Gohan wo taberu.
Gohan wo tabeta.

Tahukah kalian apa perbedaan kedua kata kerja di atas? Taberu merupakan bentuk dasar atau bentuk kamus dari kata “makan”, sedangkan tabeta adalan kata kerja yang mengalami perubahan ke dalam bentu lampau.

Dalam bahasa Jepang, bentuk perubahan atau yang disebut katsuyou-kei terjadi pada kata kerja dan kata sifat. Artikel ini terlebih dahulu akan membahasa perubahan bentuk kata kerja atau katsuyou doushi.

Langsung saja simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penjelasan “Katsuyou Doushi

Seperti yang sudah disebutkan di atas katsuyou-kei adalah “perubahan bentuk suatu kata”. Dalam tata bahasa Jepang, kata yang mengalami perubahan bentuk dalam tata bahasa Jepang adalah kata sifat (keiyoushi / keiyoudoushi) dan kata kerja (doushi).

Dalam perubahan kata kerja bahasa Jepang terdapat 2 istilah, yaitu katsuyou-kei atau “bentuk konjugasi” atau “sistem perubahan bentuk suatu kata” dan ketsuyou no shurui atau “jenis konjugasi”.

Katsuyou no Shurui – Kelas Konjugasi

Kelas konjugasi kata kerja bahasa Jepang pada umumnya adalah bentuk dasar atau bentuk kamus kata kerja itu sendiri. Adapun kelas konjugasi kata kerja dalam bahasa Jepang terbagi menjadi 3, yaitu :

Go-dan-doushi (kata kerja golongan I)

Kata kerja dengan 9 akhiran yang terdiri dari :

  • Akhiran u : kau, au, harau, dan sebagainya.
  • Akhiran tsu : motsu, matsu, katsu, dan sebagainya.
  • Akhiran ru : kaeru, yaru, hairu, dan sebagainya.
  • Akhiran mu : yomu, nomu, tanomu, dan sebagainya
  • Akhiran nu : shinu
  • Akhiran bu : yobu, asobu, hakobu, dan sebagainya.
  • Akhiran ku : kaku, kiku, aku, dan sebagainya.
  • Akhiran gu : oyogu, isogu, nugu, dan sebagainya.
  • Akhiran su : hanasu, kaesu, dan sebagainya.

Ichi-dan-doushi (kata kerja golongan II).

Kata kerja berakhiran ru yang terbagi menjadi 2 :

  • Kami-ichi-dan-doushi : kata kerja yang berakhiran iru
  • Shimo-ichi-dan-doushi : kata kerja yang berakhiran eru

Fukisoku-doushi (kata kerja golongan III).

Kata kerja tidak beraturan, yang hanya terdapat 2 kata kerja saja, yaitu :

  • Ka-hen : kata kerja kuru (datang)
  • Sa-hen : kata kerja suru (melakukan)

Katsuyou-kei – Perubahan Bentuk Kata

Katsuyou-kei adalah kata kerja yang mengalami perubahan bentuk, baik yang disebabkan oleh tujuan, keadaan maupun waktu. Umumnya, perubahan kata kerja bahasa Jepang bisa dilihat dari akhiran silabel dari masing-masing kata kerja yang disesuaikan dengan kelas konjugasinya. Adapun, perubahan bentuk kata kerja dalam bahasa Jepang dibagi menjadi beberapa bagian seperti di bawah ini.

Mizen-kei

Bentuk kata kerja yang bermakna suatu perbuatan yang “tidak dilakukan” atau “belum dilakukan”. Perubahan bentuk kata kerja ini terdiri dari :

  1. Hitei-kei (bentuk negatif / nai-kei)
  2. Ikou-kei (bentuk maksud, kehendak)
  3. Ukemi-kei / Sonkei (bentuk pasif / bentuk hormat)
  4. Shieki-kei (bentuk kausatif / menyatakan sebab atau menjadikan / menyuruh melakukan)

Renyou-kei

Kata kerja dasar sebagai kata kerja konjungtif atau kontinatif yang sering kali berada di akhir kalimat atau di tengah-tengah sebagai kata penghubung dengan kalimat berikutnya. Perubahan bentuk kata kerja ini terdiri dari :

1. Masu-kei (bentuk sopan)

Kata kerja yang digunakan secara umum untuk kalimat yang bernuansa formal atau sopan.

2. Kako-kei (bentuk lampau / ta-kei)

Ta-kei merupakan bentuk lampau non-fomral dan biasa digunakan untuk kalimat kasual atau non-formal, atau ketika di simpan di tengah kalimat dan dijadikan sebagai konjungsi yang dihubungkan dengan kata dan kalimat lain.

3. Te-kei (sebagai kata penghubung)

Kata kerja bentuk te/de ini bisa digunakan untuk membuat berbagai bentuk variasi kalimat, kata kerja bentuk te/de sendiri tidak memiliki arti khusus, tetapi jika kata-kata lain disambungkan dengan te-kei maka kata kerja ini akan memiliki makna.

4. Tai-kei (bentuk ingin, Hasrat)

Kata kerja yang mengungkapkan keinginan atau Hasrat pembicara.

Shuushi-kei

Bentuk kata kerja yang berlaku sebagai predikat di akhir klausa atau kalimat. Bentuk kata kerja pada shuushu-kei adalah bentuk kata kerja dasar atau kata kerja bentuk kamus (jisho-kei). Sering kali digunakan juga sebagai bentuk kasual dalam percakapan.

Rentai-kei

Bentuk kata kerja adnominal, atau kelompok kata kerja yang menerangkan nomina, yang biasanya ada ditengah kalimat. seperti. Sama halnya dengan shuushi-kei, bentuk kata kerja pada rentai-kei pun merupakan bentuk kata kerja dasar atau kata kerja bentuk kamus (jisho-kei).

Katei-kei

Bentuk kata kerja asumsi, yang termasuk ke dalam perubahan bentuk ini adalah jouken-kei (kata kerja syarat)atau ba-kei (kata kerja bentuk ba). Kata kerja bentuk ba menunjukkan bahwa jika syarat yang dinyatakan pada kalimat pertama terjadi, maka isi yang dinyatakan pada kalimat kedua juga terjadi secara umum dan logis.

Meirei-kei

Kata kerja bentuk ini digunakan saat mengungkapkan perintah kepada lawan bicara.

Kanou-doushi (bentuk potensial)

Kata kerja ini merupakan bentuk potensial atau kemampuan, yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan “bisa” atau “dapat”, di mana kata kerja ini menunjukkan kemampuan yang dimiliki oleh pembicara atau pihak lain yang dikenai kata kerja.

Kinshi-kei (bentuk larangan)

Kata kerja bentuk larangan. Kata kerja ini umumnya digunakan saat mengungkapkan larangan yang berkesan lebih keras dan sedikit mengandung paksaan.

