Watashi wa rin’go ga suki desu.
Saya suka apel.

Partikel dalam sebuah kalimat bahasa Jepang sering kali sulit untuk diterjemahkan seperti partikel “ga” pada kalimat di atas. Partikel yang termasuk ke dalam “kakujoshi” ini, memiliki beberapa fungsi, di mana masing-masing fungsi akan menciptakan makna yang berbeda.

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan memperkenalkan fungsi-fungsi yang dimiliki oleh partikel “ga”, yang merupakan salah satu partikel utama dalam tata bahasa Jepang. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Bagaimana Penggunaan Partikel “ga”?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, partikel “ga” termasuk ke dalam kelompok “kakujoshi”, atau partikel penanda kasus. “Kakujoshi” umumnya digunakan untuk menunjukkan subjek kalimat, kata modifikator yang menjelaskan keterangan tambahan untuk suatu kata benda, kata modifikator sebagai penghubung kata, dan sebagainya.

Partikel “ga” sendiri dikenal dengan fungsinya sebagai penunjuk subjek dari kalimat intransitif. Akan tetapi, tidak hanya itu saja, ada fungsi-fungsi lain yang dimiliki partikel “ga”, dan tentu saja masing-masing fungsi akan mempengaruhi makna kalimat itu sendiri.

Fungsi partikel “ga”

Partikel “ga” digunakan untuk menunjukkan banyak hal, seperti:

1. Subjek dari kata kerja intransitif

Kata kerja intransitif, atau yang dalam bahasa Jepang disebut “jidoushi”, merupakan kata kerja yang tidak memerlukan objek. Contohnya adalah: tertutup, terbuka, berkumpul, dan lain-lain.

2. Keberadaan suatu benda/orang

Dalam bahasa Jepang keberadaan suatu benda diungkapkan dengan kata “ga arimasu/aru”, dan keberadaan orang/benda hidup diungkapkan dengan “ga imasu/iru”.

3. Subjek dari kata tanya

Kata tanya seperti apa, siapa, di mana dan kapan ketika menjadi subjek umumnya akan diiringi dengan partikel “ga”.  

4. Penegasan suatu subjek kalimat

Partikel “ga” juga digunakan ketika ingin memberi penegasan terhadap suatu kalimat. Dalam arti ini, biasanya “ga” akan menggantikan partikel “wa” (penunjuk subjek secara umum), atau partikel “wo” (penunjuk objek).

5. Keterangan kata sifat dari suatu objek/kata benda

Untuk kalimat ini, biasanya polanya adalah :

  • kata benda + “ga” + kata sifat

6.Keterangan kata konjungsi “tetapi”

Partikel “ga” juga bisa digunakan untuk menyambungkan kalimat yang berlawanan, dengan..

  • pola kalimat 1 + partikel “ga” yang berarti “tetapi” + kalimat 2 yang berlawanan dengan kalimat 1.

7. Keterangan pola kalimat “pernah”

Untuk mengungkapkan “pernah”, akan digunakan..

  • Pola kalimat : kata kerja bentuk lampau + koto ga arimasu/arimasen

8. Keterangan pola kalimat “bisa”

Keterangan kalimat “bisa” atau menunjukkan suatu kemampuan, bisanya diungkapkan dengan:

  • Pola kalimat : kata kerja bentuk kamus + koto ga dekimasu
  • Pola kalimat : kata benda + ga + kata kerja bentuk kebisaan
  • Kata kerja bentuk I (u menjadi eru)
  • Kata kerja bentuk II (ru menjadi rareru)
  • Kata kerja bentuk III (suru menjadi dekiru)

Selain itu bisa juga dengan kata seperti :

  • Kikoeru : terdengar
  • Mieru : terlihat

Untuk lebih mudah memahaminya, mari kita lihat berbagai contoh kalimat dari arti yang tertulis di atas satu per satu!

Contoh Kalimat

1. Subjek dari kata kerja intransitif

Ame ga furimasu.
Hana ga sakimasu.
Hito ga atsumarimasu.
Sara ga ochimashita.
Doa ga shimatteimasu.
Mado ga aiteimasu.
Ryuugakusei to au kikai ga fueru.

