Artikel kali ini akan membahas salah satu kata kerja (doushi) dalam bahasa Jepang yang merupakan kegiatan yang kalian lakukan setiap hari, yaitu taberu. Apa itu taberu? Yuk, langsung simak penjelasannya di bawah ini.

Penjelasan “Taberu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya dalam artikel yang membahas kata kerja yomu (baca), kata kerja dalam bahasa Jepang dibagi menjadi 3 golongan. Golongan 1 yang disebut go-dan-doushi (5 tahapan kata kerja), golongan 2 yang disebut ichi-dan-doushi (kata kerja dengan 1 tahapan perubahan), dan golongan 3 yang disebut fukisoku-doushi (kata kerja tak beraturan).

Kata kerja taberu yang berarti “makan” termasuk ke dalam golongan kata kerja 2 atau ichi-dan-doushi, kata kerja ini umumnya berakhiran -iru dan -eru. Disebut ichi-dan-doushi (satu tahapan perubahan), dikarenakan hanya memiliki satu langkah perubahan vokal di akhir. Berbeda dengan kata kerja golongan 1 yang vokal akhir “u” bisa mengalami perubahan menjadi “a”, “i”, “o” dan “e”, vokal akhir pada kata kerja golongan 2 tidak mengalami perubahan ke dalam 5 vokal. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan penjelasan di bawah ini.

Perubahan Bentuk Kata Kerja “Taberu”

Berbeda dengan kata kerja golongan 1 yang akhir vokalnya mengalami perubahan, kata kerja golongan 2 mengalami perubahan hanya dengan mengubah akhiran “ru” ke dalam bentuk perubahan kata kerja di atas. Berikut adalah beberapa perubahan bentuk kata kerja taberu yang digunakan dalam struktur kalimat bahasa Jepang :

Jisho-kei (Kata kerja bentuk kamus)

Taberu merupakan bentuk dasar atau kamus (jisho-kei). Dalam percakapan atau tulisan biasanya digunakan dalam situasi kasual atau non-formal, atau sebagai kata penghubung ketika bertemu dengan kata atau kalimat yang lain.

Te-kei (Kata kerja bentuk sambung)

Taberu : rute = tabete 

Dikatakan sebagai kata kerja bentuk sambung, karena kata kerja bentuk te ini bisa digunakan untuk membuat berbagai bentuk variasi kalimat, kata kerja bentuk te sendiri tidak memiliki arti khusus, tetapi jika kata-kata lain disambungkan dengan te-kei maka kata kerja ini akan memiliki makna.

Ta-kei (Kata kerja bentuk lampau / biasa)

Taberu : ru ta = tabeta

Akhiran -ru pada kata kerja golongan 2 yang diubah menjadi -ta akan mengalami perubahan makna menjadi bentuk lampau. Ta-kei merupakan bentuk biasa dan umumnya digunakan untuk kalimat kasual atau non-formal, atau ketika di simpan di tengah kalimat dan dijadikan sebagai konjungsi yang dihubungkan dengan kata dan kalimat lain.

Masu-kei (Kata kerja bentuk -masu, sopan / formal)

Taberu : ru masu = tabemasu

Bentuk kata kerja masu merupakan kata kerja bentuk positif yang digunakan secara umum untuk kalimat formal. Bentuk negatifnya menjadi tabemasen, lampaunya menjadi tabemashita.

Nai-kei (Kata kerja bentuk menyangkal, negatif / biasa)

Taberu : ru nai = tabenai

Kata kerja nai-kei merupakan bentuk kata kerja negatif biasa, digunakan dalam kalimat kasual, non formal, atau ketika dijadikan sebagai konjungsi yang dihubungkan dengan kata dan kalimat lain. Bentuk negatif lampaunya menjadi tabenakatta.

Perubahan lain yang terjadi pada kata kerja taberu adalah :

Bentuk Potensial (bisa, mampu)
  • Bentuk Positif : rurareru/raremasu = taberareru/taberaremasu
  • Bentuk Negatif : rurarenai/raremasen = taberarenai/taberaremasen
Bentuk Kondisional (syarat)
  • Bentuk Positif : rureba = tabereba
  • Bentuk Negatif : runakereba = tabenakereba
Bentuk Ajakan (maksud, kehendak)
  • ruyou = tabeyou
Bentuk Pasif (di-)
  • Bentuk Positif : rurareru/raremasu = taberareru/taberaremasu
  • Bentuk Negatif : rurarenai/raremasen = taberarenai/taberaremasen
Bentuk Ingin Melakukan
  • Bentuk Positif : rutai = tabetai
  • Bentuk Negatif : rutakunai = tabetakunai
Bentuk Perintah
  • Formal : runasai = tabenasai
  • Non-formal : ruro = tabero
Bentuk Larangan (Jangan….!/ Dilarang….!)
  • ru + na = taberuna

Contoh Kalimat

Berikut contoh-contoh kalimat yang menggunakan kosakata taberu dan berbagai bentuk perubahannya.

Yamada-san wa raamen wo tabemasu.
A : Kinou, nani wo tabemashitaka.
B : Nani mo tabemasen deshita.
Pan ga suki desu kara, mainichi tabemasu.
Sushi wo tabetai.
Kinou, resutoran de suteeki wo tabemashita.
Nichi youbi ni, deepato ni itte, kaimono wo shite, sorekara resutoran de tabemashita.
Kusatta sakana wo tabete, onaka wo kowashimashita.
Yuushoku wo tabete kara, kusuri wo nomimasu.
Terebi wo minagara, sunakku wo tabeteimasu.
Nani mo tabenai de, kaisha e kimashita.
Watashi wa betonamu ryouri wo tabeta koto ga arimasen.
Shokuji wo tabeta ato de, gakko e ikimasu.
Taberu mae ni “itadakamisu” to iimasu.
Nihonjin wa taberu toki ni, hashi wo tsukaimasu.
Kani wo tabetai nara, Hokkaidou e itta hou ga ii desu.
Kodomo no koro, ninjin wa taberaremashita ga, piiman wa taberaremasen deshita.
Asoko no restoran de tabeyou.
Eiyou no baransu ga yoku naru kara, yasai mo takusan tabenasai.
Koko de taberuna!

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata kerja taberu (makan) yang termasuk ke dalam kata kerja golongan 2 (ichi-dan-doushi) dan beberapa contoh kalimat beserta perubahan bentuknya. Perubahan bentuk kata kerja dalam bahasa Jepang sangatlah penting kalian ingat karena memiliki perubahan yang berbeda sesuai dengan golongannya masing-masing. Tentu saja dengan terus berlatih, perbedaan perubahan kata kerja dalam bahasa Jepang ini akan semakin kalian pahami dengan mudah.

Semoga penjelasan kata kerja taberu di atas mudah dipahami dan dimengerti, serta membantu kalian dalam mempelajari bahasa Jepang. Jangan lupa untuk terus berlatih agar semakin lancar bahasa Jepangnya dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya, hanya di Kepo Jepang!