この本はおもしろいです。
Kono hon wa omoshiroi desu.

Kono merupakan salah satu kata tunjuk yang digunakan dalam tatabahasa Jepang yang secara harfiah diartikan “ini”. Kata tunjuk yang sejenis dengan kono adalah sono dan ano. Lalu, apakah perbedaannya dengan kore/sore/are?

Artikel ini akan membahas fungsi kata tunjuk kono/sono/ano dan bagaimana cara menggunakannya melalui contoh-contoh kalimat. Untuk memahami perbedaan penggunaannya dengan kore/sore/are, yuk langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Kono, Sono, Ano”

Sebelumnya kita udah bahas kata tunjuk kore/sore/are. Kali ini yang akan dibahas adalah bahasa Jepang yang masih termasuk ke dalam kata tunjuk, yaitu kono/sono/ano. Apabila kore/sore/are menunjukkan benda, maka penggunaan kono/sono/ano bermakna menerangkan kata benda yang ditunjuk. Sama halnya dengan kore/sore/are, pengucapannya dipengaruhi posisi benda dan pembicara. Artinya dalam bahasa Indonesia pun sama, yaitu ini, itu dan itu.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan rincian di bawah ini.

Kono (この)

  • ini (bendanya ada di dekat/dipegang pembicara)

Sono (その)

  • itu (bendanya ada di dekat/dipegang lawan bicara)

Ano (あの)

  • itu (posisi benda berada jauh dari pembicara maupun lawan bicara)
Pola Kalimat

Kono/Sono/Ano + kata benda + partikel wa + keterangan* + desu
*keterangan : kata sifat, kata tanya, dan sebagainya

Perbedaan “Kore, Sore, Are” dan “Kono, Sono, Ano”

  • Kore/sore/are : berdiri sendiri, tidak menunjuk pada objek tertentu
  • Kono/sono/ano : tidak bisa berdiri sendiri, diikuti oleh kata benda, selalu diletakkan di depan kata benda yang diterangkannya.

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan kata tunjuk kono/sono/ano, mari kita perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini!

Kono hon wa omoshiroi desu.
Sono fuku wa kirei desu.
Ano hito wa gakusei desu.
A : Kono keeki wa ikura desuka?
B : Nihyakugojuu-en desu.
Kono mura wa shizuka de, anzen desu.
Kono kaban wa takaku te mo, zettai kaimasu.
Sakura-san wa sono uwasa wo shiranai hazu desu.
A : Ashita kara fuyu-yasumi desu ne. Oshougatsu wa, kuni e kaerimasuka?
B : Hai, sono tsumori desu.
Ano mise wa yasui desu. Soshite, oishii desu.
Ni-hyaku-nen mae ni ano tera ga tateraremashita.

Kesimpulan

Bagaimana dengan penjelasan kata tanya kono/sono/ano di atas? Jadi perlu kalian ingat, walaupun kono/sono/ano termasuk kata tunjuk, tapi penggunaannya berbeda dengan kore, sore, are. Kono/sono/ano tidak bisa berdiri sendiri karena fungsinya sebagai kata tunjuk yang menerangkan kata benda yang ditunjuknya. Ingat juga bahwa posisi pembicara dan benda yang dibicarakan mempengaruhi penggunaan kata tunjuk ini. Jadi, jangan sampai tertukar penggunaannya ya!

Semoga penjelasan di atas mudah kalian mengerti dan tentunya selalu bermanfaat. Jangan lupa untuk mengecek artikel-artikel bahasa Jepang lainnya ya. Sebelumnya, perhatikan dulu hal-hal di bawah ini yuk!

Apa bahasa Indonesianya kono/sono/ano?

Kono/sono/ano digunakan untuk menunjukkan kata benda dan diartikan menjadi “ini/itu/itu (jauh)”.

Apa perbedaan kono/sono/ano dengan kore/sore/are?

Kore/sore/are bisa berdiri sendiri, tidak menunjuk pada objek tertentu. Sedangkan, kono/sono/ano, tidak bisa berdiri sendiri, diikuti oleh kata benda, selalu diletakkan di depan kata benda yang diterangkannya.

Pola kalimat dasar yang menggunakan kono/sono/ano?

Kono/Sono/Ano + kata benda + partikel wa + keterangan (kata sifat, kata tanya, dan sebagainya) + desu.

Jangan lupa untuk terus mengikuti informasi-informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya di Kepo Jepang ya. Jika kalian penasaran dengan konten-konten yang ada di Kepo Jepang, pastikan kalian membaca halaman ini!