Go-dan-doushi (Kata Kerja Golongan I)

Pembentukan perubahan kata kerja akan dipengaruhi oleh kelas kata kerja yang sudah disebutkan di atas. Namun, sebelum mempelajari teknik perubahan kata kerja dalam bahasa Jepang, yang harus kalian ingat pertama kali adalah bentuk dasar atau bentuk kamus (jisho-kei) dari kata kerja tersebut.

Perubahan bentuk kata kerja golongan ini akan sangat dipengaruhi oleh akhiran vokal dari kata kerja bentuk dasar.

Kata Kerja Bentuk Dasar (Bentuk Kamus / Jisho-kei)

Berikut beberapa contoh kata kerja dasar atau kamus yang termasuk ke dalam go-dan-doushi yang pada umumnya terdiri dari 9 akhiran.

Akhiran Go-dan-doushiContoh Kata Kerja
Akhiran uKau (membeli)
Harau (membayar)
Au (bertemu)
Akhiran tsuKatsu (menang)
Tatsu (berdiri)
Matsu (menunggu)
Akhiran ruKaeru (pulang)
Kiru (memotong)
Toru (mengambil)
Akhiran muYomu (membaca)
Nomu (minum)
Tanomu (meminta tolong)
Akhiran nuShinu (meninggal)
Akhiran buYobu (memangggil)
Asobu (bermain)
Narabu (mengantri)
Akhiran kuKaku (menulis)
Kiku (mendengar)
Aruku (berjalan kaki)
Akhiran guOyogu (berenang)
Nugu (melepaskan)
Isogu (bergegas)
Akhiran suHanasu (berbicara)
Kesu (menghapus)
Kaesu (mengembalikan)

Sebagai tambahan, kata kerja bentuk kamus ini sering kali digunakan dalam percakapan yang bernuansa kasual.

 Contoh Kalimat :

Tomodachi to au.
Kitto, tsugi no shiai wa katsu darou.
Kare no shumi wa shashin wo toru koto desu.
Hon wo yomu.
Subete no hito wa shinu unmei ni aru.
Tomodachi to asobu.
Ongaku wo kiku.
Oyogu koto ga dekimasen.
Yuujin to hanasu no ga tanoshikatta.

Bentuk dasar kata kerja atau bentuk kamus di atas termasuk ke dalam bentuk konjugasi shuushi-kei atau rentai-kei. Oleh karena itu, kata kerja yang mengalami perubahan adalah mizen-kei, renyou-kei, katei-kei, meirei-kei, kanou-doushi dan kinshi-kei. Perubahan bentuk kata kerja go-dan-doushi, umumnya terlihat dari perubahan akhiran vokal.

Mizen-kei (Bentuk Negatif / Kehendak / Pasif / Kausatif)

Hitei-kei (bentuk negatif)

Kata KerjaPerubahanBentuk Perubahan
Kau (membeli)u wa + naiKawanai  
Matsu (menunggu)tsu ta + naiMatanai
Kaeru (pulang)ru ra + naiKaeranai  
Yomu (membaca)mu ma + naiYomanai
Shinu (mati)nu na + naiShinanai
Yobu (memanggil)bu ba + naiYobanai  
Kaku (menulis)ku ka + naiKakanai  
Oyogu (berenang)gu ga + naiOyoganai  
Hanasu (berbicara)su sa + naiHanasanai  
Bentuk Perubahan Lain

Bentuk Negatif Lampau : nai nakatta

Contoh Kalimat :
Shinbun wo yomanai desu.
Kinou, kaeranakatta.
Kon-getsu nani mo kawanai koto ni shimasu.

Bulan ini saya memutuskan untuk tidak membeli apapun.

Ikou-kei (bentuk maksud, kehendak, ajakan)

Kata KerjaPerubahanBentuk Perubahan
Tetsudau (membantu)u o + uTetsudaou
Matsu (menunggu)tsu ➝ to+ uMatou
Kaeru (pulang)ru ro + uKaerou
Nomu (minum)mu mo + uNomou
Shinu (mati)nu no + uShinou
Asobu (bermain)bu bo + uAsobou
Iku (pergi)ku ko + uIkou
Oyogu (berenang)gu go + uOyogou
Hanasu (berbicara)su so + uHanasou
Contoh Kalimat :
Tetsudaou ka.
Sotsugyou shitara, kuni e kaerou to omoimasu.
Issho ni ikou.

Ukemi-kei / Sonkei (bentuk pasif / bentuk hormat)

Kata KerjaPerubahanBentuk Perubahan
Tsukau (menggunakan)u wa + reruTsukawareru
Matsu (menunggu)tsu ta + reruMatareru
Tsukuru (membuat)ru ra + reruTsukurareru
Nusumu (mencuri)mu ma + reruNusumareru
Shinu (mati)nu na + reruShinareru
Yobu (memanggil)bu ba + reruYobareru
Kiku (mendengar)ku ka + reruKikareru
Tsugu (menuangkan)gu ga + reruTsugareru
Kowasu (memecahkan)su sa + reruKowasareru
    Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifreru renai
Bentuk lampau / negatif lampaureru reta / reru renakatta
Bentuk masu / masu negatifreru remasu / reru remasen
Bantuk lampau masu / lampau masu negatifreru remashita / reru remasendeshita
Bentuk tereru rete
Contoh Kalimat :
Genzai, sekaijuu de kamera-tsuki keitai-denwa ga tsukawareteimasu.
Sakuya, daiyamondo ga nusumaremashita.
Raigetsu, kono biru ga kowasaremasu.
Shachou no okusan ga kono keeki wo tsukuraremashita.

Shieki-kei (bentuk kausatif)

Kata KerjaPerubahanBentuk Perubahan
Tetsudau (Membantu)u wa + serutetsudawaseru
Motsu (membawa)tsu ta + serumotaseru
Toru (mengambil)ru ra + rerutoraseru
Yomu (membaca)mu ma + seruyomaseru
Shinu (meninggal)nu na + serushinaseru
Asobu (bermain)bu ba + seruAsobaseru
Kaku (menulis)ku ka + serukakaseru
Isogu (bergegas)gu ga + seruisogaseru
Kesu (menghapus)su sa + serukesaseru
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifseru senai
Bentuk lampau / negatif lampauseru seta / seru senakatta
Bentuk masu / masu negatifseru semasu / seru semasen
Bantuk lampau masu / lampau masu negatifseru semashita / seru semasendeshita
Bentuk teseru sete
Contoh Kalimat :
Chichi wa musuko ni shigoto wo tetsudawaseru.
Haha wa watashi nimotsu wo motaseru.
Ane wa imouto wo ie de asobasemasu.
Sensei wa gakusei ni sakubun wo kakasemashita.