2. Keberadaan suatu benda/orang

Niwa ni usagi ga imasu.
Kono omise ni wa eigo no hon ga takusan arimasu.

3. Subjek dari kata tanya

Nani ga suki desuka?
Doko ga ii desuka?
Itsu ga ii desuka?

4. Penegasan suatu subjek kalimat

Ashita, watashi ga ikimasu.
Watashi no kawari ni, kare ga supiichi wo shimasu.
Kore ga tabetai desu.
Nihon ryouri no naka de, sushi ga ichiban oishii to omoimasu.

5. Keterangan kata sifat dari suatu objek/kata benda

Ane wa kami ga nagai desu.
Otouto wa se ga takai desu.
Sakamoto san wa me ga kirei desu.
Watashi wa kanojo no koto ga suki kamoshiremasen.
Yamada san wa Indonesia-go ga jouzu desu.
Happyou suru toki ni, pasokon ga hitsuyou desu.

6. Keterangan kata konjungsi “tetapi”

Kono hon wa takai desu ga, totemo ii desu.
Kare wa kakkoii desu ga, shinsetsu dewa arimasen.
Kono heya wa hiroi desu ga, kurai desu.

7. Keterangan pola kalimat “pernah”

Kankoku ni itta koto ga arimasu.
Kare wa kaigai ni itta koto ga nai to omoimasu.
Nama tamago wo tabeta koto ga arimasuka?

8. Keterangan pola kalimat “bisa”

Kare wa nihongo de hanasu koto ga dekimasu.
Riko-san wa Doitsu-go ga sukoshi hanasemasu.
Rina-san wa kanji ga yomemasuka?
Koko kara yama ga miemasu.
Neko no nakigoe ga kikoemasu.

Contoh soal

Untuk kalian yang sedang mempersiapkan diri mengikuti tes JLPT N5, silakan perhatikan contoh soal berikut ini ya. Selamat mencoba!

Contoh 1 : かのじょはかみ___みじかいです。
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 2 : わたしはえいご___じょうずではありません。
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 3 : ちゃわん___われました。
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 4 : ここからはなび___みえます。
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 5 : わたしは____ ____ __☆__ ____です。
  1. りょうり
  2. にほん
  3. すき
klik di sini untuk melihat jawabannya

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah ada gambaran tentang penggunaan partikel “ga” dalam bahasa Jepang?

Partikel ini digunakan di berbagai situasi, seperti untuk menunjukkan subjek kata kerja intransitif, keberadaan suatu benda/orang, subjek dari kata tanya, penegasan suatu subjek kalimat, keterangan kata sifat dari suatu objek/kata benda, keterangan pola kalimat “pernah”, dan keterangan pola kalimat “bisa”.

Jika sudah bisa memahaminya, cobalah membuat contoh kalimat menggunakan partikel “ga” seperti contoh di atas, ya! Semoga informasi ini bermanfaat! Ikuti terus informasi dari Kepo Jepang ya…

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, yuk simak kembali beberapa hal di bawah ini!

Q) Apa fungsi utama partikel “ga”?

A) Partikel “ga” digunakan di berbagai situasi, seperti untuk menunjukkan subjek kata kerja intransitif, keberadaan suatu benda/orang, subjek dari kata tanya, penegasan suatu subjek kalimat, keterangan kata sifat dari suatu objek/kata benda, keterangan pola kalimat “pernah”, dan keterangan pola kalimat “bisa”.

Q) Apa perbedaan partikel “ga” dan “wa”?

A) Sederhananya partikel “wa” digunakan dalam kalimat bertopik. Sedangkan partikel “ga” digunakan dalam kalimat tidak bertopik. Dalam bahasa Jepang, beberapa kata sifat dan kata kerja intransitif dapat memiliki objek, dan partikel “ga” yang digunakan untuk menunjukkan objek. Sedangkan, jika ingin menunjukkan subjek (topik) partikel yang digunakan adalah “wa”.

Q) Contoh partikel “ga” dalam kalimat intransitif?!

A) -1- Hi ga kiemasu. (Api padam.) / -2- Doa ga akimasu. (Pintu terbuka.)

Untuk pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, bisa kalian baca di halaman ini ya!

Kembali ke halaman daftar materi

Kali ini kita sudah belajar pola “ga”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!