顔を出す! / Kao wo dasu!

Jika diartikan begitu saja, ungkapan diatas berarti “mengeluarkan kepala”. Akan tetapi, ungkapan di atas bukanlah kalimat biasa, melainkan idiom dalam bahasa Jepang.

Idiom adalah sebuah ungkapan yang memiliki arti tidak sama dengan aslinya, yang umumnya digunakan untuk mewakili ekspresi tertetu.

Anggota tubuh seperti wajah, kepala, dan mata sangatlah umum digunakan dalam idiom bahasa Jepang. Idiom yang kali ini akan diperkenalkan adalah idiom yang berhubungan dengan wajah atau kao. Melalui artikel ini kalian akan bisa memahami makna sesungguhnya dari ungkapan di atas dan bagaimana cara menggunakannya dengan benar.

Langsung saja simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Penjelasan “Kao wo Dasu”

  • Kao : wajah
  • Dasu : mengeluarkan, memperlihatkan

“Kao wo dasu” maksudnya adalah memperlihatkan wajah atau dengan kata lain berarti “memperlihatkan diri dalam suatu kegiatan”. “Kao wo dasu” juga dapat diartikan “hadir/ikut berpartisipasi”. Idiom ini memiliki makna positif, sehingga tidak cocok jika digunakan untuk mengungkapkan makna yang negatif.

Mungkin banyak yang berpikir kalau dalam bahasa Indonesia ungkapan ini seperti “setor muka”. Namun, perlu diperhatikan bahwa “setor muka” terkesan cukup negatif, tetapi “kao wo dasu” tidak mengandung makna negatif.

Lalu, apa bedanya “kao wo dasu” dengan “sanka suru” yang dalam bahasa Jepang berarti “berpartisipasi”? Perlu diperhatikan bahwa “kao wo dasu” sebenarnya merupakan ungkapan lain dari “sanka suru”, hanya saja “sanka suru” terkesan sedikit lebih aktif dalam berpartisipasi dibandingkan dengan “kao wo dasu”. Hal itu karena “kao wo dasu” cenderung digunakan untuk mengekspresikan maksud “memperlihatkan / menampakkan diri”.

Sebagai tambahan, arti “menampakan diri” dari “kao wo dasu” ini bisa digunakan selain untuk orang, seperti bulan dan matahari.

Contoh Kalimat

Saikin, saakuru ni ittenai kedo, raishuu wa kao wo dasu tsumori da yo!
Chotto karada no choushi ga warui kedo, ashita no kaigi ni wa kanarazu kao wo dasu yo!
Tanaka-kun ga hisashiburi ni benkyoukai ni kao wo dashite kureta kara, minna hontou ni ureshikatta!
Ashita wa shiken ga aru kara, kyou no renshuu ni wa kao wo dasanai koto ni shita.
Taiyou ga kumoma kara kao wo dashita
Watashi ga kao wo dasu to kanojo wa itsumo monku wo iu. 
Tsuki ga kumo no ushiro kara kao wo dashita.
Yamada-san wo nozoite min’na pātī ni kao wo dashita
Ohiru koro yatto taiyou ga kao wo dashita. 
Nidoto kao wo dasu na!

Kesimpulan

Itulah penjelasan idiom “kao wo dasu” yang bisa digunakan untuk mengungkapkan “kehadiran” atau “kemunculan” di suatu acara. Perlu kalian ingat, idiom ini tidak hanya berlaku bagi manusia saja, tetapi bisa juga digunakan untuk hal lain seperti bulan dan matahari.

Mempelajari idiom mungkin sulit karena arti aslinya yang terkadang berbeda dari makna harfiah kata itu sendiri. Tetapi dengan memahami setiap kata, kalian akan dengan mudah memahami makna setiap idiom. Semoga idiom yang dijelaskan kali ini pun mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa untuk mengecek idiom-idiom lainnya yang ada di Kepo Jepang ya!

Setelah melihat dan mempelajari idiom “kao wo dasu” di atas, mari kita ingat kembali dengan memperhatikan beberapa hal di bawah ini!

Ada tidak ungkapan yang artinya sama dengan “setor muka”?

Kalian bisa menggunakan ungkapan “kao wo dasu”. Tapi berbeda dengan “setor muka”, ungkapan ini lebih bermakna positif, yaitu hadir / menampakan diri / berpartisipasi dalam suatu acara.

Apa bahasa Jepangnya idiom?

Idiom dalam bahasa Jepang disebut “kan’youku”. Asal kalian tahu, idiom bahasa Jepang banyak loh yang menggunakan anggota tubuh, seperti me (mata), kao (wajah), atama (kepala), dan sebagainya.

Idiom selain “kao wo dasu” yang menggunakan “kao (wajah)”!

Selain kao wo dasu, beberapa yang sering muncul di antaranya “kao ga hiroi (memiliki banyak kenalan)”, “ooki na kao wo suru (berlagak sombong)”, “kao wo tateru (menjaga nama baik seseorang”.

Masih penasaran sama bahasa Jepang yang lainnya? Yuk langsung cek halaman ini saja!