Teiryuujo wa doko desuka?
Di mana halte?

Teiryuujo adalah bahasa Jepang untuk “halte” atau tempat pemberhentian. Namun, tahukah kalian bahwa teiryuujo bukan hanya tempat pemberhentian untuk bus saja, tetapi bisa juga untuk kereta. Lalu apa bedanya dengan eki (stasiun)?

Untuk memahami kata teiryuujo, kali ini Kepo Jepang akan menjelaskan arti, makna dan bagaimana penggunaan kata ini dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Teiryuujo

Arti dari kata teiryuujo bisa kita perhatikan melalui Kanjinya :

KanjiOn’yomiKun’yomiArti
TEITomaru, tomeruBerhenti 
RYUU, RUTomaru, tomeru, todomeru, todomaruMenghentikan, menahan, membatasi
SHOToko, tokoro, dokoroTempat 

Dengan melihat masing-masing Kanji, kita bisa memahami bahwa teiryuujo adalah sebuah tempat pemberhentian. Adapun dalam kamus Daijiten, teiryuujo dijelaskan sebagai tempat tertentu di mana kereta dalam kota dan bus berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Jadi bisa disimpulkan bahwa teiryuujo bukan hanya “halte” yang umum digunakan sebagai tempat pemberhentian bus saja, tetapi bisa juga menunjukkan tempat pemberhentian kereta seperti trem, dan beberapa kereta lokal yang ada di daerah. Lalu apakah perbedaannya dengan eki (stasiun)?

Perbedaan Teiryuujo dan Eki

Sebelumnya Kepo Jepang sudah pernah membahas tentang eki yang merupakan tempat pemberhentian kereta dan tempat penumpang naik dan turun kereta. Pertama-tama, eki adalah pintu masuk di mana penumpang atau barang keluar-masuk untuk naik-turun kereta. Sedangkan teiryuujo biasanya tempat pemberhentian yang tidak memiliki sinyal keberangkatan yang dimiliki eki.

Sinyal keberangkatan adalah sinyal yang bisa dilihat oleh masinis sebelum menjalankan kereta. Sinyal ini hampir sama dengan lampu lalu lintas yang mengkonfirmasi apakah kereta sudah bisa melaju atau tidak. Dikarenakan tidak ada sinyal keberangkatan, teiryuujo sering juga disebut bosen-eki (stasiun jalur lurus). Sederhananya, teiryuujo ini hanya untuk penumpang naik dan turun.

Teiryuujo biasanya banyak terdapat di jalur kereta lokal atau daerah pinggiran, di mana hanya ada satu peron dan satu jalur atau rel kereta api yang digunakan bersama untuk kereta kedatangan maupun keberangkatan. Tentu saja ada sinyal penanda yang digunakan agar kereta tidak saling berpapasan.

Informasi Tambahan

Dikarenakan teiryuujo merujuk pada tempat pemberhentian kereta maupun bus, maka ada istilah basu teiryuujo untuk tempat pemberhentian bus atau “halte” yang biasanya disingkat menjadi basu-tei. Selain itu, akhir-akhir ini muncul juga istilah basu sutoppu, dari bahasa Inggris “bus stop”, tetapi masih sangat jarang digunakan. Contoh penggunaannya :

Sumimasen, basutei wa doko ka oshiete itadakemasuka?

Contoh Kalimat

Untuk memahami penggunaan kata teiryuujo, mari kita perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Go-ban me no teiryuujo de basu wo orite ne.
A : Dou yatte kaisha ni kuru ndesuka?
B : Kaisha made unten shimasu. Ie no chikaku ni basu no teiryuujo ya eki ga nai ndesu. 
Soko kara wa, oka no fumoto no “gin neko” sakaba ya basu no teiryuujo wo, hitome de miru koto ga dekita.
Bijutsukan-iki no basu teiryuujo wa, doko desuka?
Tsugi no teiryuujo de gesha shi, kuukou-iki no basu ni norinasai.
Watashi ga teiryuujo ni tsuita toki ni wa, saishuu basu wa mou itte shimatte ita.
Kono teiryuujo wa karasuma doori minami houmen iki nomi.
Eki mae ni teiryuujo ga aru.
Basu no teiryuujo made hashirimashou.
Watashi wa tsugi no teiryuujo de oriru tsumori desu.

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang kata teiryuujo yang secara harfiah diartikan “halte” atau “tempat pemberhentian”. Perlu kalian perhatikan bahwa teiryuujo bukan hanya digunakan untuk bus saja tetapi bisa juga untuk kereta, terutama kereta-kereta lokal di daerah yang hanya memiliki satu peron dan jalur kereta saja. Adapun untuk halte bus, orang Jepang biasanya menggunakan istilah basu teiryuujo yang disingkat menjadi basu-tei.

Semoga penjelasan kosakata bahasa Jepang di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “halte bus”?

A) Halte bus dalam bahasa Jepang adalah バス停留所 (basu teiryuujo) tetapi sering disingkat menjadi バス停 (basu-tei).

Q) Apa artinya 停留所 (teiryuujo)?

A) 停留所 (teiryuujo) secara harfiah artinya tempat pemberhentian, umumnya merujuk pada halte bus atau tempat pemberhentian trem dan kereta-kereta lokal di daerah yang hanya memiliki satu peron dan satu rel serta tidak ada sinyal keberangkatan.

Q) Apa bedanya 駅 (eki) dan 停留所 (teiryuujo)?

A) 駅 (eki) pada dasarnya adalah tempat masuk dan keluar penumpang atau barang untuk naik-turun kereta. Di mana di masing-masing jalur kereta terdapat sinyal keberangkatan yang hampir sama dengan lampu lalu lintas yang mengkonfirmasi apakah kereta sudah bisa melaju atau tidak. Sedangkan 停留所 (teiryuujo) merujuk pada tempat pemberhentian kendaraan umum di mana penumpang naik dan turun, seperti bus. Adapun digunakan untuk kereta di mana tempat pemberhentian yang tidak memiliki sinyal keberangkatan dan beberapa di antaranya hanya memiliki satu peron dan satu jalur atau rel kereta api yang digunakan bersama untuk kereta kedatangan maupun keberangkatan.

Q) Apa artinya バス停 (basu tei)?

A) バス停 (basu tei) adalah kependekan dari バス停留所 (basu teiryuujo) yang berarti tempat pemberhentian bus atau halte bus.

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.