これ・それ・あれは本です。
Kore/sore/are wa hon desu.

Tahukah kalian arti dari kalimat di atas? Artinya adalah “ini/itu/itu adalah buku”. Kore/sore/are adalah salah satu kata tunjuk dalam bahasa Jepang.

Artikel ini akan membahas perbedaan fungsi dari ketiga kata tunjuk di atas. Kalian juga bisa dengan mudah memahami perbedaan makna dari kore/sore/are melalui contoh kalimat yang akan diberikan di akhir artikel.

Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan penjelasannya di bawah ini. Jangan lupa tonton juga video penjelasannya ya!

Penjelasan “Kore, Sore, Are”

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kore/sore/are adalah salah satu kata tunjuk dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan ini/itu/itu. Namun, penggunaanya dalam bahasa Jepang disesuaikan dengan letak atau posisi benda yang ditunjuk.

Kore (これ)

  • ini (bendanya ada di dekat/dipegang pembicara)

Sore (それ)

  • itu (bendanya ada di dekat/dipegang lawan bicara)

Are (あれ)

  • itu (posisi benda berada jauh dari pembicara maupun lawan bicara)
Pola Kalimat Dasar

kore/sore/are + partikel “wa” + benda yang ditunjuk + desu.

Perbedaan “Kore, Sore, Are” dan “Kono, Sono, Ano”

Kore/sore/are dan kono/sono/ano diartikan sama dan seringkali membuat bingung. Namun, kedua jenis kata tunjuk ini memiliki perbedaan yang akan membuat kalian mudah untuk membedakannya, yaitu :

  • Kore/sore/are : berdiri sendiri, tidak menunjuk pada objek tertentu
  • Kono/sono/ano : tidak bisa berdiri sendiri, diikuti oleh kata benda, selalu diletakkan di depan kata benda yang diterangkannya.

Menanyakan Benda dengan Menggunakan “Kore, Sore, Are”

Di atas sudah dijelaskan pola kalimat dasar ketika menyebutkan benda yang ditunjuk. Lalu, bagaimanakah menanyakan suatu benda yang kita tidak tahu namanya? Pola kalimat dasar untuk menanyakan suatu benda adalah sebagai berikut :

Pola Kalimat Dasar

kore/sore/are + partikel “wa” + nan desuka?
(apa ini/itu/itu?)

Kata tanya nan desuka (apa) adalah kata tanya yang paling umum digunakan bersamaan dengan kata tunjuk kore/sore/are.

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan kata tunjuk kore/sore/are, mari kita perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini!

Kore wa hon desu.
Sore wa kaban desu.
Are wa kasa desu.
A : Kore wa nan desuka?
B : Kore wa man’ga desu.
A : Sore wa nan desuka?
B : Kore wa ocha desu.
A : Are wa nan desuka?
B : Are wa okonomiyaki desu.
A : Sore wa nan no hon desuka?
B : Kore wa Nihongo no hon desu.
Kore wa kantan-na mondai desu.
Kore wa “Tachiiri-kinshi” to yomimasu. Dare ni mo hairuna to iu imi desu.
A : Kore, nante yomu no?
B : “Deiriguchi” to yomun dayo.
A : Douiukoto?
B : Koko kara detari haittari suru koto.
A : A, are wo mite kudasai. Omoshiro sou desu ne.
B : E, are desuka. U-n, chotto kowa sou danaa.
A : Sou desu ka? Ano eiga wa yuumei na noni….
B : Kore no hou ga yosa sou desu yo. Hanashi ga omoshiro sou dashi, ninki mo ari sou dashi.
A : Jya, kyou wa kore wo mimashouka.
B : Ee.

Kesimpulan

Bagaimana, mudah dimengerti kan? Jadi yang perlu diingat adalah kata tunjuk dalam bahasa Jepang ditentukan juga oleh posisi pembicara dan benda yang dibicarakan. Jangan sampai tertukar penggunaannya ya! Oke, semoga bahasa Jepang yang dijelaskan di atas bisa bermanfaat ya buat kalian!

Sebelum membaca artikel lainnya, yuk perhatikan beberapa hal di bawah ini!

Q) Apa artinya “kore/sore/are”?

A) Dalam bahasa Indonesia “kore/sore/are” diartikan ini/itu/itu.

Q) Perbedaan “sore (itu)” dan “are (itu)”?

A) “Sore” : itu (bendanya ada di dekat/dipegang lawan bicara). Sedangkan “are” : itu (posisi benda berada jauh dari pembicara maupun lawan bicara)

Q) Apa perbedaan “kono/sono/ano” dengan “kore/sore/are”?

A) Kore/sore/are bisa berdiri sendiri, tidak menunjuk pada objek tertentu. Sedangkan, kono/sono/ano, tidak bisa berdiri sendiri, diikuti oleh kata benda, selalu diletakkan di depan kata benda yang diterangkannya.

Jangan lupa untuk memeriksa pertanyaan lainnya di halaman ini ya!