Warna dalam bahasa Jepang mungkin merupakan beberapa kata yang bakalan sering kalian gunakan saat berbicara bahasa Jepang. Kalian mungkin akan menggunakan kata-kata berwarna untuk mendeskripsikan berbagai hal setiap hari. Kalian juga bisa loh memulai percakapan baru dengan membicarakan warna favorit kalian. Yuk, langsung simak penjelasan tentang warna dalam bahasa Jepang.

Penjelasan Iro

Iro (warna) adalah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan warna secara umum. Dalam kamus bahasa Jepang, ada beberapa arti yang berhubungan dengan iro, di antaranya :

  1. Kesan yang diterima mata tergantung pada perbedaan panjang gelombang cahaya (rona). Selain warna primer, ada warna perantara di antara keduanya, dan kesannya berbeda bergantung pada kecerahan dan kejelasan (saturasi). 
  2. Corak, ragam yang berhubungan dengan sifat sesuatu dan ekspresi seseorang

Yang akan saya bahas kali ini adalah poin no 1. Dalam bahasa Jepang, kata-kata untuk warna tertentu digunakan secara berbeda tergantung pada jenis kata-katanya. Warna dalam bahasa Jepang menggunakan 2 macam, yaitu penggunaan kata dalam bahasa Jepang asli dan versi kata pinjaman dari padanan bahasa Inggris yang biasanya ditulis menggunakan katakana.

Warna sebagai Kata Benda

Warna Basic

*huruf miring : bahasa Jepang asli
*huruf kapital : serapan inggris 

  • Merah : akaREDDO
  • Orange : daidaiiro ORENJI
  • Kuning : kiiro, (ki saja pun sudah berarti kuning) – IEROO
  • Hijau : midori – GURIIN
  • Biru : ao – BURUU
  • Ungu : murasaki – PAAPURU
  • Pink : momoiro – PINKU
  • Abu-abu : haiiro – GUREI
  • Hitam : kuro – BURAKKU
  • Putih : shiro – HOWAITO

!PERHATIAN!
Warna biru (ao) juga bisa digunakan untuk hijau dalam banyak kasus. Contoh paling terkenal adalah untuk lampu lalu lintas.  Lampu hijau lalu lintas di Jepang disebut ao shingo bukan midori shingo.

Kata-kata yang digunakan untuk penunjukan warna di atas termasuk ke dalam golongan meishi (kata benda), biasanya digunakan sebagai subjek atau predikat dalam sebuah kalimat. Ketika kalian mau menggunakannya untuk mendeskripsikan warna suatu benda kalian perlu menggunakan “partikel no” di antara warna dan kata benda yang ingin kalian jelaskan. (lihat contoh di bawah)

Warna Non-Basic

Berikut warna yang lebih spesifik yang biasa digunakan di Jepang.

  • Perak : gin -SHIRUBAA
  • Emas : kin -GOORUDO
  • Warna pelangi : niji iro
  • Biru muda : mizuiro
  • Biru langit : tanseishoku
  • Biru tua/dongker : kon iro – NEIIBII
  • Hijau muda kekuning-kuningan : kimidori
  • Beige : BEIIJU
  • Coklat : chairo – BURAUN

Warna sebagai Kata Sifat

Warna juga bisa dideskripsikan sebagai kata sifat. Beberapa warna yang bisa berubah menjadi kata sifat hanya dengan menambahkan huruf “i” di akhir, yaitu 

  • Merah : aka-i
  • Biru : aoi-i
  • Hitam : kuro-i
  • Putih : shiro-i
  • Kuning : kiiro-i
  • Cokelat : chairo-i

Berbeda dengan warna sebagai kata benda yang membutuhkan “partikel no” ketika mendeskripsikan warna sesuatu, dengan menggunakan warna sebagai kata sifat kalian tidak perlu menambahkan partikel apapun, cukup dengan “kata sifat + kata benda”.

Contoh Kalimat 

Warna sebagai Kata Benda

Q
Kore wa nan no iro desuka.
Ini warna apa?
A

Sore wa tanseishoku desu.
Itu warna biru langit.

Shingo wa aka ni kawatta.
Lampu lalu linta berubah menjadi warna merah.
Watashi no suki-na iro wa mizuiro desu.
Warna favorit saya adalah biru muda.
Murasaki no hana ga ichiban suki.
Saya paling suka bunga berwarna ungu.
ORENJI wa oneesan no suki-na iro desu.
Orange adalah warna favorit kakak perempuan saya.
Kiiro no kutsushita wo kaitai.
Saya ingin membeli kaos kaki berwarna kuning.
Imouto wa PINKU no fuku wo kiteiru.
Adik perempuan saya memakai baju berwarna pink.
Otousan wa kabe wo haiiro ni nurimashita.
Ayah mengecat tembok dengan warna abu.
Ushi wa midori no kusa wo tabeteiru.
Sapi makan rumput hijau.

Warna sebagai Kata Sifat

Kanojo no kaban wa akai desu.
Tas dia (perempuan) berwarna merah.
Ano aoi doresu wa kirei desu ne.  
Dress biru itu bagus ya.
Seiyoujin wa shiroi gohan wo amari tabenai.
Orang barat jarang makan nasi putih.
Kono hen de chairoi saifu wo mimasendeshitaka.
Apakah kamu melihat dompet cokelat di sekitar sini?
Kono kouen ni kiiroi bara ga arimasu.
Di taman ini ada mawar kuning.
Entotsu kara kuroi kemuri ga detekita.
Asap hitam keluar dari cerobong asap.

Kesimpulan

Nah itulah penjelasan tentang warna dalam bahasa Jepang. Jadi, pada dasarnya warna dalam bahasa Jepang termasuk ke dalam golongan kata benda (meishi), namun, beberapa warna bisa diubah menjadi kata sifat (keiyoushi).

Semoga bahasa Jepang yang saya bagikan hari ini bermanfaat dan bisa kalian aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari ya.

Jangan lupa ikuti terus informasi belajar bahasa Jepang dari Kepo Jepang ya…