Renga de ie wo tatemasu.
Membangun rumah dengan batu bata.

Tatemasu merupakan bentuk ~masu dari kata kerja tateru yang dalam bahasa Indonesia diartikan “membangun” atau “mendirikan”. Namun, selain tateru ada istilah lain dengan arti yang sama yaitu kizuku. Lalu, apakah perbedaan kedua kata ini?

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan menjelaskan arti dan makna dari kedua kata di atas, apa perbedaannya dan bagaimana penggunaannya dalam kalimat bahasa Jepang. Untuk lebih memahaminya, akan diberikan juga beberapa contoh kalimat di akhir artikel.

Langsung simak saja penjelasan kata tateru dan kizuku di bawah ini.

Penjelasan “Tateru” dan “Kizuku

Baik tateru maupun kizuku termasuk ke dalam kelas kata kerja. Apabila tateru merupakan kata kerja golongan 2 (ichi-dan-doushi), maka kizuku termasuk ke dalam kata kerja golongan 1 (go-dan-doushi). Adapun perubahan bentuk kata kerjanya bisa dilihat di halaman ini.

Persamaan kedua kata ini adalah digunakan untuk menunjukkan kegiatan membangun atau mendirikan sebuah bangunan. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan arti dan makna dari kedua istilah ini.

Arti dan Makna “Tateru

Dalam kamus Daijiten, ada dua pengertian dari kata tateru, yaitu :

  1. Membangun atau mendirikan sebuah bangunan seperti rumah, gedung dan sebagainya.
  2. Membangun atau mendirikan negara, kota, desa, dan sebagainya.

Berdasarkan pengertian nomor 1 maka muncullah istilah tatemono yang berarti “bangunan”, kata ini terdiri dari kata tate dari tateru dan mono (benda), dan secara harfiah bisa diartikan benda yang dibangun.

Sebagai tambahan, tateru merupakan kata kerja bentuk transitif (tadoushi), yaitu kata kerja yang memerlukan objek. Pada dasarnya kata kerja ini selalu ditunjukan dengan partikel ~wo sebagai penanda objek itu sendiri. Subjek sendiri bisa pembicara atau orang lain. Jika pembicara biasanya tidak disebutkan secara langsung.

Adapun bentuk intransitif dari tateru adalah tatsu. Kata kerja intransitif (jidoushi) adalah kata kerja yang bisa berdiri sendiri dan tidak memerlukan objek. Ciri khas dari kata kerja ini adalah benda alam atau benda mati yang biasanya menjadi subjek. Subjek pada kalimat intransitif biasanya ditunjukan dengan partikel ~ga.

Pada dasarnya tateru digunakan ketika hendak membangun atau mendirikan sesuatu, sedangkan tatsu menunjukkan bahwa bangunan tersebut sudah ada atau sudah selesai dibangun.

Arti dan Makna “Kizuku

Pada dasarnya kata kizuku juga digunakan untuk mendeskripsikan kegiatan membangun atau mendirikan sebuah bangunan. Dalam kamus Daijiten sendiri kata kizuku dideskripsikan sebagai berikut :

  1. Mendirikan sebuah bangunan dengan menumpukan tanah dan batu.
  2. Membuat sebuah sistem, organisasi, struktur, status, posisi sosial, atau aset dengan baik dan benar.

Makna kedua ini cakupannya lebih luas dibandingkan makna pertama. Jadi bisa dikatakan kizuku digunakan bukan hanya untuk mendeskripsikan kegiatan “membangun” atau “mendirikan” sebuah bangunan saja, tetapi juga bisa digunakan untuk hal-hal yang bersifat abstrak. Misalnya, “membangun” hubungan antar manusia, dan sebagainya.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Membangun” dan “Mendirikan”

Selain tateru dan kizuku ada istilah lainnya yang bisa digunakan untuk menyatakan “membangun” dan “mendirikan”, yaitu kensetsu dan kenchiku. Berbeda dengan tateru dan kizuku, kedua istilah ini merupakan kata benda yang jika ingin diubah ke dalam kata kerja perlu ditambahkan suru (melakukan).

Kensetsu

Sebagai kata benda kensetsu umumnya diartikan “konstruksi” atau “pembangunan”. Adapun ketika diubah menjadi kata kerja, maknanya menunjukkan kegiatan membuat bangunan baru seperti gedung, rumah dan fasilitas (infrastruktur) seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan sebagainya.

