Artikel kali ini akan membahas salah satu kata keterangan dalam bahasa Jepang yang mungkin sering sekali kalian dengar, yaitu mata. Apa itu mata? Bagaimana penggunaannya? Yuk, langsung simak aja penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penjelasan “Mata

Mata (lagi) dalam bahasa Jepang termasuk ke dalam golongan fukushi (kata keterangan, adverbia) dan setsuzokushi (konjungsi, kata hubung, kata sambung). Mata memiliki makna melakukan sesuatu yang sudah dilakukan sebelumnya. Kata ini paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun penjelasan lebih detailnya bisa kalian lihat di bawah ini.

Sebagai Adverbia

  1. Mengulang hal yang sebelumnya sudah dilakukan.
  2. Keadaan yang sama dengan hal-hal lain; juga; seperti itu.
  3. Menambahkan; sedemikian pula.
  4. Mengekspresikan keterkejutan; menekankan kata atau kalimat (betul-betul, amat sangat, dan sebagainya)

Sebagai Konjungsi

  1. Digunakan untuk menyatakan hal-hal yang serupa; dan, serta, juga.
  2. Menambahkan hal lain dalam sebuah kalimat; bahkan, juga.

Ungkapan Lain untuk Menyatakan “Lagi”

Berikut kata-kata yang memiliki makna “lagi” selain mata. Maknanya sedikit berbeda tergantung situasi dan suasana ketika menggunakannya.

  • Aratamete 

Penggunaan kata “lagi” dalam situasi yang lebih formal, bisa diterjemahkan sebagai “pada kesempatan lain”. Secara umum kata ini dapat digunakan jika ada keadaan atau situasi yang pernah terjadi sebelumnya, tetapi kemudian terjadi atau dilakukan lagi. Cenderung digunakan dalam novel, pembicaraan dalam situasi resmi, dunia kerja dan bisnis.

  • Mou ichido, mou ikkai

Secara harfiah memiliki arti “sekali lagi”, tapi maknanya sama dengan “lagi” atau melakukan pengulangan (hal yang sama).

  • Futatabi

Untuk kata selanjutnya ini, bermakna sebagai ungkapan “untuk kedua kalinya” yang tentu saja maknanya sama dengan “lagi”, yaitu melakukan hal yang sebelumnya sudah dilakukan.

  • Saido 

Digunakan dalam situasi lebih formal dan lebih banyak digunakan dalam format tulisan.

  • sai-

Awalan yang sering digunakan untuk menyatakan “lagi”, seperti sai-kai. Sai (lagi) + kai (pertemuan, bertemu), sehingga saikai berarti bertemu lagi atau reuni.

  • -naosu

Kalian bisa menggunakan -naosu untuk mengungkapkan “lagi” dengan menambahkan “kepala kata kerja bentuk masu” sebelum naosu. Misalnya, yominaosu (membaca lagi). Yomimasu (membaca), masu dihilangkan jadi yomi + naosu (memperbaiki, mengulang). Artinya jadi membaca ulang atau membaca lagi. 

  • Mou- 

Digunakan ketika kalian ingin menyatakan kalimat negatif seperti “tidak akan……lagi”. Kalian bisa menggunakan pola kalimat mou + kata kerja negatif.

Contoh Kalimat

Untuk lebih mudah memahaminya, yuk kita lihat gimana cara penggunaanya lewat contoh-contoh kalimat di bawah ini.

Mata 

Ashita mata kimasu.
Itsuka mata o-hanashi wo kikasetekudasai.
Mata shippai shita.
Itsu mata shigoto wo hajimemasuka.
Kono hon wa omoshiroi node, mata karitai desu.
Mata omeni kakaritai to omoimasu.
Kondo mata itsuka aimashou.
Ato de mata denwa shimasu.
Mata aete ureshii.
Kare wa mata onaji hema wo yarakashita.
Otou-san wa saikin mata sake wo nomi dashita.

Aratamete

Aratamete jikoshoukai wo shimasu.
Aratamete kondo o-ukagai shimasu.
Aratamete go-renraku moushi agemasu.
Aratamete jiko no gen’in wo shirabemashou.

Mou ichido, Mou ikkai

Mou ichido aitai.
Mou ichi do itte kudasai.
Saisho kara mou ichido renshuu shiyou ne.
Mou ichido yonde goran.
Mou ichido dizuniirando e ikitai naa.

*kalian bisa mengubah mou ichido dengan mou ikkai karena memiliki arti yang sama.

Futatabi

Futatabi taifuu ga hassei shita.
Kono machi wo futatabi otozureru koto wa arumai.
Douyou no shippai wa nidoto futatabi kurikae shimasen.
Haru ni naru to shokubutsu wa futatabi seichou wo hajimeru.

Saido

Saido meeru wo o-okuri sasete itadakimasu.
Henji ga nakatta node, kanojo ni saido tegami wo kaita.

Sai-

Watashi-tachi wa saikai wo yakusoku shita.
Kaigi wa gogo ichi-ji ni saikai sareru.
Yoyaku no saikakunin ga hitsuyou desuka.

-naosu

Watashi wa arata ni jinsei wo yari-naosu tsumori desu.
Shachou wa tenshoku suru no wo kan’gae-naosu you ni chuukoku shita.

Mou 

Ano mise no ten-in wa shinsetsu dewa nai node, mou ikitakunai desu.
Mou juu-ji na node, sorosoro dekakemasu.
Mou kore ijou gaman dekimasen.
Watashi wa mou fune ni noranai.
Kono tokei wa mou shuuri ga kikanai.

Kesimpulan

Baiklah, jadi itu tadi beberapa kata yang berbeda dalam bahasa Jepang hanya untuk satu kata “lagi”! Yang perlu diingat adalah bahwa ada banyak cara berbeda untuk mengungkapkan “lagi” dalam bahasa Jepang dan itu tergantung pada situasinya.

Semoga penjelasannya bisa kalian mengerti dengan memahaminya lewat contoh-contoh kalimat di atas. Untuk menghafalnya, kalian juga bisa mencoba membuat kalimat dari kata-kata di atas. Semakin banyak latihan semakin cepat diingat dan dipahami.

Jangan lupa ikuti terus informasi belajar bahasa Jepang dari Kepo Jepang ya…