Saat ini di Jepang sedang berlangsung “Reformasi Cara Kerja”

Apakah yang dimaksud dengan Reformasi Cara Kerja? Mengapa pemerintah harus melakukan reformasi, sedangkan “cara kerja” sebenarnya merupakan masalah masing-masing tempat kerja.

Pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan penyebab utama adanya reformasi cara kerja di Jepang, apa tujuannya, dampaknya terhadap para pekerja dan sebagainya.

Latar Belakang dan Tujuan Reformasi Cara Kerja

Bertujuan Menghilangkan Kekurangan Tenaga Kerja

Akhir-akhir ini, keadaan perusahaan Jepang dan cara bekerja para karyawan mengalami perubahan yang sangat pesat. Beberapa tahun ke belakang, setelah lulus dari universitas, umumnya seseorang bekerja di satu perusahaan sampai waktu pensiun. Pria bekerja sampai usia 60 tahun, sedangkan wanita biasanya berhenti bekerja setelah menikah atau melahirkan. Keadaan ekonomi yang baik pada waktu itu tentunya memudahkan kenaikan gaji selama karyawan bekerja dan memberikan layanan bertahun-tahun. Bahkan, jika yang bekerja hanya suami pun, gaji yang didapatkan akan cukup untuk membiayai istri dan anak.
https://kepojepang.com/perekrutan-lulusan-baru/
https://kepojepang.com/usia-pensiun-di-jepan/
Namun, hal yang umum terjadi di masa lalu menjadi hal yang tidak umum di masa sekarang.

Jepang menghadapi penurunan populasi usia kerja dikarenakan rendahnya angka kelahiran dan populasi lansia yang lebih banyak. Mengatasi kekurangan tenaga kerja adalah tujuan dari reformasi cara kerja yang saat ini dilakukan oleh pemerintah Jepang.

Reformasi “Cara Kerja” bertujuan untuk mengatasi populasi usia kerja (generasi pekerja) yang menurun, tugas utamanya adalah menciptakan lingkungan di mana orang-orang yang sampai saat ini ragu untuk bekerja jadi ingin bekerja dan meninjau ulang kebiasaan dan praktik ketenagakerjaan yang sudah ada sejak lama.

Reformasi yang Diperlukan untuk Meningkatkan Jumlah orang

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tujuan reformasi tenaga kerja adalah untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja. Untuk kebijakan jangka panjang, hal ini penting untuk meningkatkan jumlah angka kelahiran dan sebisa mungkin menghambat penurunan populasi penduduk.
https://kepojepang.com/kebijakan-mengatasi-rendahnya-angka-kelahiran/
Namun, hal yang saat ini perlu segera diatasi adalah kekurangan tenaga kerja.

Sebagai tambahan, sebagian besar perusahaan dan perindustrian menghadapi masalah rendahnya produktivitas dan inefisiensi. Di masa ketika ada banyak anak muda, tenaga bantuan bisa diatasi, namun saat ini cukup sulit, oleh karena itu diperlukan peningkatan produktivitas melalui investasi dan inovasi.

Perubahan yang Terjadi dengan Adanya Reformasi Cara Kerja

Pemerintah Jepang melakukan berbagai macam upaya untuk mempromosikan reformasi gaya kerja dan bekerja sama dengan perusahaan dan perindustrian serta pemerintah setiap daerah.

Di bawah ini, akan dijelaskan bagaimana upaya-upaya ini dapat mengubah cara kerja dan kehidupan para pekerja.

Reformasi Pendapatan dan Pemeliharaan Karyawan

Sangatlah penting meningkatkan pemeliharaan karyawan jika perusahaan ingin jumlah karyawan meningkat. Bukan hanya meningkatkan pendapatan, tetapi mencakup permasalahan mengenai perlakuan yang adil apapun status pekerjaannya.

Selama ini, yang menjadi masalah di Jepang adalah adanya kesenjangan perlakuan terhadap karyawan tetap dan karyawan tidak tetap yang bekerja untuk waktu terbatas atau pekerja harian. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan “Gaji yang sama untuk pekerjaan yang sama”, selama jenis pekerjaan dan perusahaannya sama, apapun status perekrutannya, mereka harus mendapatkan perlakuan yang adil.

Dengan adanya perlakuan yang adil tanpa melihat status pekerjaan karyawan, maka akan lebih banyak orang yang bisa bekerja dengan tenang sekalipun mereka bukan pekerja tetap, sehingga populasi pekerja pun akan meningkat.

