Memahami partikel (joshi) dalam bahasa Jepang sangatlah penting. Partikel atau kata bantu memang tidak bisa berdiri sendiri, dan selalu melekat dengan kata lain (kata kerja, kata benda, kata sifat, dan sebagainya). Namun, keberadaan partikel dalam tata bahasa Jepang akan sangat mempengaruhi makna dari sebuah kalimat. Dengan partikel juga kita bisa memahami topik utama dalam sebuah kalimat. Selain itu, penggunaan partikel juga akan mempengaruhi bentuk kata kerja yang digunakan.

Seperti yang sudah kalian ketahui, dalam tata bahasa Jepang ada banyak sekali partikel yang bisa digunakan. Ditambah, satu partikel bisa memiliki banyak fungsi tergantung dari konteks kalimat yang dibuat. Adapun partikel dalam bahasa Jepang dibedakan ke dalam 4 bagian, tergantung dari fungsinya masing-masing. Artikel kali ini akan membahas partikel yang paling dasar dan paling sering digunakan dalam kalimat bahasa Jepang, yaitu kakujoshi (partikel kasus). Apa itu kakujoshi? Partikel apa saja yang termasuk ke dalam kakujoshi? Dan bagaimanakah fungsi dari masing-masing partikel? Untuk lebih memahaminya, yuk langsung simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Kakujoshi?

“Kakujoshi” dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “partikel penanda kasus”. Dalam hal ini yang dimaksud dengan kasus adalah hubungan antara bagian kalimat, yaitu antara kata benda dan predikat. Umumnya partikel ini berada di belakang suatu kata benda, baik berupa subjek, objek, dan sebagainya.

Untuk dapat lebih mudah memahaminya, mari lihat contoh dari partikel yang tergolong dalam “kakujoshi” beserta contoh kalimatnya ya!

Contoh Kakujoshi dan Contoh Kalimat

1. Menunjukkan subjek kalimat

Contoh
Doa ga shimarimasu.
Pintu tertutup.

(partikel “ga” menunjukkan subjek “doa” yang berarti pintu)

2. Menunjukkan kata modifikator yang menjelaskan keterangan tambahan untuk suatu kata benda

Contoh
Ashita, nihongo no jugyou ga arimasu.
Besok, ada pelajaran bahasa Jepang.

(partikel “no” menunjukkan keterangan tambahan yaitu “nihongo” yang berarti bahasa Jepang untuk “jugyou” yang berarti pelajaran)

3. Menunjukkan kata modifikator sebagai penghubung kata

Contoh
Koohi wo nomimasu.
Minum kopi.

(partikel “wo” menunjukkan keterangan objek yaitu “koohi” yang berarti kopi)

Contoh
Maiasa, roku-ji ni okimasu.
Setiap pagi, (saya) bangun pada pukul 6 pagi.

(Partikel “ni” menunjukkan keterangan waktu “roku-ji” yang berarti pukul 06.00)

Contoh
Uchi e kaerimasu.
Pulang ke rumah.

(Partikel “e” menunjukkan keterangan arah tujuan tempat yaitu “uchi” yang berarti rumah)

Contoh
Densha de ikimasu.
Pergi dengan kereta.

(Partikel “de” di atas menunjukkan keterangan alat yaitu “densa” yang berarti kereta)

Contoh
Resutoran de tabemasu.
Makan di restoran.

(Partikel “de” di atas menunjukkan keterangan lokasi suatu aktivitas yaitu “resutoran” yang berarti restoran)

Contoh
Indonesia kara kimashita.
(Saya) berasal dari Indonesia.

(Partikel “kara” menunjukkan keterangan dari “Indonesia”)

4. Menunjukkan penghubung kata yang posisinya sejajar

Contoh
Doyoubi to nichiyoubi wa yasumi desu.
Hari Sabtu dan hari Minggu libur.

(Partikel “to” menunjukkan keterangan informasi yang sejajar yaitu “doyoubi” yang berarti hari sabtu dan “nichiyoubi” yang berarti minggu)

Contoh
Sushi ya, okonomiyaki ya, raamen nado, daisuki desu.
(Saya) sangat menyukai sushi, okonomiyaki, ramen, dan lain-lain.

(Partikel “ya” menunjukkan keterangan contoh kata yang kedudukannya sejajar, dalam kalimat ini yaitu makanan sushi, okonomiyaki dan ramen)

5. Menunjukkan pengganti kata benda

Contoh
Kono fuku, ii desu ne! Ookii no wa arimasuka?
Pakaian ini, bagus ya! Apakah ada yang (ukurannya) besar?

(Partikel “no” menunjukkan keterangan pengganti kata benda, dan dalam hal ini adalah pengganti kata “fuku” yang berarti pakaian)

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah ada gambaran tentang “kakujoshi”?

“Kakujoshi” terdiri dari beberapa jenis partikel, seperti, “ga”, “no”, “wo”, “ni”, “e”, “de”, “kara”, dan lain-lain. Partikel-partikel ini merupakan penghubung kata-kata dalam bahasa Jepang, yang juga berfungsi menunjukkan arti dari suatu kalimat.

Kakujoshi biasanya digunakan untuk menunjukkan subjek kalimat, kata modifikator yang menjelaskan keterangan tambahan untuk suatu kata benda, kata modifikator sebagai penghubung kata, penghubung kata yang posisinya sejajar, serta pengganti kata benda.

Semoga informasi kali ini bermanfaat ya! Ikuti terus informasi belajar bahasa Jepang di web Kepo Jepang ini ya…