Budaya memiliki berbagai macam keragaman yang sesuai dengan tempat atau negara tertentu. Ketika kita pergi ke luar negeri, perbedaan tersebut akan membingungkan bahkan membuat kita terkejut. Selain perbedaan bahasa, hal yang menyulitkan ketika pindah ke Indonesia adalah budaya makan, baik itu perbedaan tata cara makan maupun makanannya.

Ada hal yang mengejutkan walaupun makan di rumah juga merupakan hal yang biasa bagi orang jepang. Ini dikarenakan ada hal-hal istimewa dalam budaya makan Indonesia seperti “Makanan pedas” atau “Orang muslim yang makan menggunakan tangan kanan”. Tentu saja itu adalah hal yang biasa bagi orang Indonesia, tapi menjadi hal yang “aneh” bagi orang jepang.

Sponsor LINK

Ibu yang pandai memasak

Masakan rumah yang penuh ketulusan

Berbicara tentang masakan indonesia,tentunya setiap daerah memiliki banyak perbedaan rasa maupun bahan, akan tetapisatu hal yang pasti yaitu setiap masakan dikenal dengan bumbu rempah-rempahnya.

Di jepang, bumbu yang umum di setiap tokosayur adalah jahe dan bawang putih.

Bagi orang yang suka membuat kari sekalipun,biasanya mereka membeli bumbu dalam bentuk bubuk yang sudah dimasukan ke dalambotol dan dijual di toko khusus bumbu rempah-rempah.

Sebaliknya di Indonesia, di warung kecilperkampungan sekalipun, berbagai macam rempah dan herbal seperti jahe,lengkuas, daun serai, jeruk purut dan sebagainya dijual dan dibeli banyakorang. Bahkan cabai pun tersedia dalam berbagai macam jenis dan bisa dipilihsesuai dengan masakan yang akan dibuat.

Terlebih lagi mereka mencampurkan semuaitu bukan menggunakan penggiling khusus atau blender, tapi biasa menggunakan“cobek”.

Setelah itu, berbagai macam bumbu danminyak dimasukan ke dalam wajan yang besar, kemudian garam dan bumbu penyedaprasa dimasukkan dan memasaknya dengan penuh antusias.

Makanan rumah seperti ini yang dibuatibu-ibu indonesia, kental oleh minyak dan santan serta mengandung rempah-rempahalami. Bagi saya yang hanya bisa memasak masakan sederhana, masakan tersebutmerupakan masakan indonesia “asli” yang tidak bisa dibayangkan sama sekali. Dijepang, tentu saja ibu yang pandai memasak pun banyak, tetapi masakan rumahindonesia tampaknya memiliki skala yang berbeda jika dibandingkan denganmasakan yang disukai orang jepang, yang ditata dengan baik sehingga terlihatcantik.

Makan di luar pun hal yang biasa

Walaupun begitu, ibu-ibu indonesia tidakberpikiran seperti “Karena ibu sudah membuatkan masakan enak, tidak boleh makandi luar.” atau “Demi kesehatan, lebih baik setiap hari makan masakan buatanrumah”. Sudah menjadi hal yang lumrah membeli gorengan di ibu-ibu pemilikwarung kecil atau pun bapak-bapak penjual bubur, mie ayam, bakso dan sebagainyayang lewat sekitar rumah. Alasan Go-Food dan Grab Food populer pun, mungkinkarena banyak orang yang suka jajan makanan.

Keluarga makan secara terpisah

Makan di waktu yang mereka mau

Secara umum di jepang, ketika ada dirumah, makan bersama keluarga sehari tiga kali. Di luar waktu sekolah danbekerja, makan bersama keluarga adalah suatu hal yang dianggap baik.

Akan tetapi di indonesia, makan bersamakeluarga tidak terlalu penting. Setiap orang makan ketika merasa lapar dantidak perlu mencocokan waktu dengan anggota keluarga yang lain. Bahkan ketikaada di luar sekalipun mereka seringkali jajan makanan dan tidak terpikirkan halseperti “Kalau makan, nanti masakan ibu tidak akan termakan”.

Hal yang biasa menyimpan lauk pauk yang sudah dibuat

Menyimpan lauk pauk yang sudah dibuatmenjadi hal yang biasa karena setiap orang makan secara terpisah. Selamasetengah hari, lauk pauk dibiarkan tersimpan di meja makan atau lemari. Nasiputih untuk menambah kelezatan lauk pauk pun dibuat dalam jumlah banyak dandibiarkan tetap hangat.

Bahkan di suhu ruangan normal pun rasanyatidak akan mudah berubah dan tidak gampang basi karena banyak makanan yangdigoreng dan direbus dengan bumbu yang kental. Dan jika keluarga tidak bisalangsung menghabiskan makanan, mereka dapat lebih mudah untuk menyimpannya di lemaripendingin agar bisa dipanaskan dan dimakan keesokan harinya.

Akan tetapi bagi orang jepang yangberpikiran bahwa makanan itu lebih baik segera dinikmati, hal ini tentu sajasedikit terasa ganjil.

Lauk pauk tentunya lebih enak ketika masihhangat, dan jika menyimpan masakan di ruangan, kemungkinan makanan akan cepat basi.Itu adalah pemikiran orang jepang, sedangkan orang indonesia berpikir jikamakanan kurang maka akan kewalahan! Mereka membuat atau membelinya dalam jumlahbanyak, sehingga cukup banyak orang yang membuang makanan jika masih tersisa.Karena keadaan ini, keluarga saya yang berjumlah sedikit terkadang menerimamakanan dalam jumlah banyak.

Memasukan segala macam makanan ke dalam piring besar

Pada umumnya, menu yang termasuk ke dalammakanan jepang adalah nasi dan sup miso yang dimasukan ke dalam mangkukkecil, lauk pauk yang diletakkan pada piring atau dipisahkan ke dalampiring-piring kecil, lalu ditata di atas meja. Dimulai dengan memakan nasidengan sumpit, kemudian memakan lauk pauk dan sup miso, semua dimakansecara terpisah dan tidak mencampurkannya di atas piring.

Sedangkan masakan indonesia, dimakandengan mencampurkan lauk pauk dan nasi di atas piring besar. Walaupun ada laukpauk yang berbeda rasa, tidak akan terpengaruh karena tetap terasa enak.Sedangkan bagi orang jepang, mereka berpikir apabila makanan dicampurkan,tampilannya tidak akan terlihat bagus, selain itu masing-masing bahan dan rasapun akan sulit dirasakan. Tetapi karena cara memasak dan cara makannya lebihmudah, hal ini pun ada baiknya.

Kesimpulan

Saya sudahmenjelaskan perbedaan antara kebiasaan keluarga dan makanan rumah di indonesiadan di jepang. 

Mungkin ketika anda pergi ke Jepang, andapun sebaliknya akan berpikiran kenapa masakan jepang dibuat terpisah. Namun,baik dipisahkan ke dalam piring kecil maupun dicampurkan semuanya,masing-masing memiliki nilai yang baik. Saya pribadi, karena perut saya yangtidak kuat, merasa menyesal tidak bisa menikmati makanan pedas. Tetapi, di luarhal itu sebisa mungkin saya ingin berbagi bersama dan menikmati budaya makananyang dihargai oleh orang indonesia.

https://kepojepang.com/179/https://kepojepang.com/180/