Di Indonesia, sampah rumah tangga apapun dimasukan ke dalam 1 kantong plastik kemudian diletakkan di depan rumah. Jika Anda pergi ke Jepang, maka Anda akan terkejut dengan pemisahan sampah yang sangat terperinci. Di tempat publik disediakan berbagai jenis tempat sampah dan setiap keluarga pun memiliki “Kalender Sampah” dengan kode warna tertentu.

Mengumpulkan sampah secara bersamaan tentunya jauh lebih mudah, lalu mengapa harus memisahkannya secara terperinci? Pada artikel kali ini, saya akan memperkenalkan penyebabnya, denda seperti apa yang berlaku jika melanggar dan cara membuang sampah rumah tangga di Jepang.

Berapa Banyak Sampah yang Harus Dipisahkan

Tata cara pemilahan sampah biasanya berbeda di setiap wilayah, sebagian besar jenisnya dibagi ke dalam 6 jenis seperti di bawah ini:
・Sampah yang mudah terbakar : sampah basah, dedaunan dan ranting, sampah kertas, dan sebagainya
・Sampah yang tidak mudah terbakar : barang berbahan kulit, karet, plastik, keramik dan sebagainya
・Sampah daur ulang : botol kaca, kaleng, botol plastik, wadah plastik yang bisa didaur ulang dan sebagainya
・Sampah besar : perkakas rumah tangga yang tidak bisa dimasukan ke dalam plastik sampah dan sebagainya
・Sampah berbahaya : bensin, alat pemotong, baterai, lampu neon dan sebagainya
・Barang elektronik kecil : ponsel, kamera digital, konsol game dan sebagainya
・Sampah yang sulit dibuang : sampah produksi, sampah pindahan yang berjumlah banyak, barang elektronik dan sebagainya

Di beberapa wilayah, sampah yang mudah dan tidak mudah terbakar dikumpulkan secara bersamaan. Sampah daur ulang adalah sampah yang bisa didaur ulang dan sebagian besar daerah mengumpulkannya sesuai dengan jenisnya masing-masing seperti botol kaca, kaleng, botol plastik dan sebagainya.

Mengapa Sampah Harus Dipisahkan?

Bertujuan untuk Memisahkan Sampah Biasa dan Barang Daur Ulang

Pemilahan sampah dilakukan untuk memisahkan sampah yang memang harus dibuang dengan sampah yang bisa didaur ulang. Pendaurulangan sampah bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang ada.

Selain itu, dengan memilih metode pemilahan sampah yang sesuai dengan jenisnya bertujuan untuk meringankan beban orang yang bertanggung jawab atas pengelolaan sampah dan mengurangi beban terhadap lingkungan.

Manfaat Berkurangnya Jumlah Sampah

Sampah yang sudah dibakar dan dihancurkan akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir. Umumnya, TPA dibangun di atas laut atau di tempat dengan area yang luas. Berkurangnya sampah akan membuat TPA yang berada di laut bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Dengan demikian, biaya pembuatan TPA yang baru dan beban lingkungan bisa dikurangi.

Selain itu, dengan berkurangnya sampah, biaya pengelolaan sampah di setiap daerah pun bisa dikurangi. Misalnya, prosedur pembakaran sampah bisa dikurangi sehingga fasilitas pembakaran sampah bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama.
Fasilitas pembakaran sampah yang bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama tentunya akan mengurangi beban keuangan daerah tersebut. Jika jumlah sampah yang harus dibakar melebihi kapasitas, tentunya fasilitas pembakaran harus diperbaharui dan hal tersebut akan mempersulit keuangan daerah tersebut. Hal ini mungkin akan mempengaruhi kenaikan pajak daerah dan pelayanan administrasi daerah tersebut.

Selain itu, proses pembakaran sampah menghasilkan karbon dioksida yang merupakan salah satu penyebab pemanasan global. Oleh karena itu, mengurangi sampah akan mengurangi jumlah karbon dioksida yang dihasilkan dan tentu saja akan membantu melindungi bumi.