Renyou-kei (Bentuk ~masu /~ta / ~te / ~tai)

Masu-kei

Kata KerjaPerubahanBentuk Perubahan
Kau (membeli)u i + masukaimasu
Matsu (menunggu)tsu chi + masumachimasu
Hajimaru (mulai)ru ri + masuhajimarimasu
Yasumu (libur)mu mi + masuYasumimasu
Shinu (meninggal)nu ni + masushinimasu
Asobu (bermain)bu bi + masuasobimasu
Hataraku (bekerja)ku ki + masuhatarakimasu
Isogu (bergegas)gu gi + masuisogimasu
Hanasu (berbicara)su shi + masuhanashimasu
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifmasu masen
Bentuk lampaumasu mashita
Bentuk negatif lampaumasu masendeshita
Contoh Kalimat :
Kinou, suupaa de sakana wo kaimashita.
Tanaka-san wa kon’ya hatarakimasen.
Kaigi wa 2 ji ni hajimarimasu.
Watashi wa senshuu asobimasendeshita.

Ta-kei / Te-kei

Kata KerjaPerubahan
Ta-kei / Te-kei
Bentuk Perubahan
Ta-kei / Te-kei
Suu (menghisap)u tta / u ttesutta / sutte
Matsu (menunggu)tsu tta / tsu ttematta / matte
Toru (mengambil)ru tta / ru ttetotta / totte
Sumu (tinggal)mu nda / mu ndesunda / sunde
Shinu (meninggal)nu nda / nu ndeshinda / shinde
Yobu (memanggil)bu nda / bu ndeyonda / yonde
Aruku (jalan kaki)ku ita / ku itearuita / aruite
Isogu (bergegas)gu ida / gu ideisoida / isoide
Hanasu (berbicara)su shita / su shitehanashita / hanashite
PENGECUALIAN!

Untuk kata kerja iku (pergi), walaupun berakhiran ku, perubahan bentuk ta dan te tidak menjadi ita dan ite, tetapi menjadi :

  • Bentuk Lampau (ta-kei) ➝ itta
  • Bentuk Kata Sambung (te-kei) ➝ itte
Contoh Kalimat :
Koko de tabako wo sutte mo ii desuka.
Watashi wa Yokohama ni sunde imasu.
Kono hon wo yonda koto ga arimasu.
Umi de oyoida koto ga arimasen.
Nichi-youbi ni depaato ni itte, kaimono wo shite, sorekara shokuji wo shimashita.
Watashi wa hokkaidou e itta koto ga arimasu.

Tai-kei

Kata KerjaPerubahanBentuk Perubahan
Au (bertemu)u i + taiaitai
Katsu (menang)tsu chi + taikachitai
Yameru (berhenti)ru ri + taiyametai
Nomu (minum)mu mi + tainomitai
Shinu (mati)nu ni + taishinitai
Asobu (bermain)bu bi + taiasobitai
Kiku (mendengar)ku ki + taikikitai
Oyogu (berenang)gu gi + taioyogitai
Hanasu (berbicara)su shi + taihanashitai
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatiftai takunai
Bentuk lampautai takatta
Bentuk negatif lampautai takunakatta
Contoh Kalimat :
Kare to nido to aitakunai.
Harada-san wa shigoto wo yametai to itteimasu.
Hontou no koto kikitakatta.

Katei-kei (Bentuk Maksud / Syarat)

Ba-kei (bentuk maksud, syarat) / Positif

Kata Kerja DasarPerubahanBentuk Perubahan
Kau (membeli)u e + bakaeba
Matsu (menunggu)tsu te + bamateba
Toru (mengambil)ru re + batoreba
Moshikomu (mendaftar)mu me + bamoshikomeba
Shinu (mati)nu ne + bashineba
Yobu (memanggil)bu be + bayobeba
Kaku (menulis)ku ke + bakakeba
Isogu (bergegas)gu ge + baisogeba
Hanasu (berbicara)su se + bahanaseba

Ba-kei (bentuk maksud, syarat) / Negatif

Kata Kerja DasarPerubahanBentuk Perubahan
Kau (membeli)u wa + nakerebakawanakereba
Matsu (menunggu)tsu ta + nakerebamatanakereba
Toru (mengambil)ru ra + nakerebatoranakereba
Moshikomu (mendaftar)mu ma + nakerebamoshikomanakereba
Shinu (mati)nu na + nakerebashinanakereba
Yobu (memanggil)bu ba + nakerebayobanakereba
Kaku (menulis)ku ka + nakerebakakanakereba
Isogu (bergegas)gu ga + nakerebaisoganakereba
Hanasu (berbicara)su sa + nakerebahanasanakereba
Contoh Kalimat :
Toshi ga toreba, tairyoku ga nakunarimasu.
Kono mondai wa sensei ni kakanakereba, wakarimasen.
Yukkuri hanaseba wakarimasu.
Hayaku moshikomanakereba, ma ni aimasen yo.

Meirei-kei (Bentuk Perintah)

Bentuk Perintah / Non-Formal

Kata Kerja DasarPerubahanBentuk Perubahan
Kau (membeli)u ekae
Matsu (menunggu)tsu temate
Suwaru (duduk)ru resuware
Nomu (minum)mu menome
Shinu (mati)nu neshine
Yobu (memanggil)bu beyobe
Kaku (menulis)ku kekake
Isogu (bergegas)gu geisoge
Hanasu (berbicara)su sehanase

Bentuk Perintah / Formal

Kata Kerja DasarPerubahanBentuk Perubahan
Kau (membeli)u i + nasaikainasai
Matsu (menunggu)tsu chi + nasaimachinasai
Suwaru (duduk)ru ri + nasaisuwarinasai
Nomu (minum)mu mi + nasainominasai
Shinu (mati)nu ni + nasaishininasai
Yobu (memanggil)bu bi + nasaiyobinasai
Kaku (menulis)ku ki + nasaikakinasai
Isogu (bergegas)gu gi + nasaiisoginasai
Hanasu (berbicara)su shi + nasaihanashinasai
Contoh Kalimat :
Hayaku kake!
Kore, nome!
Isu ni suwarinasai.
Jugyou de tsukau kara, raishuu made ni kono kyoukasho wo kainasai.

Kanou-doushi (Bentuk Kata Kerja Potensial / Bisa / Dapat)

Kata Kerja DasarPerubahanBentuk Perubahan
Kau (membeli)u e + rukaeru
Matsu (menunggu)tsu te + rumateru
Suwaru (duduk)ru re + rusuwareru
Nomu (minum)mu me + runomeru
Shinu (mati)nu ne + rushineru
Yobu (memanggil)bu be + ruyoberu
Kiku (mendengar)ku ke + rukikeru
Isogu (bergegas)gu ge + ruisogeru
Hanasu (berbicara)su se + ruhanaseru

Sebagai tambahan, “bisa melihat” selain kikeru bisa juga menggunakan kikoeru. Kikoeru diartikan “terdengar”, dan digunakan saat pembicara menangkap bunyi secara tidak sengaja atau spontan.

Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifru nai
Bentuk lampau / negatif lampauru ta / ru nakatta
Bentuk masu / masu negatifru masu / ru masen
Bantuk lampau masu / lampau masu negatifru mashita / ru masendeshita
Bentuk teru te
Contoh Kalimat :
Asoko no jidouhanbaiki de juusu ga kaemasu.
Watashi wa nihon-go ga hanasemasu.
Kanojo wa osake ga nomemasen.
Kono apuri nara, muryou de takusan no kyoku ga kikeru.
Kaze ga fuku-on ga kikoeru.

Kinshi-kei (Bentuk Larangan)

Kata Kerja DasarPerubahanBentuk Perubahan
Suu (menghisap)u + nasuuna
Matsu (menunggu)tsu + namatsuna
Hashiru (berlari)ru + nahashiruna
Nomu (minum)mu + nanomuna
Shinu (mati)nu + nashinuna
Asobu (bermain)bu + naasobuna
Kaku (menulis)ku + nakakuna
Sawagu (ribut)gu + nasawaguna
Hanasu (berbicara)su + nahanasuna
Contoh Kalimat :
Koko de tabako wo suuna.
Rouka wo hashiruna.
Ano kouen de asobuna.
Kyoushitsu de sawaguna!

Ichi-dan-doushi (Kata Kerja Golongan II)

Kata kerja pada golongan ini umumnya berakhiran -iru (kami-ichi-dan-doushi) dan -eru (shimo-ichi-dan-doushi). Disebut ichi-dan-doushi (satu tahapan perubahan), dikarenakan hanya memiliki satu langkah perubahan vokal di akhir. Berbeda dengan kata kerja golongan 1 yang vokal akhir “u” bisa mengalami perubahan menjadi “a”, “i”, “o” dan “e”, vokal akhir pada kata kerja golongan 2 tidak mengalami perubahan ke dalam 5 vokal.

Sama halnya dengan perubahan bentuk pada go-dan-doushi, untuk mengetahui cara perubahannya, terlebih dahulu kita harus mengetahui bentuk dasar atau bentuk kamus dari kata kerja golongan II ini.

Kata Kerja Bentuk Dasar (Bentuk Kamus / Jisho-kei)

Berikut beberapa contoh kata kerja dasar atau kamus yang termasuk ke dalam ichi-dan-doushi.

Akhiran Kata KerjaContoh Kata Kerja
Akhiran iruOkiru (bangun)
Kariru (meminjam)
Miru (melihat)
Akhiran eruNeru (tidur)
Taberu (makan)
Oshieru (mengajar)

Sebagai tambahan, kata kerja bentuk kamus ini sering kali digunakan dalam percakapan yang bernuansa kasual.

Contoh Kalimat :

Ku-ji ni okiru.
Hon wo kariru.
Terebi wo miru.
Mai nichi, juu-ji kara roku-ji made neru.
Sushi wo taberu.
Nihon-go wo oshieru.

Perubahan bentuk kata kerja ichi-dan-doushi umumnya cukup dengan mengubah akhiran ru, baik pada kata kerja berakhiran iru maupun eru.

Mizen-kei (Bentuk Negatif / Kehendak / Pasif / Kausatif)

Hitei-kei (Bentuk Negatif)

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan
ru nai
Okiru (bangun)okinai
Kariru (meminjam)karinai
Miru (melihat)minai
Neru (tidur)nenai
Taberu (makan)tabenai
Oshieru (mengajar)oshienai
Bentuk Perubahan Lainnya :

Bentuk Negatif Lampau : nai nakatta

Contoh Kalimat :
A : Mai asa, ku ji ni okiru?
B : Uun, ku-ji ni wa okinai.
Yaseru tameni, amai mono wa tabenai koto ni shimasu.
Minai toki wa terebi wo keshite oite kudasai.

Ikou-kei (bentuk maksud, kehendak, ajakan)

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan
ru ➝ you
Okiru (bangun)okiyou
Kariru (meminjam)kariyou
Miru (melihat)miyou
Neru (tidur)neyou
Taberu (makan)tabeyou
Yaseru (menurukan, menjadi kurus)yaseyou
Contoh Kalimat :
Issho ni eiga wo miyou.
Asoko no resutoran de tabeyou.
Kyou wa, hayaku neyou.
Ganbatte yaseyou.

Ukemi-kei / Sonkei (bentuk pasif / bentuk hormat)

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan
ru rareru
Okiru (bangun)okirareru
Kariru (meminjam)karirareru
Miru (melihat)mirareru
Sodateru (membesarkan)sodaterareru
Tateru (membangun)taterareru
Homeru (memuji)homerareru
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifrareru rarenai
Bentuk lampau / negatif lampaurareru rareta / rareru rarenakatta
Bentuk masu / masu negatifrareru raremasu / rareru raremasen
Bantuk lampau masu / lampau masu negatifrareru raremashita / rareru raremasendeshita
Bentuk terarareru rarete
Contoh Kalimat :
Watashi wa kodomo no toki, haha wo nakushita node, sobo ni sodateraremashita.
Watashi wa sensei ni hatsuon wo homeraremashita.
Ni-hyaku-nen mae ni ano tera ga tateraremashita.
Sensei wa ima denwa wo kakerarete imasu.

Shieki-kei (Bentuk Kausatif)

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan
ru saseru
Okiru (bangun)okisaseru
Kiru (memakai)kisaseru
Miru (melihat)misaseru
Taberu (makan)tabesaseru
Shiraberu (mencari)shirabesaseru
Atsumeru (mengumpulkan)atsumesaseru
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifsaseru sasenai
Bentuk lampau / negatif lampausaseru saseta / saseru sasenakatta
Bentuk masu / masu negatifsaseru sasemasu / saseru sasemasen
Bantuk lampau masu / lampau masu negatifsaseru sasemashita / saseru sasemasen deshita
Bentuk tesaseru sasete
Contoh Kalimat :
Haha wa kodomo ni yasai wo tabesaseru.
Kachou wa buka ni shiryou wo atsumesasemashita.
Haha wa kodomo ni terebi wo misasemasen deshita.
Sensei wa gakusei ni jisho de shirabesasemasen.

Renyou-kei (Bentuk ~masu /~ta / ~te / ~tai)

Masu-kei

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan
ru masu
Okiru (bangun)okimasu
Kiru (memakai)kimasu
Miru (melihat)mimasu
Taberu (makan)tabemasu
Shiraberu (mencari)shirabemasu
Atsumeru (mengumpulkan)atsumemasu
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifmasu masen
Bentuk lampaumasu mashita
Bentuk negatif lampaumasu masendeshita
Contoh Kalimat :
Watashi wa mainichi, roku-ji ni okimasu.
Kanojo wa seetaa wo kimashita.
Kinou, raamen wo tabemashita.
Kono eiga wa mada mimasendeshita.