Merekomendasikan Perubahan Jam Kerja yang Panjang

Salah satu penyebab sulitnya bekerja di perusahaan Jepang adalah jam kerja yang panjang.

Lembur adalah hal yang umum di setiap perusahaan dan perindustrian. Dan yang terburuk adalah adanya lembur tak berbayar atau “layanan lembur” yang dianggap normal. Hal ini menyebabkan permasalahan sosial di mana banyak karyawan yang kesehatannya memburuk, jatuh sakit hingga bunuh diri.

Selain itu, jam kerja yang panjang akan menurunkan konsentrasi para karyawan, dan jika karyawan sakit maka mereka tidak bisa bekerja yang akan berakibat buruk terhadap produktivitas perusahaan. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya perubahan jam kerja yang panjang.

Akhir-akhir ini, berbagai upaya sudah dilakukan seperti membatasi jam kerja lembur, dan adanya pemberlakukan waktu interval antara jam selesai kantor hingga jam mulai kantor di hari berikutnya.

Kemajuan Pemeliharaan Lingkungan yang Memungkinkan Cara Kerja yang Fleksibel

Seiring dengan peningkatan pemeliharaan karyawan, lingkungan pekerjaan pun mulai diperbaiki. Misalnya, semakin banyak perusahaan yang menerapkan sistem tidak perlu setiap hari bekerja di kantor tetapi bisa juga dengan kerja jarak jauh (teleworking), atau adanya kebijakan jam masuk dan jam selesai bekerja yang dibuat lebih fleksibel.

Selain itu, semakin banyak perusahaan yang memperbolehkan bekerja tambahan atau sampingan tanpa keluar dari perusahaan bagi mereka yang khawatir akan masalah keuangan dan mereka yang ingin mencoba melakukan hal yang benar-benar mereka inginkan. Dahulu, sebagian besar perusahaan melarang pekerjaan sampingan atau tambahan, namun saat ini semakin banyak orang yang bekerja tepat sampai jam 5, bekerja di rumah saat hari libur serta melakukan pekerjaan yang sesuai dengan hobi mereka.

Secara Aktif Merekrut Sumber Daya yang Lebih Beragam

Untuk mengamankan jumlah sumber daya yang banyak, perusahaan perlu memperluas kesempatan untuk setiap orang. Misalnya, orang-orang yang tidak bisa bekerja karena lingkungan yang buruk atau orang-orang yang hanya bisa memilih pekerjaan tidak tetap walaupun pemeliharaan terhadap karyawan buruk sekalipun, orang-orang yang memiliki penyakit dan keterbatasan fisik, wanita yang mengurus anak, orang paruh baya yang sedang dalam perawatan, para lansia yang sudah pensiun dan sebagainya. Perlu diciptakan lingkungan di mana orang-orang tersebut bisa tetap bekerja dengan tenang.
https://kepojepang.com/tetap-bekerja-walaupun-sudah-pensiun/
Selain itu, perlu juga memberikan dukungan kepada orang-orang yang berhenti bekerja sementara untuk mengganti pekerjaan atau kembali bekerja karena keadaan tertentu, anak-anak muda yang gagal menemukan pekerjaan setelah lulus dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan setelahnya.

Sebagai tambahan, sistem perekrutan baru untuk orang asing pun sudah dimulai.
https://kepojepang.com/tokutei-ginou-bekerja-di-jepang/

Kesimpulan

Seperti yang sudah disebutkan, lingkungan pekerjaan di Jepang mengalami perubahan yang cukup pesat. Era di mana pria bekerja keras selama 40 tahun berturut-turut untuk mendukung perusahaan, masyarakat dan keluarga sudah berakhir. Saat ini, perusahaan yang ingin lebih banyak mendapatkan karyawan perlu menjamin peningkatan pemeliharaan karyawan dan lingkungan kerja, menerima mereka yang ingin dibayar di muka dan memperlakukan semua karyawan sesuai dengan motivasi dan kemampuan yang mereka miliki.

Reformasi cara kerja bertujuan untuk mengurangi beban para pekerja dan mengamankan tenaga kerja dengan berbagai macam cara. Bisa dikatakan, tujuannya adalah untuk membantu semua pekerja agar pekerjaan dan kehidupannya lebih mudah, dan untuk menciptakan perusahaan dan masyarakat yang lebih toleran terhadap keberagaman.