Simak partikel dalam bahasa jepang yang sering digunakan sehari-hari yuk!

Partikel yang dibahas kali ini adalah partikel “no”. Apa kalian pernah mendengar partikel ini?

Bagaimana penggunaan partikel “no”?

Partikel “no” secara sederhana dapat dikatakan berfungsi untuk menunjukkan “kepemilikan”. Secara umum, partikel ini memiliki pola A no B yang bisa diartikan B nya A.

Fungsi partikel “no”

Partikel ini digunakan untuk berbagai situasi seperti:

1.Menunjukkan sesuatu yang dimiliki

  • Polanya: pemilik + keterangan kata benda

Misalnya, tanaka-san no neko, yang berarti kucing milik Tanaka.

2.Menjelaskan tempat buatan suatu benda

  • Polanya: tempat buatan + “no” + benda yang menjadi topik utama

Misalnya, Indonesia no fuku, yang berarti baju buatan Indonesia.

3.Menjelaskan bagian dari suatu lokasi

  • Polanya: lokasi yang lebih besar + “no” + bagian dari lokasi tersebut

Misalnya, Indonesia no Jogujakaruta, yang berarti Yogyakarta, Indonesia.

4.Menjelaskan sesuatu dengan kata benda

  • Polanya: kata benda penjelas + “no” + kata benda topik utama

Misalnya, suugaku no sensei, yang berarti guru matematika.

5.Menjadi pengganti kata benda yang telah disebutkan sebelumnya

  • Polanya: kalimat utama + kata sifat + “no” 

Jika diucapkan dalam bahasa Indonesia, sepertinya “no” di sini paling dekat dengan kata “yang”.

Misalnya, yasui no wa aru? yang berarti ada yang murah?

6.Membuat kata kerja menjadi kata benda

  • Polanya: kata kerja + “no” + partikel/keterangan lain

Misalnya, benkyou suru no ga suki, yang berarti saya senang belajar.

7.Menegaskan suatu kalimat

  • Polanya: kalimat + “no” diletakkan di bagian akhir kalimat

Misalnya, okane ga nai no!, yang berarti saya tidak punya uang!

Pada hal ini, partikel “no” sering disingkat dengan “n” saja ketika digunakan dalam percakapan sehari-hari.

8.Menunjukkan pertanyaan dalam percakapan yang akrab

  • Polanya: kalimat/kata singkat + “no” diletakkan di belakang kalimat tanya

Misalnya, itta no? yang berarti kamu sudah pergi?

Seperti pada contoh penggunaan sebelumnya, pada hal ini, kita akan banyak menemui partikel “no” disingkat dengan “n” saja dalam percakapan sehari-hari.

Untuk bisa semakin memahaminya, mari lihat beberapa contoh kalimat di bawah ini!

Contoh kalimat

1. Menunjukkan sesuatu yang dimiliki

Kore wa watashi no kaban desu.
Asoko wa kare no heya desu.

2. Menjelaskan tempat buatan suatu benda

Kore wa nihon no kuruma desu.
Are wa itaria no udedokei desu.

3. Menjelaskan bagian dari suatu lokasi

Watashi wa Indonesia no Jakaruta shusshin desu.
Amerika no doko shusshin desuka?

4. Menjelaskan sesuatu dengan kata benda

Kanojo wa nihon-go no sensei desu.
Nihon no aki wa dou desuka?

5. Menjadi pengganti kata benda yang telah disebutkan sebelumnya

Kono kaban, chotto ookii desu ne. Chiisai no wa arimasuka?
Onigiri, takusan arimasu ne. Karai no wa arimasuka?

6. Membuat kata kerja menjadi kata benda

Kotoba wo takusan oboeru no wa muzukashii desu ne.
Eigo de hanasu no ga suki desu.

7. Menegaskan suatu kalimat

Ashita, yakusoku ga aru no desu. / Ashita, yakusoku ga arun desu.
Asoko de taberu no desu ka? / Asoko de taberun desuka?
Suki na no yo! / Suki nan yo!

8. Menunjukkan pertanyaan dalam percakapan yang akrab

Doushita no? Daijoubu? / Doushitan? Daijoubu?
Yasai, nigate na no? / Yasai, nigate nan?

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari partikel “no”?

Partikel “no” digunakan untuk menunjukkan “kepemilikan”, seperti untuk menunjukkan sesuatu yang dimiliki, tempat buatan suatu benda, bagian dari suatu lokasi, menjelaskan sesuatu dengan kata benda, menjadi pengganti kata benda yang telah disebutkan sebelumnya, membuat kata kerja menjadi kata benda, menegaskan suatu kalimat, serta menunjukkan pertanyaan dalam percakapan yang akrab.

Semoga informasi kali ini bermanfaat! Ikuti terus informasi belajar bahasa Jepang di web Kepo Jepang ya!