Simak penggunaan partikel “ga” dalam bahasa Jepang yuk!

Bagaimana Penggunaan Partikel “ga”?

Partikel “ga” digunakan untuk menunjukkan banyak hal, seperti:

1. Subjek dari kata kerja intransitif

Kata kerja intransitif, atau yang dalam bahasa Jepang disebut “jidoushi”, merupakan kata kerja yang tidak memerlukan objek. Contohnya adalah: tertutup, terbuka, berkumpul, dan lain-lain.

2. Keberadaan suatu benda/orang

Dalam bahasa Jepang keberadaan suatu benda diungkapkan dengan kata “ga arimasu/aru”, dan keberadaan orang/benda hidup diungkapkan dengan “ga imasu/iru”.

3. Subjek dari kata tanya

Kata tanya seperti apa, siapa, di mana dan kapan ketika menjadi subjek umumnya akan diiringi dengan partikel “ga”.  

4. Penegasan suatu subjek kalimat

Partikel “ga” juga digunakan ketika ingin memberi penegasan terhadap suatu kalimat. Dalam arti ini, biasanya “ga” akan menggantikan partikel “wa” (penunjuk subjek secara umum), atau partikel “wo” (penunjuk objek).

5. Keterangan kata sifat dari suatu objek/kata benda

Untuk kalimat ini, biasanya polanya adalah: kata benda + “ga” + kata sifat

6.Keterangan kata konjungsi “tetapi”

Partikel “ga” juga bisa digunakan untuk menyambungkan kalimat yang berlawanan, dengan pola kalimat 1 + partikel “ga” yang berarti “tetapi” + kalimat 2 yang berlawanan dengan kalimat 1.

7. Keterangan pola kalimat “pernah”

Untuk mengungkapkan “pernah”, akan digunakan pola kalimat: kata kerja bentuk lampau + koto ga arimasu/arimasen

8. Keterangan pola kalimat “bisa”

Keterangan kalimat “bisa” atau menunjukkan suatu kemampuan, bisanya diungkapkan dengan:

Pola kalimat: kata kerja bentuk kamus + koto ga dekimasu

Pola kalimat: kata benda + ga + kata kerja bentuk kebisaan

  • Kata kerja bentuk I (u menjadi eru)
  • Kata kerja bentuk II (ru menjadi rareru)
  • Kata kerja bentuk III (suru menjadi dekiru)

Selain itu bisa juga dengan kata seperti :

  • Kikoeru : terdengar
  • Mieru : terlihat

Untuk lebih mudah memahaminya, mari kita lihat berbagai contoh kalimat dari arti yang tertulis di atas satu per satu!

Contoh Kalimat

Menunjukkan subjek dari kata kerja intransitif

Ame ga furimasu.
Hujan turun.
Hana ga sakimasu.
Bunga mekar.
Hito ga atsumarimasu.
Orang berkumpul.
Sara ga ochimashita.
Piring sudah jatuh.
Doa ga shimarimasu.
Pintu tertutup.
Mado ga akimasu.
Jendela terbuka.

Menunjukkan keberadaan

Niwa ni usagi ga imasu.
Di halaman ada kelinci.
Kono omise ni wa eigo no hon ga takusan arimasu.
Di toko ini ada banyak buku bahasa Inggris.
Sumimasen, Tanaka sensei ga irasshaimasuka?*
Maaf, apakah guru Tanaka ada?
 
*”irasshaimasuka?” adalah bentuk yang lebih sopan atau bentuk keigo dari “imasuka?”

Menunjukkan subjek dari kata tanya

Nani ga suki desuka?
Apa yang (Anda) suka?
Doko ga ii desuka?
Baiknya di mana?
Itsu ga ii desuka?
Baiknya kapan?

Penegasan suatu subjek kalimat

Ashita, watashi ga ikimasu.
Besok, saya yang akan pergi.
Watashi no kawari ni, kare ga supiichi wo shimasu.
Sebagai pengganti saya, dia (laki-laki) akan berpidato.
Kore ga tabetai desu.
Ini yang ingin saya makan.
Nihon ryouri no naka de, sushi ga ichiban oishii to omoimasu.
Di antara masakan Jepang, menurut saya sushi adalah yang paling enak.

Menunjukkan keterangan kata sifat dari suatu objek/suatu kata benda

Ane wa kami ga nagai desu.
Kakak perempuan memiliki rambut yang panjang.
Otouto wa se ga takai desu.
Adik laki-laki memiliki badan yang tinggi.
Sakamoto san wa me ga kirei desu.
Sakamoto memiliki mata yang cantik.
Watashi wa kanojo no koto ga suki kamoshiremasen.
Saya mungkin suka dengan dia (perempuan).
Yamada san wa Indonesia-go ga jouzu desu.
Yamada pintar bahasa Indonesia.
Happyou suru toki ni, pasokon ga hitsuyou desu.
Saat presentasi, perlu laptop.

Menunjukkan kata sambung “tetapi”

Kono hon wa takai desu ga, totemo ii desu.
Buku ini mahal, tetapi bagus.
Kare wa kakkoii desu ga, shinsetsu dewa arimasen.
Dia (laki-laki) keren, tetapi tidak ramah.
Kono heya wa hiroi desu ga, kurai desu.
Kamar ini luas, tetapi gelap.

Menunjukkan pola kalimat pernah

Kankoku ni itta koto ga arimasu.
(Saya) pernah pergi ke Korea Selatan.
Kare wa kaigai ni itta koto ga nai to omoimasu.
Saya pikir dia (laki-laki) tidak pernah bergi ke luar negeri.
Nama tamago wo tabeta koto ga arimasuka?
Apa (Anda) pernah makan telur mentah?

Menunjukkan pola kalimat bisa

Kare wa nihongo de hanasu koto ga dekimasu.
Dia (laki-laki) bisa berbicara dengan bahasa Jepang.
Riko-san wa Doitsu-go ga sukoshi hanasemasu.
Riko bisa berbicara bahasa Jerman sedikit.
Rina-san wa kanji ga yomemasuka?
Apa Rina bisa membaca kanji?
Koko kara yama ga miemasu.
Dari sini terlihat gunung.
Neko no nakigoe ga kikoemasu.
Terdengar suara tangisan kucing.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah ada gambaran tentang penggunaan partikel “ga” dalam bahasa Jepang?

Partikel ini digunakan di berbagai situasi, seperti untuk menunjukkan subjek kata kerja intransitif, keberadaan suatu benda/orang, subjek dari kata tanya, penegasan suatu subjek kalimat, keterangan kata sifat dari suatu objek/kata benda, keterangan pola kalimat “pernah”, dan keterangan pola kalimat “bisa”.

Jika sudah bisa memahaminya, cobalah membuat contoh kalimat menggunakan partikel “ga” seperti contoh di atas, ya! Semoga informasi ini bermanfaat!

Ikuti terus informasi dari Kepo Jepang ya…