Simak salah satu partikel dalam bahasa Jepang yang digunakan sehari-hari yuk!

Kali ini adalah partikel “keredomo” dan bentuk lain dari partikel itu!

Bagaimana penggunaan partikel “keredo” atau “keredomo”?

Partikel “keredo” atau “keredomo” berfungsi sebagai penghubung kalimat, yang sering digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang berlawanan. Dalam hal itu, partikel ini bisa diartikan dengan kata tetapi, dan secara lebih kasual bisa berarti sih. Selain itu, partikel ini juga berfungsi sebagai penyambung kalimat yang berarti dan. Sebenarnya, fungsinya mirip dengan kata “desu/masu ga”, tetapi partikel kali ini ungkapannya terdengar lebih natural.

Selain “keredo” dan “keredomo, ada satu partikel lagi yang bentuknya paling sederhana, yaitu “kedo”. Ketiga partikel ini memiliki arti yang sama, tetapi memiliki tingkat kesopanan yang berbeda. Partikel “keredomo” adalah ungkapan yang paling sopan, selanjutnya “keredo”, dan yang paling singkat yaitu “kedo” adalah yang paling kasual. Namun, ketika menggunakan pola desu/masu untuk ketiga partikel ini, kalimat tersebut tentu akan menjadi ungkapan yang sopan.

Ketika predikat digabung dengan partikel ini, maka pola kalimatnya akan menjadi seperti berikut:

  • Kalimat 1 + kata kerja bentuk kasual + keredomo/keredo/kedo + kalimat 2
  • Kalimat 1 + kata sifat i + keredomo/keredo/kedo + kalimat 2
  • Kalimat 1 + kata sifat na (na hilang menjadi da) + keredomo/keredo/kedo + kalimat 2
  • Kalimat 1 + kata benda + da + keredomo/keredo/kedo + kalimat 2
  • Kalimat 1 + predikat bentuk sopan desu/masu + keredomo/keredo/kedo + kalimat 2

Partikel ini memiliki beberapa fungsi, yaitu untuk:

1.Mengungkapkan kata sambung untuk kalimat dengan nuansa yang berlawanan

Dalam hal ini, partikel “keredomo/keredo/kedo” bisa diartikan “tetapi” atau “meski”. Contoh hal berlawanan yang dimaksud adalah untuk sesuatu yang mengejutkan, di luar dugaan, rasa ketidakpuasan, perkiraan/pendapat, dan lain-lain. Misalnya adalah “kare wa itsumo genki desu keredomo, kyou wa shizuka desu ne” yang berarti “dia (laki-laki) biasanya selalu bersemangat, tetapi hari ini diam saja ya”.

2.Membandingkan dua hal

Dalam hal ini, partikel ini digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi dalam posisi yang sejajar. Partikel “keredomo/keredo/kedo” di sini juga bisa diartikan “tetapi”. Misalnya adalah “watashi wa Toukyou ni sunde imasu kedo, imouto wa Hokkaidou ni sunde imasu” yang berarti “saya sedang tinggal di Tokyo tetapi adik perempuan sedang tinggal di Hokkaido”.

3.Mengungkapkan pertanyaan/permintaan 

Partikel ini sering digunakan sebagai penyambung kata ketika ingin menjelaskan suatu keadaan, dan selanjutnya melontarkan pertanyaan atau permintaan. Misalnya adalah “yuubinkyoku e ikitai desukeredo, dou sureba ii desuka?” yang berarti “(saya) ingin pergi ke kantor pos, sebaiknya bagaimana?”.

4.Menyatakan kata sambung dan

Meski umumnya terkesan sebagai kata sambung untuk hal yang berlawanan, partikel “keredomo/keredo/kedo” ternyata bisa juga diartikan dengan kata “dan”. Misalnya adalah “kinou, ano eiga wo mita kedo, omoshirokatta” yang berarti “kemarin (aku) menonton film itu, dan (filmnya) menarik”.

5.Mengakhiri suatu kalimat secara halus

Selain berfungsi sebagai konjungsi/kata sambung, partikel “keredomo/keredo/kedo” juga bisa digunakan di akhir kalimat, yang berfungsi untuk sedikit memperhalus kalimat. Misalnya adalah “sumimasen, gamen ga mienain desukedo..” yang berarti “maaf, layarnya tidak terlihat..”.

Selanjutnya, agar bisa lebih mudah memahaminya, mari lihat berbagai contoh kalimat lain di bawah ini!

Contoh kalimat

1.Mengungkapkan kata sambung untuk kalimat dengan nuansa yang berlawanan

Mainichi ganbatte kankoku-go wo benkyou shite irun desu keredomo, naka naka jouzu ni hanaseru you ni narimasen.
Ame ga furimashita keredo, shiai wa chuushi ni naranakatta no desu.
Mou yoru juuichi-ji dakedo, ato chotto dake benkyou shiyou kana.
Yamada-san wa kaze wo hiiteru to ittemashita keredomo, kyou no kaigi ni wa kuru kamoshiremasen.

2.Membandingkan dua hal

Saamon wa suki desu kedo, maguro wa amari suki dewa arimasen.
Sengetsu no shiken wa muzukashikatta desu keredomo, kyou no shiken wa kekkou kantan datta no desu yo.
Mukashi, karai mono ga nigate dattan desu keredo, ima wa totemo suki desu.
Ano mise, kyou wa shimatte iru kedo, ashita wa tabun aiteru.

3.Mengungkapkan pertanyaan/permintaan

Kyou wa doyoubi desu keredomo, gakkou e ikun desuka?
Repooto no koto desu keredo, itsu made ni teishutsu sureba ii desuka?
Nihon-go de sakubun wo kakimashita keredomo, naoshite moraemasenka?
Shizuoka e ikitai kedo, dou ikeba ii kana?

4.Menyatakan kata sambung “dan”

Kinou, Tanaka-kun ni atta kedo, hisabisa ni kare to shabette, hontou ni tanoshikatta.
Hisashiburi ni ano kafe ni ittan desukeredo, koohii ga totemo oishikatta desu yo.
Hajimete ryouri wo tsukuttan desukeredomo, tanoshikatta desu.
Roshia-go wo benkyou shite mitan desukedo, muzukashisugite…. 

5.Mengakhiri suatu kalimat secara halus

Sumimasen, sukoshi kikitai koto ga arun desukeredomo…
Chotto jikan ga kakaru kedo…
Hayame ni houkoku shita hou ga ii desukeredo…
Sore wa atarimae no koto desukedo…

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami penggunaan partikel ini?

Partikel “keredomo/keredo/kedo” digunakan untuk mengungkapkan kata sambung untuk hal yang berlawanan, membandingkan suatu hal yang posisinya sejajar, mengungkapkan pertanyaan/permintaan, menyatakan kata sambung “dan”, serta untuk mengakhiri suatu kalimat secara halus. Partikel ini bisa diartikan dengan kata “tetapi” maupun “dan”, tergantung dari konteks kalimatnya.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu melihat informasi terbaru dari Kepo Jepang ya!