Ta-kei / Te-kei

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan Ta-kei
ru ta
Bentuk Perubahan Ta-kei
ru te
Okiru (bangun)okitaokite
Kiru (memakai)kitakite
Miru (melihat)mitamite
Taberu (makan)tabetatabete
Suteru (membuang)sutetasutete
Katadzukeru (membereskan)katadzuketakatadzukete
Contoh Kalimat :
Shokuji wo tabeta ato de, kaisha e ikimasu.
Yuushoku wo tabete kara, kusuri wo nomimasu.
Kochira no doresu wo kite mite kudasai.
Yamada-san wa yuurei wo mita koto ga arimasu.
Koko ni gomi wo sutete wa ikemasen.
Kono shigoto wo katadzuketa ato de, kaerimasu.

Tai-kei

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan Ta-kei
ru tai
Okiru (bangun)okitai
Kariru (meminjam)karitai
Miru (melihat)mitai
Taberu (makan)tabetai
Suteru (membuang)sutetai
Katadzukeru (membereskan)katadzuketai
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatiftai takunai
Bentuk lampautai takatta
Bentuk negatif lampautai takunakatta
Contoh Kalimat :
Kono hon wa omoshiroi node, mata karitai desu.
Watashi wa sushi wo tabetai desu.
Nani mo mitakunai.

Katei-kei (Bentuk Maksud / Syarat)

Ba-kei (bentuk maksud, syarat) / Positif

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan Ta-kei
ru reba
Okiru (bangun)okireba
Kariru (meminjam)karireba
Miru (melihat)mireba
Ageru (memberi)agereba
Dekiru (bisa)dekireba
Katadzukeru (membereskan)katadzukereba

Ba-kei (bentuk maksud, syarat) / Negatif

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan Ta-kei
ru nakereba
Okiru (bangun)okinakereba
Kariru (meminjam)karinakereba
Miru (melihat)minakereba
Ageru (memberi)agenakereba
Dekiru (bisa)dekinakereba
Katadzukeru (membereskan)katadzukenakereba
Contoh Kalimat :
Chizu wo minakereba, michi ni mayoimasu yo.
Kono hana wo agereba, kanojo wa kitto yorokobu deshou.
Dare demo ie de shigoto ga dekireba, tsuukin rasshu wa naku narimasu ne.
Ashita go-ji ni okinakereba, ma ni aimasen.

Meirei-kei (Bentuk Perintah)

Bentuk Perintah / Non-Formal

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan Ta-kei
ru ro
Okiru (bangun)okiro
Kariru (meminjam)kariro
Miru (melihat)miro
Deru (keluar)dero
Neru (tidur)nero
Katadzukeru (membereskan)katadzukero

Bentuk Perintah / Formal

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan Ta-kei
ru nasai
Okiru (bangun)okinasai
Kariru (meminjam)karinasai
Miru (melihat)minasai
Deru (keluar)Denasai
Neru (tidur)nenasai
Katadzukeru (membereskan)katadzukenasai
Contoh Kalimat :
Hayaku okiro yo!
Koko kara dero!
Mou osoi kara hayaku nenasai.
Eiyou no baransu ga yoku naru kara, yasai mo takusan tabenasai.

Kanou-doushi (Bentuk Kata Kerja Potensial / Bisa / Dapat)

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan Ta-kei
ru rareru
Okiru (bangun)okirareru
Kariru (meminjam)karirareru
Miru (melihat)mirareru
Taberu (makan)taberareru
Neru (tidur)nerareru
Katadzukeru (membereskan)katadzukerareru

Sebagai tambahan, “bisa melihat” selain mirareru bisa juga menggunakan mieru. Mieru bisa diartikan “terlihat”, digunakan saat pembicara menangkap suatu objek dengan mata secara spontan atau tidak sengaja.

Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifrareru rarenai
Bentuk lampau / negatif lampaurareru rareta / rareru rarenakatta
Bentuk masu / masu negatifrareru raremasu / rareru raremasen
Bantuk lampau masu / lampau masu negatifrareru raremashita / rareru raremasendeshita
Bentuk terarareru rarete

Contoh Kalimat :

Toshokan de rekishi no hon ga karirareru.
Netto kafe de meeru ga miraremasu.
Mado kara hanabi ga tooku ni miemashita.
Yuube nerarenakatta.
Kodomo no koro ninjin ga taberaremasen deshita.

Kinshi-kei (Bentuk Larangan)

Kata Kerja
eru/iru
Bentuk Perubahan Ta-kei
ru + na
Okiru (bangun)okiruna
Kariru (meminjam)kariruna
Miru (melihat)miruna
Taberu (makan)taberuna
Tomeru (berhenti)tomeruna
Suteru (membuang)suteruna

Contoh Kalimat :

Koko de taberuna.
Kore wa “chuurin kinshi” to yomimasu. Jitensha wo tomeruna to iu imi desu.
Kono maaku wa gomi wo suteruna to iu imi desu.

Fukisoku-doushi (Kata Kerja Golongan III)

Yang istimewa dari kata kerja golongan ini adalah hanya terdapat dua kata kerja, yaitu kuru dan suru.

Kata Kerja Bentuk Dasar (Bentuk Kamus / Jisho-kei)

Ka-henkuru (datang)
Sa-hensuru (melakukan)

Kuru dan suru adalah bentuk dasar atau bentuk kamus (jishou-kei) dari kata kerja golongan III ini. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kata kerja golongan ini adalah kata kerja yang bentuk perubahannya tidak beraturan. Namun, karena hanya dua kata kerja, tentu saja mudah untuk kalian ingat.

Untuk kata kerja suru biasanya digabungkan dengan kata benda untuk membentuk kata kerja yang sempurna, dan artinya disesuaikan dengan makna dari kata benda tersebut. Mari perhatikan pada contoh-contoh kalimat di bawah ini!

Sebagai tambahan, kata kerja bentuk kamus ini sering kali digunakan dalam percakapan yang bernuansa kasual.

Contoh Kalimat :

Ashita no paatii kuru?
Konya, tomodachi ga kuru kamoshiremasen.
Nenmatsu wa nihon e ryokou suru to omoimasu.
Raishu tesuto na node, ashita wa ie de benkyou suru koto ni shimasu.

Mizen-kei (Bentuk Negatif / Kehendak / Pasif / Kausatif)

Hitei-kei (bentuk negatif)

Kurukonai
Surushinai
Bentuk Perubahan Lain :

Bentuk Negatif Lampau : nai nakatta

Contoh Kalimat :
Ken-san wa konai kamoshiremasen.
Michiko-san wa ashita no jugyou ni konai to itteimasu.
Ashita no kaigi ni wa shusseki shinai kamoshiremasen.
Ashita kara chikoku shinai you ni shite kudasai.

