Jepang Tidak Boleh Kerja Sampingan? Latar Belakang dan Pendapat di Masa Kini

Mungkin banyak orang, termasuk orang Jepang sendiri, yang berpikiran bahwa karyawan di perusahaan Jepang dilarang memiliki pekerjaan sampingan. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Hal ini dikarenakan larangan bekerja sampingan untuk karyawan tidak diatur oleh undang-undang. Lalu, mengapa sebagian besar perusahaan Jepang melarang karyawannya untuk bekerja sampingan? Mengapa mereka menerapkan sistem yang cukup ketat? Pada artikel kali ini saya akan memperkenalkan pendapat baru yang mengarah kepada penghapusan larangan bekerja sampingan. Contents Penyebab Perusahaan Jepang

Reformasi Cara Kerja dan Perubahan Terhadap Kehidupan Pribadi

Saat ini di Jepang sedang berlangsung “Reformasi Cara Kerja” Apakah yang dimaksud dengan Reformasi Cara Kerja? Mengapa pemerintah harus melakukan reformasi, sedangkan “cara kerja” sebenarnya merupakan masalah masing-masing tempat kerja. Pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan penyebab utama adanya reformasi cara kerja di Jepang, apa tujuannya, dampaknya terhadap para pekerja dan sebagainya. Contents Latar Belakang dan Tujuan Reformasi Cara KerjaBertujuan Menghilangkan Kekurangan Tenaga KerjaReformasi yang Diperlukan untuk Meningkatkan Jumlah orangPerubahan yang Terjadi dengan

Tahukah Anda? Usia Pensiun di Jepang Mungkin akan Berubah

Di tempat Anda atau keluarga Anda bekerja pasti sudah ditetapkan usia berapa seorang karyawan harus pensiun. Beberapa tahun ke belakang, karyawan di Jepang umumnya bekerja sampai umur 60 tahun sebelum akhirnya pensiun. Namun, karena berbagai macam hal, akhir-akhir ini semakin banyak perusahaan tidak menerapkan pensiun di usia 60 tahun serta banyak juga orang yang belum pensiun setelah berumur 60 tahun. Bagaimanakah perubahan usia pensiun yang terjadi di Jepang dan apakah yang akan terjadi di

Pajak Penduduk Daerah bagi Orang Indonesia yang Bekerja di Jepang

Orang asing yang bekerja di Jepang baik melalui sistem pelatihan magang maupun Tokutei Ginou (keterampilan khusus) memiliki kewajiban untuk membayar pajak sesuai dengan penghasilan mereka yang umumnya dibagi menjadi 2 jenis, pajak penghasilan dan pajak penduduk daerah. Penghitungan pajak penduduk ini cukup rumit. Sebagian besar karyawan perusahaan memang tidak perlu menghitungnya sendiri, namun jauh lebih aman jika mengetahui berapa besar pajak yang diambil dari penghasilan yang didapatkan. Dalam artikel kali ini, saya akan memperkenalkan

Pajak Penghasilan bagi Orang Indonesia yang Bekerja di Jepang

Orang asing yang bekerja di Jepang harus membayarkan pajak dari penghasilan mereka, pajak ini umumnya ada 2 jenis. Yang pertama adalah pajak penghasilan yang dibayarkan untuk negara (Shotokuzei) dan pajak penduduk yang dibayarkan untuk daerah (Juuminzei). Jumlah pajak yang dibayarkan akan berubah sesuai dengan penghasilan masing-masing, selain itu strukturnya juga berbeda sesuai dengan kepada siapa pajak dibayarkan. Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai struktur dan jumlah pajak yang harus dibayarkan sesuai dengan

Tiga Perubahan Internal yang Dilakukan Perusahaan Jepang Untuk Mengatasi Kekurangan Tenaga Kerja

Apakah yang dilakukan perusahaan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di perusahaan mereka? Mungkin bagi Indonesia yang memiliki banyak anak muda dan tingginya masalah pengangguran tidak bisa membayangkan hal ini, tetapi menemukan orang yang cekatan sangatlah sulit. Perusahaan mengambil langkah-langkah yang lebih menarik agar memikat dunia luar dan tidak ada lagi karyawan yang berhenti bekerja. Kali ini, saya akan menjelaskan tentang perubahan internal yang dilakukan perusahaan untuk mengurangi kekurangan tenaga kerja, terutama hal yang dapat

Kekurangan Tenaga Kerja di Perindustrian Jepang Dipercepat dengan Menurunnya Tingkat Kelahiran dan Meningkatnya Populasi Lansia

Dengan berkurangnya jumlah anak-anak dan tingginya persentase lansia, Jepang menjadi masyarakat lansia dengan tingkat kelahiran yang rendah. Jika jumlah anak-anak berkurang, maka jumlah pekerja pun akan berkurang. Akan tetapi, pekerjaan untuk memajukan kehidupan masyarakat tidak berkurang dengan mudah. Oleh karena itu, muncullah masalah kekurangan tenaga kerja. Seberapa seriuskah masalah kekurangan tenaga kerja di Jepang? Bagaimanakah keseimbangan pencari kerja dan penyedia lapangan kerja? Kali ini saya akan menjelaskan keadaan pasar tenaga kerja di Jepang. Contents

Penyebab Kurangnya Tenaga Kerja di Jepang yang Menjadi Masalah Serius Perindustrian

Pasar tenaga kerja Jepang terus mengalami kekurangan. Walaupun sudah mencari orang, tetap saja tidak terkumpul, seringkali karyawan berhenti ketika ada pekerjaan yang lebih baik, dan berkurangnya orang menimbulkan pengaruh buruk kepada karyawan yang tersisa. Lingkaran setan ini menjadi masalah besar yang banyak terjadi di perusahaan maupun perindustrian. Kali ini saya akan memfokuskan pada 3 jenis bisnis di mana kekurangan tenaga kerja menjadi masalah serius serta menjelaskan keadaan dan penyebab utama mengapa orang-orang tidak bisa

Trending topik di Jepang juga saya perkenalkan
Trending topik di Jepang juga saya perkenalkan