Simak salah satu partikel bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

Kali ini adalah mengenai partikel “kara”. Apakah sebelumnya kalian pernah mendengar partikel ini?

Bagaimana penggunaan partikel kara?

Partikel kara memiliki beberapa fungsi, seperti untuk:

1.Menunjukkan waktu memulai sesuatu  

Pola kalimat: keterangan waktu + partikel “kara” 

Partikel “kara” di sini dapat berarti dari, sejak, dan mulai. Misalnya adalah “ashita kara” yang berarti “dari/mulai besok”.

2.Menunjukkan lokasi asal

Pola kalimat: keterangan tempat + partikel “kara”

Partikel “kara” dalam pola ini dapat diartikan dengan kata dari. Misalnya adalah “gakkou kara” yang berarti “dari sekolah”.

3.Mengungkapkan alasan

Pola kalimat: alasan + partikel “kara” + penjelasan akibat dari alasan tersebut

Maksud dari partikel “kara” di sini adalah karena. Alasan yang disampaikan bisa menggunakan kata kerja, kata sifat (i/na) maupun kata benda. Berikut ini uraian pola kalimat partikel “kara” untuk menyatakan alasan:

– Kata kerja (bentuk dasar dengan segala perubahan bentuk) + “kara”. Misalnya, “ikitai kara” yang artinya “karena ingin pergi”.

– Kata sifat i (termasuk segala perubahan kata sifat bentuk i: kunai, katta, kunakatta) + “kara”. Misalnya “atsukunai kara” yang artinya “karena tidak panas”.

– Kata sifat na (diungkapkan tanpa menyatakan “na”) + “dakara”, serta perubahan kata sifat na (dewa nai, datta, dewa nakatta, dll) + “kara”. Misalnya “kirei dakara” yang artinya “karena cantik”.

– Kata benda + “dakara”, serta perubahan kata benda (datta, dewa nai, dewa nakatta, dll) + “kara”. Misalnya “byouki dakara” yang artinya “karena sakit”.

– Bentuk sopan keseluruhan jenis kata dengan pola “desu/masu” + “kara”. Misalnya “yuumei desu kara” yang artinya “karena terkenal”.

4.Menjelaskan keterangan hal yang telah dilakukan

Pola kalimat: kata kerja bentuk te + partikel “kara” + kalimat yang selanjutnya dilakukan

Dalam hal ini, partikel “kara” dengan pola “-te kara” berarti “setelah”. Misalnya adalah “kaette kara..” yang berarti “setelah pulang..”. Jika mengungkapkan di awal kalimat, kalian bisa menggunakan “sore kara” yang berarti “setelah itu”.

5.Menjelaskan suatu bahan

Pola kalimat: bahan + partikel “kara” + predikat

Di sini, partikel kara berarti “dari”. Misalnya adalah “nihonshu wa kome kara tsukurarete iru” yang berarti “alkohol Jepang dibuat dari beras”. Partikel “kara” ini menunjukkan suatu perubahan, sehingga dalam kalimat tersebut, jelasdiketahui bahwa wujud beras yang merupakan bahan membuat alkohol sudah berubah bentuk menjadi cairan.

Untuk bisa lebih memahami penggunaan partikel “kara”, mari lihat contoh kalimat di bawah ini!

Contoh kalimat

1.Menunjukkan waktu memulai sesuatu

Kyou no kaigi wa nan-ji kara desu ka?
Rapat hari ini dari jam berapa?
Sengetsu kara, nihon-go wo benkyou shihajimemashita.
Dari/sejak bulan lalu, (saya) mulai belajar bahasa Jepang.
Konshuu no mokuyoubi kara shiken ga aru yo ne. Isogashikunarisou da na.
Dari hari kamis minggu ini ada ujian ya. Sepertinya akan menjadi sibuk.
Jya, ima kara iku ne!
Kalau begitu, (saya) akan pergi dari sekarang ya!
Kore kara, motto doryoku shitai to omoimasu.
Dari/mulai sekarang, saya akan lebih berusaha.

2.Menunjukkan lokasi asal

Watashi wa Indonesia kara kimashita.
Saya datang/berasal dari Indonesia.
Gakkou wa eki kara tooi desuka?
Apakah sekolah jauh dari stasiun?
Ie kara aruite kitan desuka?
Apakah (Anda) datang dari rumah dengan berjalan kaki?
Koko kara ichiban chikai kafe, oshiete kudasai!
Tolong beritahu (saya) kafe yang paling dekat dari sini!
Kono biru no go-kai kara, yama ga hakkiri miemasu yo!
Dari lantai lima bangunan ini, gunung terlihat dengan jelas ya!

3.Mengungkapkan alasan

Kaigai ryokou wo shitai kara, ganbatte chokin suru yo.
Karena (saya) ingin melakukan perjalanan ke luar negeri, saya melakukan yang terbaik untuk menabung.
Chotto samui kara, mado wo shimete!
Karena sedikit dingin, tolong tutup jendelanya!
Ano baiku wa ninki dakara, hayaku kawanai to, nakunacchau kamo!
Karena sepeda motor itu populer, kalau tidak membelinya segera, mungkin akan habis!
Ashita wa shiken dakara, kyou wa asobi ni ikanai. 
Karena besok ujian, hari ini (saya) tidak pergi bermain.
Kyou wa musume no tanjoubi desu kara, hayaku kaerimasu.
Karena hari ini adalah hari ulang tahun anak perempuan, (saya) akan pulang cepat.

4.Menjelaskan keterangan hal yang telah dilakukan

Kuni e kaette kara, dou shimasuka?
Setelah pulang ke negara (Anda), apa yang akan dilakukan?
Shigoto ga owatte kara, tama ni kaisha no hito to isshoni bangohan wo tabemasu.
Setelah selesai kerja, terkadang (saya) makan malam bersama dengan orang kantor.
Oyu wo wakashite kara, men wo irete kudasai.
Setelah mendidihkan air panas, tolong masukkan mie.
Koibito to wakarete kara, chotto sabishiku natta? Koukai shita no?
Setelah berpisah dengan pacar, apakah (kamu) menjadi sedikit sedih? Apakah menyesal?
Yasai wo katte kara, kaeru ne.
Setelah membeli sayur, (saya) akan pulang ya.

5.Menjelaskan suatu bahan

Wain wa budou kara tsukurarete iru.
Wine dibuat dari anggur.
Toufu wa daizu kara tsukurarete imasu.
Tahu dibuat dari kacang kedelai.
Kono keeki wa komugiko kara tsukurarete iru.
Kue ini dibuat dari tepung terigu.
Chiizu wa gyuunyuu kara dekite iru mono desu.
Keju adalah sesuatu yang dibuat (jadi) dari susu sapi.
Kono juusu wa nani kara dekite imasuka?
Jus ini dibuat dari apa?

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami pola kalimat dengan partikel “kara“?

Partikel “kara” bisa berarti “dari”, “karena”, dan “setelah” (kata kerja bentuk te + kara). Partikel ini digunakan untuk menunjukkan waktu memulai sesuatu, lokasi asal, mengungkapkan alasan, menjelaskan keterangan hal yang telah dilakukan, serta menjelaskan perubahan suatu bahan.

Semoga informasi ini bermanfaat ya… Jangan lupa untuk ikuti terus informasi dari Kepo Jepang!