Sebelumnya Kepo Jepang sudah membahas kosakata suki (suka) dan beberapa pola kalimat untuk menyatakan “suka”. Nah artikel ini akan membahas pola kalimat atau tata bahasa lainnya yang bisa kalian gunakan untuk menyatakan “suka”, yaitu “no ga suki”.

Apakah kalian pernah mendengar kalimat dengan tata bahasa ini sebelumnya? Jika ingin memahaminya lebih dalam, mari belajar mengenai tata bahasa “no ga suki” yang digunakan dalam percakapan sehari-hari ini yuk!

Fungsi “no ga suki”

Dalam aktivitas sehari-hari, kita pasti sering mendengar dan mengungkapkan ekspresi atau suatu pernyataan yang menjelaskan bahwa kita suka melakukan suatu hal. Pola kalimat “no ga suki” dalam bahasa Jepang digunakan untuk menyatakan ungkapan “suka dalam melakukan suatu hal”. Pola ini digunakan setelah kata kerja bentuk kamus. Namun, ketika diungkapkan dengan kata benda, maka perlu untuk menghilangkan partikel “no”.

Pola kalimat :

  • kata kerja bentuk kamus + “no ga suki”
  • kata benda + “ga suki”

Dalam percakapan formal, pola ini akan disampaikan hanya dengan menambahkan kata “desu” di akhir kalimat. Jika ingin mengungkapkan kalimat tanya, maka tambahkan kata “desuka” di akhir kalimat. Hal ini berlaku pula untuk variasi bentuk lainnya, misalnya ketika ingin mengungkapkan bentuk negatif, maka di akhir kalimat perlu untuk menyatakan “dewa arimasen” atau dengan bentuk negatif lainnya.

Contoh kalimat

Untuk bisa lebih mudah memahami pola “no ga suki”, mari lihat contoh kalimat berikut.

Watashi wa gaikoku-go wo manabu no ga suki desu.
Matsumoto-san wa kaigai e ryokou suru no ga totemo suki desu ne.
Nihon ryouri wo taberu no ga suki desuka?
Watashi wa ongaku wo kiku no ga suki desu. Mainichi ongaku wo kiite imasu.
Otousan wa osake wo nomu no ga suki. Kenkou ni warui noni.
Watashi wa intaanetto de mono wo kau no ga amari suki janai.
Satou-kun wa eigakan de eiga wo miru no ga suki da ne. Maishuu, eigakan ni iku yo ne.
Imouto wa manga wo yomu no ga totemo suki. Ichinichijuu, manga bakari yonde iru.

Contoh soal

Pola ini tergolong dalam tata bahasa level N5. Untuk itu, coba perhatikan juga contoh soal JLPT N5 yang menggunakan pola ini, seperti pada contoh berikut.

Contoh 1 : 私はカフェで____のが好きです。
  1. べんきょう
  2. べんきょうして
  3. べんきょうする
  4. べんきょうすること
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 2 : たなかさんはくろいシャツを____のが好きですか。
  1. きる
  2. くる
  3. きいる
  4. きれる
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 3 : わたしはともだちといっしょにりょうりを____のが好きです。
  1. つきる
  2. つくる
  3. つく
  4. つる
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 4 : おとうとは____ ____ __☆__ ____好きです。
  1. のが
  2. とる
  3. しゃしん
klik di sini untuk melihat jawabannya

Informasi tambahan

Selain kata “suki”, ungkapan ini juga bisa divariasikan dengan menggunakan kata “daisuki” yang dalam bahasa Indonesia berarti “sangat suka”. Pola kalimatnya akan tetap sama, yaitu dengan kata kerja bentuk kamus. Contoh kalimatnya :

Watashi wa ie no chikaku ni aru kouen wo sanpo suru no ga daisuki desu.
Indonesia-jin wa karai mono wo taberu no ga daisuki desu.

Kemudian, jika ingin mengungkapkan suatu hal dengan lawan kata “suki”, bisa gunakan kata “kirai”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “benci”. Contoh kalimatnya :

Watashi wa hashiru no ga kirai desu.
Watashi wa hito wo matsu no ga kirai desu. Soshite hito wo mataseru no mo kirai desu.

Namun perlu diketahui juga bahwa orang Jepang lebih cenderung menggunakan kata “amari suki janai” ketika mengungkapkan hal yang kurang disukai.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari tata bahasa “no ga suki”?

Pola “no ga suki” merupakan ungkapan dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyampaikan rasa suka dalam melakukan suatu hal, sehingga dalam bahasa Indonesia bisa langsung diartikan “suka”. Pola ini akan diikuti oleh kata kerja bentuk kamus.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai bahasa Jepang ya! Jangan lupa untuk ikuti terus berbagai informasi seputar Jepang dari Kepo Jepang!

Sebelum mempelajari materi-materi yang lain, yuk kita ingat kembali tata bahasa yang sudah dijelaskan di atas!

Bagaimana penggunaan pola kalimat “no ga suki”?

Pola kalimat “no ga suki” digunakan untuk menyatakan “suka dalam melakukan suatu hal”.

Apa bedanya penggunaan partikel “no” dan tanpa partikel “no” pada “no ga suki”?

Partikel “no” digunakan karena hal yang disukai dalam pola kalimat ini adalah kata kerja bentuk kamus seperti pada kalimat “食べるのが好き (taberu no ga suki / suka makan)”. Sedangkan pola kalimat tanpa partikel no digunakan untuk kata benda seperti “寿司が好き (sushi ga suki / suka sushi).

Bagaimana cara mengungkapkan “tidak suka”?

Kalian bisa menggunakan “no ga amari suki janai / no ga amari suki dewa arimasen / no ga kirai”. Tetapi orang Jepang jarang sekali menggunakan kata kirai (benci) karena berkesan terlalu blak-blakan.

Kembali ke halaman daftar Materi Tata Bahasa N5

Kali ini kita sudah belajar pola “no ga suki”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!