Namun, selain menunjukan pembangunan benda-benda seperti disebutkan di atas, kensetsu juga umum digunakan ketika pembangunan yang dimaksud adalah hal-hal seperti organisasi dan sebagainya.

Kenchiku

Sebagai kata benda kenchiku secara sederhana diartikan “pembangunan” dan “arsitektur”. Istilah kenchiku sendiri lebih menunjukkan pada kegiatan membangun suatu bangunan, seperti rumah, apartemen, dan sebagainya dengan fondasi dan teknologi tertentu.

Jadi bisa dikatakan kenchiku maknanya lebih sempit karena hanya digunakan untuk kegiatan membuat bangunan baru seperti rumah dan sebagainya. 

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan istilah-istilah di atas, mari kita perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Tateru

Rainen, atarashii ie wo tateru yotei desu.
Ano tera wa niyaku-nen mae ni tateraremashita.
Watashi no ie no tonari dewa ima atarashii manshon wo tatete imasu.
A : Zuibun furui ie desu ne.
B : Hyaku-gojuu-nen mae ni taterareta sou desu yo.
Kono ie wa ki de tateraremashita.
Chichi wa ie wo tateru tsumori de, tochi wo kaimashita.
Watashi no shigoto wa apaato wo tateru koto desu.
Shiryou ni yoruto kono shiro wa 1000 nen mae ni taterareta rashii desu.
Machi no nishigawa ni atarashii ie ga takusan taterareteru yo. 
A : Ano ie ni dare ka sunde iru hito wa iru no?
B : Iie, are wa akiya na no. Nanka mata atarashii ie wo tateru mitai da yo.

Kizuku

Kanojo to no shinrai kankei wo kizuite ikitai.
Hiyou wa betsu to shite, sono hashi wo kizuku ni wa nagai jikan ga kakaru darou.
Shiawase-na katei wo kizuku.
Yamada-san wa shagai de jinmyaku wo kizuite iru.
Karera wa gohyaku-nen mae ni kono teikoku wo kizuita.
Kono shiro wa nara jidai ni kizukareta sou desu.

Istilah Lainnya

Kono chiiki ni shougyou biru no kensetsu wo suru yotei desu.
Douro no kensetsu kouji ga yotei yori mo okurete imasu.
Watashi-tachi no koujou wo yasuku kensetsu shite kureru kensetsu-gaisha wo sagashite imasu.
Sono yuuenchi wo kenchiku suru no ni juu-nen kakatta. 
Kare wa atarashii ie no sekkei wo shita dake de naku, jibun de sore wo kenchiku shita.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata kerja tateru dan kizuku yang berarti “membangun” atau “mendirikan”. Jadi kedua istilah ini secara umum digunakan untuk mendeskripsikan kegiatan mendirikan sebuah bangunan, seperti rumah, gedung, dan sebagainya. Namun selain digunakan untuk menyatakan pendirian bangunan, kizuku juga bisa digunakan untuk hal-hal yang bersifat abstrak, seperti status sosial (hubungan masyarakat).

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan istilah-istilah bahasa Jepang di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “membangun” atau “mendirikan”?

A) Membangun atau mendirikan dalam bahasa Jepang adalah 建てる (tateru) atau 築く(kizuku).

Q) Apa artinya 建てる (tateru)?

A) 建てる (tateru) artinya membangun sebuah bangunan seperti rumah, gedung, dan sebagainya.

Q) Apa artinya 築く(kizuku)?

A) 築く(kizuku) artinya membangun sebuah bangunan atau membangun hal-hal abstrak seperti posisi, status sosial atau hubungan antar manusia.

Q) Apa perbedaan 建てる (tateru) dan 築く(kizuku)?

A) 建てる (tateru) dan 築く(kizuku) pada dasarnya berarti “membangun” atau “mendirikan”. Namun, 建てる (tateru) lebih umum digunakan untuk mendeskrispikan kegiatan membangun rumah, gedung, dan sebagainya, sedangkan 築く(kizuku), selain bisa digunakan untuk menyatakan “membangun bangunan” bisa juga digunakan untuk hal-hal yang bersifat abstrak, seperti status sosial (hubungan masyarakat), dan sebagainya.

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.