Mempelajari kosakata bahasa Jepang yang termasuk ke dalam golongan kata kerja, berarti harus juga mempelajari perubahan-perubahan bentuk kata kerjanya. Sebelumnya, Kepo Jepang sudah membahas kata kerja yomu (membaca) dan taberu (makan). Kali ini yang akan dibahas adalah kata kerja yang sering kalian lakukan sehari-hari, yaitu neru (tidur).

Termasuk ke dalam golongan kata kerja yang manakah neru ini? Bagaimanakah perubahan bentuknya? Melalui artikel ini, kalian akan bisa mempelajari bentuk kata kerja neru dalam tata bahasa Jepang melalui contoh-contoh kalimat yang akan diberikan di akhir artikel. Untuk lebih memahami kata kerja neru (tidur), yuk langsung simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penjelasan “Neru

Jenis-jenis kata kerja dalam bahasa Jepang sebelumnya sudah dijelaskan di artikel yomu dan taberu. Sama halnya dengan taberu, kata kerja neru yang berarti “tidur” termasuk ke dalam golongan kata kerja 2 atau ichi-dan-doushi, yang umumnya berakhiran -iru dan -eru

Perubahan Bentuk Kata Kerja “Neru

Neru yang termasuk ke dalam kata kerja golongan 2, mengalami perubahan hanya dengan mengubah akhiran “ru”. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan penjelasan di bawah ini.

Jisho-kei (Kata kerja bentuk kamus)

Neru merupakan bentuk dasar atau kamus (jisho-kei). Dalam percakapan atau tulisan biasanya digunakan dalam situasi kasual atau non-formal, atau sebagai kata penghubung ketika bertemu dengan kata atau kalimat yang lain. Disebut bentuk kamus, karena yang tercantum dalam kamus adalah bentuk kata ini.

Te-kei (Kata kerja bentuk sambung)

  • ru te = nete 

Dikatakan sebagai kata kerja bentuk sambung, karena kata kerja bentuk te ini bisa digunakan untuk membuat berbagai bentuk variasi kalimat, kata kerja bentuk te sendiri tidak memiliki arti khusus, tetapi jika kata-kata lain disambungkan dengan te-kei maka kata kerja ini akan memiliki makna.

Ta-kei (Kata kerja bentuk lampau / biasa)

  • ru ta = neta

Kata kerja golongan 1 yang diubah menjadi bentuk ta mengalami perubahan makna menjadi bentuk lampau. Ta-kei merupakan bentuk biasa dan biasa digunakan untuk kalimat kasual atau non-formal, atau ketika di simpan di tengah kalimat dan dijadikan sebagai konjungsi yang dihubungkan dengan kata dan kalimat lain.

Masu-kei (Kata kerja bentuk sopan / formal)

  • ru masu = nemasu

Bentuk kata kerja masu merupakan kata kerja bentuk positif yang digunakan secara umum untuk kalimat formal. Bentuk negatifnya menjadi nemasen, lampau positifnya menjadi nemashita, dan lampau negatifnya nemasendeshita.

Nai-kei (Kata kerja bentuk menyangkal, negatif / biasa)

  • ru  nai = nenai

Kata kerja nai-kei merupakan bentuk kata kerja negatif biasa, digunakan dalam kalimat kasual, non formal, atau ketika dijadikan sebagai konjungsi yang dihubungkan dengan kata dan kalimat lain. Bentuk negatif lampaunya menjadi nenakatta.

Perubahan lain yang terjadi pada kata kerja neru adalah :

Bentuk Potensial (bisa, mampu)
  • Bentuk Positif : rurareru/raremasu = nerareru/neraremasu
  • Bentuk Negatif : rurarenai/raremasen = nerarenai/neraremasen
Bentuk Kondisional (syarat)
  • Bentuk Positif : rureba = nereba
  • Bentuk Negatif : runakereba = nenakereba
Bentuk Ajakan (maksud, kehendak)
  • ruyou = neyou
Bentuk Pasif (di-)
  • Bentuk Positif : rurareru/raremasu = nerareru/neraremasu
  • Bentuk Negatif : rurarenai/raremasen = nerarenai/neraremasen
Bentuk Ingin Melakukan
  • Bentuk Positif : rutai = netai
  • Bentuk Negatif : rutakunai =netakunai
Bentuk Perintah
  • Formal : runasai = nenasai
  • Non-formal : ruro = nero
Bentuk Larangan (Jangan….!/ Dilarang….!)
  • ru + na = neruna
Bentuk Diubah Menjadi Kata Benda
  • Neru + koto = nerukoto

Contoh Kalimat

Berikut contoh-contoh kalimat yang menggunakan kosakata neru dan berbagai bentuk perubahannya.

Watashi, yuube nenakatta.
Mainichi, roku-ji ni okimasu. Demo, shuumatsu wa ku-ji goro made nemasu.
Mado wo akete, nemashita.
Ha wo migaite kara, nemasu.
Kanojo wa megane wo kaketa mama, neteimasu.
Neru mae ni, ofuro ni hairimasu.
Neteriru toki ni, jishin ga arimashita.
Kyou wa tsukareta node, hayaku nemasu.
Kinou, ni-jikan shika nemasendeshita.
Kon’ya wa hayaku neyou.
Kodomo tachi wa mou neta you desu.
Totemo fuan-na tame ni, neraremasen.
Nemukereba, koko de nete mo ii desu.
Kontakurenzu wo shita mama, nete shimaimashita.
Mado wo aketa mama neru na!
Neru mae ni wa, denki wo keshite kudasai.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata kerja neru (tidur), bentuk perubahannya dan contoh penggunaannya dalam kalimat. Kata kerja golongan 2 termasuk ke dalam kata kerja yang mudah diingat perubahannya karena tidak mengalami banyak perubahan vokal di akhir, hanya tinggal mengubah ru di akhir menjadi bentuk kata kerja baru yang sesuai.  Tentu saja dengan terus berlatih, perbedaan perubahan kata kerja dalam bahasa Jepang ini akan semakin kalian pahami dengan mudah.

Semoga penjelasan kata kerja neru di atas mudah dipahami dan dimengerti, serta membantu kalian dalam mempelajari bahasa Jepang. Jangan lupa untuk terus berlatih agar semakin lancar bahasa Jepangnya dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya, hanya di Kepo Jepang!