Simak salah satu partikel bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

Kali ini adalah tentang partikel “e”. Apakah kalian pernah mendengar partikel ini?

Bagaimana penggunaan partikel “e”?

Partikel “e” ketika ditulis dalam bahasa Jepang akan menggunakan huruf “he” (へ), tetapi dibaca “e”. Partikel ini memiliki dua fungsi, yaitu untuk menunjukkan:

1.Arah tujuan (ke)

Pola kalimatnya adalah keterangan tempat + partikel “e” + kata kerja

Dalam hal ini, partikel “e” berarti “ke” yang menunjukkan arah pergerakan. Misalnya “kaisha e iku”, yang artinya “pergi ke kantor”.

2.Penerima/target yang dituju (untuk, kepada)

Pola kalimatnya adalah keterangan target/penerima + partikel “e” + biasanya ditambah partikel “no” + kata kerja

Pada pola ini, partikel e“ diartikan dengan “untuk/kepada”.

Kemudian, baik untuk arti 1 atau pun arti 2, ketika ingin mengungkapkan suatu kata benda yang merupakan gabungan dari dua kata benda, biasanya akan digunakan gabungan dua partikel, yaitu partikel “e” dan “no”. Misalnya, “gakusei e no shitsumon” yang berarti “pertanyaan untuk pelajar”.  

Untuk lebih mudah memahaminya, mari lihat contoh kalimat di bawah ini yuk!

Contoh kalimat

1.Arah tujuan (ke)

Mainichi, aruite gakkou e ikimasuka?
Setiap hari apakah (Anda) pergi ke sekolah dengan berjalan kaki?
Kinou, yoru shichi-ji ni uchi e kaerimashita.
Kemarin, (saya) pulang ke rumah pada pukul 7 malam.
Kono michi wa eki e no michi desu yo ne?
Jalan ini adalah jalan menuju ke arah stasiun ya?
Kochira e douzo.*
Silakan ke arah ini.

*Ungkapan ini adalah bentuk sopan ketika memberitahu lawan bicara untuk pergi ke suatu tempat yang diarahkan oleh pembicara. Ungkapan ini sering terdengar di situasi formal, termasuk di toko/restoran di Jepang.

2.Penerima/target yang dituju (untuk, kepada)

Haha e no tegami wo kaite imasu.
(Saya) sedang menulis surat yang ditujukan kepada ibu.
Naoko-chan e.*
Untuk Naoko.

*Ungkapan ini biasanya ditulis di bagian awal surat yang bersifat non-formal.

Kore wa tomodachi e no omiyage desu.
Ini adalah oleh-oleh yang ditujukan kepada teman.
Shingata korona uirusu kansenshou taisaku e no go-kyouryoku wo onegai shimasu.
Mohon bantuannya dalam bekerja sama untuk bertindak mengatasi penyebaran penyakit virus korona baru.

Catatan penting

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya mengenai partikel “ni”, partikel “ni” dan partikel “e” bisa saling menggantikan tetapi hanya untuk beberapa kasus tertentu. Partikel “e” pada contoh kalimat penjelasan nomor 1 di atas bisa digantikan dengan partikel “ni”. Hal itu karena keduanya sama-sama menunjukkan fungsi yang dalam bahasa Indonesia berarti “ke”.

Ingatlah bahwa nuansa arti dari partikel “e” dan partikel “ni“ berbeda, karena partikel e lebih merujuk pada arah pergerakan, sedangkan partikel ni merujuk pada titik tujuan dan ada nuansa masuk ke dalam lokasi tujuan tersebut.

Akan tetapi, partikel “e” pada penjelasan nomor 2 tidak bisa diganti dengan partikel “ni”. Meski terdapat partikel “ni” yang berarti “kepada”, konteks penggunaan partikel tersebut berbeda dengan partikel “e” di sini.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami penggunaan partikel “e”?

Partikel ini secara sederhana memiliki dua arti, yaitu untuk menunjukkan arah tujuan yang diartikan dengan kata “ke”, serta untuk menunjukkan penerima yaitu yang diartikan dengan kata “untuk/kepada”.

Semoga informasi kali ini bermanfaat. Jangan lupa untuk mengikuti informasi belajar bahasa Jepang dan informasi seputar Jepang lainnya dari web Kepo Jepang ini ya!