Ikou-kei (bentuk maksud, kehendak, ajakan)

Kurukoyou
Surushiyou
Contoh Kalimat :
Ashita mo koyou.
Isshou-kenmei renshuu shiyou.
Kare to kekkon shiyou to omotteimasu.
Ame ga futteiru node, sentaku shiyou nimo sentaku dekinakatta.

Ukemi-kei / Sonkei (bentuk pasif / bentuk hormat)

Kurukorareru
Surusareru
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifkorarenaisarenai
Bentuk lampau / negatif lampaukorareta / korarenakattasareta / sarenakatta
Bentuk masu / masu negatifkoraremasu / koraremasensaremasu / saremasen
Bantuk lampau masu / lampau masu negatifkoraremashita / koraremasen deshitasaremashita / saremasen deshita
Bentuk tekoraretesarete
Contoh Kalimat
Watashi wa kyaku ni korarete, komarimashita.
Kare wa Tanaka-san ni shoutai saremashita.
Rainen no haru, kanojo no shousetsu ga shuppan saremasu.
Hantoshi goto ni shinseihin ga kaihatsu sarete imasu.
Gakuchou ga saki ni aisatsu saremashita.
Buchou wa itsumo yasumi ni gorufu wo sarete imasu.

Shieki-kei (bentuk kausatif)

Kurukosaseru
Surusaseru
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifkosasenaisasenai
Bentuk lampau / negatif lampaukosaseta / kosasenakattasaseta / sasenakatta
Bentuk masu / masu negatifkosasemasu / kosasemasensasemasu / sasemasen
Bantuk lampau masu / lampau masu negatifkosasemashita / kosasemasen deshitasasemashita / sasemasen deshita
Bentuk tekosasetesasete
Contoh Kalimat :
Hito ni wazawaza yatte kosaseru.
Sensei wa seito ni nihon-go de jikoshoukai sasemashita.
Ruumumeito ni ie no souji wo sasemashita.

Renyou-kei (Bentuk ~masu /~ta / ~te / ~tai)

Masu-kei

Kurukimasu
Surushimasu
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifmasu masen
Bentuk lampaumasu mashita
Bentuk negatif lampaumasu masendeshita
Contoh Kalimat :
Nan-ji ni kaisha e kimasuka.
Kinou, Tanaka-san ga kimashita.
Ame de mo, sakka wo renshuu shimasu.
Isshou-kenmei ganbatta tsumori desu ga, tesuto ni goukaku shimasen deshita.

Ta-kei / Te-kei

Kata KerjaBentuk Perubahan
Ta-kei ru ta
Bentuk Perubahan
Te-kei ru te
Kurukitakite
Surushitashite
Contoh Kalimat :
Gakkou e kita toki, robii de Yamada-Sensei ni aimashita.
Nihon ni kite kara, osake wo nomu you ni narimashita.
Kare wa daigaku wo taigaku shita sou desu.
Neko ni hikkakarete, kao ni kega shita.
Chichi to soudan shite, rainen ryuugaku suru koto ni shimashita.
Nihon no tomodachi ni Toukyou wo an’nai shite itadakimashita.

Tai-kei

Kurukitai
Surushitai
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatiftai takunai
Bentuk lampautai takatta
Bentuk negatif lampautai takunakatta
Contoh Kalimat :
Rainen mo mata koko e kitai desu.
Zutto koko ni kitakatta no!
Sotsugyou suru mae ni, minna to ryokou shitai desu.
Yoyaku wo kyanseru shitai desu.

Katei-kei (Bentuk Maksud / Syarat)

Ba-kei (bentuk maksud, syarat) / Positif

Kurukureba
Surusureba

Ba-kei (bentuk maksud, syarat) / Negatif

Kurukonakereba
Surushinakereba
Contoh Kalimat :
Haru ga kureba, hana ga saku.
Mai nichi renshuu sureba, jouzu ni naru yo.
Kono hoomupeeji kara yoyaku sureba, hayai desu yo.
Isshou-kenmei benkyou shinakereba, goukaku dekimasen yo.
Yukkuri setsumei shinakereba, dare mo rikai dekimasen.

Meirei-kei (Bentuk Perintah)

Bentuk Perintah / Non-Formal

Kurukoi
Surushiro

Bentuk Perintah / Formal

Kurukinasai
Surushinasi
Contoh Kalimat :
Sara motte koi!
Hima nara tetsudatte koi.
Saa, kinasai! Isoide!
Ashita gakkou e kinasai.
Chanto shigoto shiro!
Suki ni shiro!
Shinpai shiteiru kara, renraku shinasai.
Shukudai wo shinasai.

Kanou-doushi (Bentuk Kata Kerja Potensial / Bisa / Dapat)

Kurukorareru
Surudekiru
Bentuk Perubahan Lain :
Bentuk negatifkorarenaidekinai
Bentuk lampau / negatif lampaukorareta / korarenakattadekita / dekinakatta
Bentuk masu / masu negatifkoraremasu / koraremasendekimasu / dekimasen
Bantuk lampau masu / lampau masu negatifkoraremashita / koraremasen deshitadekimashita / dekimasen deshita
Bentuk tekoraretedekite

Contoh Kalimat :

Ashita no paatii e koraremasuka?
Sukii ga dekimasuka?
Ee, kochira no mado guchi de, goyoyaku dekimasuyo.
Sensei, konshuuchuu no repooto wo teishutsu dekimasen.
Sensei ni oshiete itadaita okagede, shiken ni goukaku dekimashita.

Kinshi-kei (Bentuk Larangan)

Kurukuruna
Surusuruna

Contoh Kalimat :

Mou, koko ni kuruna!
Kuruna to itte mo kanojo wa kuru yo. 
Kenka wo suruna!
Ashita, gakkou ni chikoku suruna!
Kou iu koto wa nidoto suruna!

Menominakan Kata Kerja

Sebagai tambahan, ketiga golongan kata kerja di atas bisa diubah ke dalam kata benda. Nominalisasi kata kerja bahasa Jepang ada 3 cara, yaitu sebagai berikut.

Menambahkan ~ koto atau ~no

Dalam tata bahasa Jepang, menambahkan ~koto atau ~no setelah kata kerja merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan kata kerja sebagai kata benda. Secara umum, kalian bisa menggunakan ~koto dan ~no untuk mengubah kata kerja menjadi kata benda. Namun, dalam beberapa kasus ada kata kerja yang hanya bisa menggunakan ~koto, ada juga yang hanya bisa menggunakan ~no saja.

Pada dasarnya, kata kerja yang bisa diubah menjadi kata benda dengan menambahkan ~no dan ~koto adalah kata kerja bentuk dasar atau bentuk kamus (jisho-kei), bentuk dasar negatif (~nai kei), bentuk lampau (~ta kei), atau kata kerja yang terdapat dalam pola kalimat ~te iru.