Bagaimana dengan Sampah Daur Ulang

Sampah daur ulang akan dikelola oleh perusahaan pendaur ulang. Botol kaca, kaleng, botol plastik dan sebagainya dipisahkan sesuai bahan masing-masing kemudian dileburkan dan dibuat kembali menjadi botol kaca, kaleng, botol plastik dan produk lainnya dalam keadaan baru. Begitupun dengan barang elektronik, bahan-bahan dan komponennya akan digunakan kembali. Penggunaan kembali bahan-bahan ini tentunya akan mengurangi produksi sampah dan tentunya sangat penting memperhatikan penggunaan bahan-bahan dari sumber daya yang terbatas ini.

Cara Pembuangan Sampah

Cara Memilah dan Mengumpulkan Sampah


Hari pembuangan sampah rumah tangga disesuaikan dengan “Kalender Sampah” yang dikeluarkan oleh setiap daerah dan dibuang ke tempat yang sudah ditentukan (sebagian besar tempat pembuangan sampah di dekat rumah).

Beberapa daerah biasanya menggunakan plastik sampah khusus untuk membuang sampah. Truk-truk sampah di setiap daerah akan mengambil sampah-sampah yang sudah dibuang di tempat sampah pada hari pembuangan sampah.
https://kepojepang.com/mengapa-tidak-ada-sampah-jalanjepang/
Beberapa penduduk yang mengumpulkan sampah daur ulang terkadang menjualnya ke perusahaan pendaur ulang. Selain itu, sebagian besar supermarket menyediakan box sampah daur ulang, oleh karena itu penduduk yang pergi berbelanja bisa membawa sampah daur ulang dan membuangnya di sini.

Membuang Sampah yang Tidak Diambil Pengelola Sampah

Ada beberapa jenis sampah yang tidak diambil oleh truk-truk sampah di setiap daerah.

Misalnya, ketika akan membuang sampah elektronik kecil seperti ponsel, kamera digital dan sebagainya, Anda bisa memasukkannya ke dalam box pembuangan sampah yang ada di Yakusho (Kantor Administrasi Daerah), menggunakan layanan pengumpulan barang elektronik bekas dari toko elektronik atau menjualnya ke perusahaan pendaur ulang. Untuk membuang barang elektronik besar yang sudah tidak digunakan, sesuai dengan peraturan, Anda perlu membawanya ke toko jual-beli atau pabrik, kemudian membayar biaya daur ulang.

Untuk perkakas rumah tangga, kendaraan dan sampah besar lainnya, Anda bisa meminta pihak pengelola sampah daerah untuk mengambilnya ke tempat Anda atau bisa juga membawanya langsung ke tempat pembuangan sampah barang besar. Memanggil orang dari kantor administrasi tentunya memerlukan biaya, namun Anda tidak perlu mengeluarkan biaya jika Anda sendiri membawanya langsung.

Bagaimana jika Tidak Mematuhi Peraturan Pemilahan Sampah?

Apa yang akan terjadi jika Anda tidak mematuhi peraturan pemilahan sampah yang sudah ditentukan oleh pemerintah daerah?

Berdasarkan peraturan hukum, pemilahan sampah ditetapkan sebagai “kewajiban setiap warga”. Ini adalah kewajiban untuk bekerja sama dan jika dilanggar pun tidak ada hukuman secara langsung. Namun, jika Anda terus menerus merepotkan orang lain mungkin Anda akan diperingati dan dianggap sudah melakukan kejahatan karena melanggar peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Di beberapa daerah, penduduk lokal biasanya bergiliran menjaga tempat pembuangan sampah, mengecek pemilahan sampah dan menuliskan nama mereka di plastik sampah. Pemilahan sampah menjadi hal yang sangat penting, hal ini tentu saja dilakukan untuk kehidupan masyarakat yang nyaman.

Kesimpulan

Pengumpulan sampah rumah tangga baik itu dipisahkan, disortir dengan baik atau tidak adalah hal yang bagus. Namun, jika ditemukan sampah yang tercampur maka pihak pengelola sampah otomatis akan menyingkirkannya. Jika ada sampah yang meledak ketika dibakar dan berbahaya ketika disentuh, tentu saja akan membahayakan tempat dan orang yang mengelola sampah tersebut.

Secara global hal ini juga penting untuk mengurangi polusi lingkungan dan pemanasan global, namun hal yang sebenarnya paling penting adalah masalah-masalah yang sering terjadi di lingkungan sekitar.