Simak satu onomatope dalam bahasa Jepang yang sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari, yuk!

Onomatope bahasa Jepang hari ini adalah “bura-bura”. Apakah kalian pernah mendengar kata “bura-bura”?

Apa Arti “Bura-Bura”?

Onomatope “bura-bura” memiliki beberapa arti. Dalam bahasa Indonesia “bura-bura” dapat digunakan untuk mengungkapkan keadaan atau aktivitas “berjalan-jalan/berkeliling dengan santai tanpa tujuan”, “bersantai tanpa melakukan aktivitas apa pun”, serta untuk “sesuatu yang berayun secara perlahan”.

Di antara ketiga arti tersebut, dalam aktivitas sehari-hari, kita akan lebih sering mendengar orang Jepang menggunakan onomatope ”bura-bura” untuk aktivitas “berjalan-jalan atau berkeliling di suatu tempat tanpa tujuan yang jelas”.

Untuk lebih mudah memahaminya, mari lihat beberapa contoh kalimat berikut ini!

Contoh Kalimat

Hima na toki wa yoku ie no chikaku ni aru kouen wo bura-bura sanpo shimasu.
(Saat ada waktu luang saya sering berjalan-jalan/berkeliling dengan santai di taman dekat rumah.)
Meikaku na mokuteki mo naku, tada hitasura bura-bura suru koto ga suki desu.
(Saya suka hanya sekadar berjalan-jalan tanpa tujuan yang jelas.)
Tsui sakki made kinjo wo bura-bura to aruite ita.
(Sampai barusan aku berjalan-jalan dengan santai di sekitar rumah.)
Mooru no naka de iro iro na omise wo minagara bura-bura suru.
(Aku berkeliling sambil melihat berbagai toko di dalam mall.)
Ima wa hito ga takusan atsumatte iru tokoro wo bura-bura shinai hou ga ii kamoshirenai ne!
(Sekarang mungkin sebaiknya tidak berjalan-jalan dengan santai di tempat yang banyak ada orang berkumpul.) 
Ojiisan wa mou shigoto wo shinai kara, tada bura-bura to sugoshite iru.
(Karena kakek sudah tidak bekerja lagi, ia hanya menghabiskan waktu dengan bersantai tanpa aktivitas apa pun.)
Suru koto ga nakute, ie de bura-bura suru dake da.
(Tidak ada hal yang dilakukan, hanya bersantai di rumah.)
Chouchin ga kaze de bura-bura suru.
(Lentera berayun perlahan karena angin.)

Semoga informasi ini bermanfaat ya!