Sebagai tambahan, dalam percakapan kasual sehari-hari, menambahkan ~no untuk menominakan kata kerja, lebih sering digunakan dibandingkan dengan penambahan ~koto. Namun, seperti yang sudah disebutkan di atas, hal itu akan tergantung pada topik yang kalian bicarakan.

Pola Perubahan :
  • Kata kerja jisho-kei + koto/no
  • Kata kerja nai-kei + koto/no
  • Kata kerja ta-kei + koto/no
  • Kata kerja pola kalimat te iru + koto/no

Perhatikan kedua contoh kalimat di bawah ini!

Hon wo yomu.
Hon wo yomu koto/no ga suki desu.

Pada kalimat pertama yomu (membaca) sebagai kata kerja menunjukkan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan, sedangkan pada kalimat kedua, yomu koto dan yomu no sudah berubah menjadi kata benda menunjukkan “hal tentang membaca” yang digunakan untuk mengungkapkan ekspresi tertentu, dalam hal ini yaitu “sesuatu yang disukai”.

Keadaan Ketika ~koto dan ~no Bisa Digunakan

Penambahan ~koto dan ~no untuk menominakan kata kerja umumnya berfungsi untuk mengekspresikan emosi, kualifikasi atau penilaian.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini!

Contoh Kalimat :
Gaikokugo wo benkyou suru koto/no wa tanoshii desu.
Yamada-san ga shiken ni goukaku shita koto/no wo shirimashita.
Kesa, jishin ga atta koto/no wa shiranakatta.
Chichi ga shou wo moratta koto/no wo totemo ureshiku omoimasu.
Hon wo motte kuru koto/no wo wasureta.

Keadaan Ketika Hanya ~koto yang Bisa Digunakan

1. Sebelum ~desu/~da/~de aru di Akhir Kalimat

Kata kerja yang ditambahkan ~koto sebelum ~desu/~da/~de aru berubah bentuk menjadi kata benda. Sedangkan ketika ~no yang ditambahakan pada pola kalimat seperti ini, kata kerja tidak berubah menjadi kata benda, tetapi ~no berlaku sebagai modalitas yang digunakan sebagai ekspresi mengungkapkan perasaan pembicara.

Contoh Kalimat :
A : Oshigoto wa nan desuka?
B : Nihongo wo oshieru koto desu.
Watashi no shumi wa eiga wo miru koto desu.
Yamada-san no yume wa jibun no kaisha wo tsukuru koto desu.
Kare no shumi wa shashin wo toru koto desu.
2. Ekspresi Tetap

Berikut beberapa pola kalimat ekspresi tetap di mana kata kerja bisa berubah menjadi kata benda dengan menambahkan ~koto.

Pola Kalimat Ekspresi Tetap
  • Memutuskan / Menetapkan / Kebiasaan : ~koto ni suru
  • Hasil / Keputusan / Peraturan : ~koto ni naru
  • Pengalaman / Kesempatan : ~koto ga aru
  • Kemampuan : ~koto ga dekiru
  • Pemikiran : ~koto wo susumeru / ~koto wo kan’gaeru
  • Lainnya : ~koto wa nai / ~koto ga hitsuyou / ~koto ga taisetsu / ~koto ni kimeru / ~koto wo yakusoku
Contoh Kalimat :
Shigoto wo yameru koto ni shita.
Raishuu, Toukyou e shuppatsu suru koto ni natta.
Shain ni nattara Toukyou de hitori-gurashi wo suru koto ni narimashita.
Fuji-san ni nobotta koto ga aru.
Waza-waza iku koto wa nai. Meeru ka denwa wo sureba ii yo.
Aishi au mae ni shinji au koto ga taisetsu desu.
Shumi wo motsu koto ga hitsuyou da to omou.
Daigakuin wo ukeru koto ni kimeta.
Nido to chikoku shinai koto wo yakushoku shimasu.
Watashi wa Igirisu ni ryuugaku suru koto wo kan’gaete iru.

Keadaan Ketika Hanya ~no yang Bisa Digunakan

1. Menekankan Hubungan Antar Kata dalam Kalimat

Menominakan kata kerja dengan menambahkan ~no bisa berfungsi sebagai penekanan hubungan kata kerja tersebut dengan kata lainnya. Jika dalam kalimat biasa kata kerja diposisikan sebagai predikat, maka dalam situasi ini kata kerja yang sudah berubah menjadi kata benda diposisikan sebagai subjek. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh-contoh di bawah ini.

Contoh Kalimat :
Watashi ga chuumon shita no wa supagetti da.
Keeki wo tabeta no wa Takeru-san desu.
Kinou itta no wa Aomori desu.
2. Ketika Berhadapan dengan Kata Kerja Persepsi (Chikaku-doushi)

Chikaku-doushi adalah kata kerja yang berhubungan dengan pancaindera. Di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Miru (melihat)
  • Mieru (terlihat, bisa melihat)
  • Kiku (mendengar)
  • Kikoeru (terdengar, bisa mendengar)
  • Kanjiru (merasakan)
  • Kidzuku (menyadari)
Contoh Kalimat :
Kanata-san ga isoide hashitte iru no wo mita.
Kare ga utau no wo kiita.
Genki ga deru no wo kanjiru.
Kuruma ga chikazuite kuru no ga kikoeru.
Kare ga ano heya ni haitte iku no ga mieta.
2. Ketika Berhadapan dengan Kata Kerja yang Mewakili Tindakan Tertentu

Ketika menghandapi kata kerja tertentu, menominakan kata kerja hanya bisa menggunakan ~no saja. Berikut kata kerja tindakan yang paling sering digunakan.

  • Tomeru (berhenti)
  • Matsu (menunggu)
  • Tetsudau (membantu)
Contoh Kalimat :
Kare ga kuru no wo machimasu.
Haha ga ryouri wo tsukuru no wo tetsudau.
Watashi wa, kare ga shigoto wo yameyou to shite iru no wo tometa.

Tensei Meishi (Kata Benda Peralihan)

Tensei meishi adalah jenis kata benda yang terbentuk dari transformasi atau perubahan yang terjadi pada kelas kata lain, yaitu kata kerja dan kata sifat yang berubah menjadi kata benda. Kata kerja yang sudah menjadi tensei meishi sering juga disebut magirawashii meishi (kata benda ambigu), karena beberapa di antaranya membingungkan untuk dibedakan.

Kata kerja yang berubah menjadi tensei meishi adalah bentuk kata kerja renyou-kei, tepatnya masu-kei. Dengan menghilangkan “masu” , maka kata kerja tersebut sudah berubah menjadi tensei meishi. Sama halnya dengan kata benda pada umumnya yang bisa diposisikan sebagai topik utama atau subjek dalam kalimat, tensei meishi pun bisa berfungsi sebagai topik utama sebuah kalimat.

Jenis Kata Kerja yang Bisa Berubah Menjadi Tensei Meishi

1. Gerakan / Aksi yang Dilakukan

Berikut beberapa contoh kata kerja pada kelompok ini.

Kata Kerja ~masu keiTensei Meishi
Oyogimasu (berenang)oyogi (renang, berenang)
Waraimasu (tertawa)warai (tawa)
Oshiemasu (mengajar)oshie (ajaran, doktrin)
Hanashimasu (berbicara, menceritakan)hanashi (cerita, kisah)
Kan’gaemasu (memikirkan)kan’gae (pemikiran, ide)
Nayamimasu (membingungkan)nayami (masalah, kesulitan)
Nozomimasu (mengharapkan)nozomi (harapan)
2. Hasil Gerakan / Aksi yang Dilakukan (Kata Kerja Transitif / Intransitif)

Berikut beberapa contoh kata kerja pada kelompok ini.

Kata Kerja ~masu keiTensei Meishi
Tsutsumimasu (membungkus)tsutsumi (bungkusan, paket)
Kazarimasu (menghias)kazari (dekorasi)
Nokorimasu (menyisakan)nokori (sisa, lainnya)
Chigaimasu (membedakan)chigai (perbedaan, kesalahan)
Nikomimasu (merebus)nikomi (rebusan)
3.Gerakan / Aksi yang Mewakili Subjek

Berikut beberapa contoh kata kerja pada kelompok ini.

Kata Kerja ~masu keiTensei Meishi
Tetsudaimasu (membantu)tetsudai (bantuan, pembantu, asisten)
Minaraimasu (mempelajari, mencontoh)minarai (murid, pemagang)
Nagaremasu (mengalir)nagare (aliran, arus)
Tsudzukimasu (melanjutkan)tsudzuki (sekuel, kelanjutan, sambungan)
Kawarimasu (menggantikan)kawari (pengganti)
4. Penerima Gerakan / Aksi yang Dilakukan Subjek

Berikut beberapa contoh kata kerja pada kelompok ini.

Kata Kerja ~masu keiTensei Meishi
Hikidashimasu (menarik)hikidashi (laci tarik, penarikan)
Hirakimasu (membuka)hiraki (bukaan, celah)
Kasanemasu (menumpuk, menambahkan)kasane (tumpukan, lapisan)
5. Alat yang Melakukan Gerakan / Aksi

Berikut beberapa contoh kata kerja pada kelompok ini.

Kata Kerja ~masu keiTensei Meishi
Hakarimasu (mengukur)hakari (pengukur)
Hasamimasu (menyisipkan)hasami (penjepit, gunting)
Tsunagimasu (mengikat, menghubungkan)tsunagi (tambalan)
6. Tempat Gerakan / Aksi Dilakukan

Berikut beberapa contoh kata kerja pada kelompok ini.

Kata Kerja ~masu keiTensei Meishi
Hajimemasu (memulai)hajime (permulaan, awal)
Owarimasu (mengakhiri, berakhir)owari (akhir, ujung)
Tomarimasu (menginap)tomari (persinggahan)
7. Aliran Waktu Ketika Gerakan / Aksi Dilakukan

Berikut beberapa contoh kata kerja pada kelompok ini.

Kata Kerja ~masu keiTensei Meishi
Hajimarimasu (memulai)hajimari (permulaan, awal, asal)
Yasumimasu (libur)yasumi (libur, liburan)
Shimekirimasu (menutup, mengunci, memutuskan)shimekiri (deadline, tenggat waktu)
Contoh Kalimat :
Kare no hanashi ga uso no hazu ga nai.
Ryoushin ga kan’gae wo kaeru no wa muzukashii.
Watashi wa warai wo koraeru koto ga dekinakatta.
Kare wa subete no nozomi wo suteta.
Oyogi wo mi ni tsukeru no wa kantan-na kotoda.
Nokori wa anata ni omakase shimasu.
Kare wa sono futago no chigai wo nanra kidzuku koto ga dekinakatta.
Tsutsumi wo akete kudasai.
Kono hen de yamete, tsudzuki wa ashita yarimashou.
Nagare wa ike ni sosoide iru.
Kare wa kawari no keikaku wo teian shita. 
Nanigoto ni mo kanarazu owari ga aru.

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang bagaimana pembentukan perubahan pada kata kerja bahasa Jepang. Dapat disimpulkan bahwa, perubahan bentuk kata kerja bahasa Jepang sangat dipengaruhi oleh kelas konjugasi kata kerja bahasa Jepang yang terdiri dari go-dan-doushi, ichi-dan-doushi dan fukisoku-doushi. Perubahan bentuk ini sangat penting kalian ingat karena akan sering digunakan dalam pembentukan kalimat. Selain itu, dengan memahami perubahan kata kerja akan semakin memudahkan kalian dalam melakukan percakapan dalam bahasa Jepang.

Semoga penjelasan di atas mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa terus ikuti berbagai informasi seputar Jepang dan bahasa Jepang lainnya di Kepo Jepang.

Sebelum membaca artikel lainnya, yuk kita perhatikan beberapa hal di bawah ini!

Q) Dibagi ke dalam berapa golongan kah kata kerja dalam bahasa Jepang?

A) Kata kerja dalam bahasa Jepang dibagi ke dalam 3 golongan. Golongan I (go-dan-doushi), atau kata kerja berakhiran “u/tsu/ru/mu/nu/bu/ku/gu/su”. Golongan II (ichi-dan-doushi), kata kerja berakhiran “iru/eru”. Dan golongan III (fukisoku-doushi, tidak beraturan), yang hanya ada dua kata kerja saja, “kuru” dan “suru”.

Q) Apa bedanya “mieru” dan “mirareru”, “kikeru” dan “kikoeru”?

A) “Kikeru” suara yang bisa kita dengar secara terduga, sedangkan “kikoeru” secara harfiah diartikan “terdengar”, dan digunakan saat pembicara menangkap bunyi secara tidak sengaja atau spontan. Begitu juga dengan “mirareru” bisa melihat sesuatu dalam situasi terduga, sedangkan “mieuru” yang diartikan “terlihat”, digunakan saat pembicara menangkap suatu objek dengan mata secara spontan atau tidak sengaja.

Q) Bagaimana cara menggunakan “suru”?

A) “Suru” bisa digunakan sendiri, misalnya “kata benda + partikel wo + suru (tenisu wo suru/bermain tenis). Atau menggunakannya secara langsung tanpa partikel wo, menjadi “tenisu suru”.

Q) Bagaimana perubahan bentuk kata kerja “iku” ke dalam bentuk “te” dan “ta”?

A) Kata kerja “iku” merupakan kata kerja pengecualian ketika diubah ke dalam bentuk “te” dan “ta”. Walaupun akhiran silabelnya “ku”, tetapi tidak berubah menjadi “iita” dan “iite”, tetapi menjadi “itta” dan “itte”.

Jika kalian penasaran dengan pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, langsung baca saja di halaman ini ya!