Douitashimashite dalam bahasa Indonesia bisa diartikan “sama-sama”. Seperti kebanyakan bahasa Jepang, ada banyak cara untuk mengungkapkan terima kasih dan “sama-sama”. Tentu saja masing-masing ungkapan harus digunakan sesuai dengan situasi, kondisi, dan dengan siapa kalian berbicara.

Untuk lebih memahami ungkapan douitashimashite, langsung simak saja penjelasan di bawah ini. Jangan lupa tonton juga video penjelasannya ya!

PenjelasanDouitashimashite

Douitashimashite adalah ungkapan paling umum dalam mengatakan “sama-sama”. Tentunya ungkapan ini juga adalah ungkapan “sama-sama” yang paling sering kalian dengar dan gunakan, bukan?! Tapi sebenarnya, kalian juga bisa menggunakan ungkapan yokatta, kochirakoso atau ieie sebagai pengganti douitashimashite. Di luar yang kalian ketahui, masih ada banyak variasi lainnya yang bisa digunakan untuk mengungkapkan “sama-sama” loh.

Jika kalian mencari bahasa Jepang untuk “sama-sama” dalam kamus, mungkin yang muncul adalah douitashimashite. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ungkapan inilah yang paling umum dikenal dan sopan sebagai jawaban ketika seseorang mengucapkan terima kasih kepada kalian.

Douitashimashite mengandung makna “saya belum melakukan apa-apa untuk rasa terima kasih yang Anda berikan.” Ungkapan ini juga mengandung makna “perhatian” dan “kerendahan hati” dari orang yang mengucapkannya.

Seperti yang sudah dijelaskan douitashimashite memang memiliki arti “sama-sama”. Namun, frasa tersebut tidak terlalu sering digunakan dalam percakapan kasual di antara orang Jepang, khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam situasi kasual ungkapan-ungkapan lain lah yang jauh lebih sering digunakan ketika mengatakan “sama-sama”.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Sama-sama”

Di Jepang yang terkenal dengan budaya saling menghormati, kata “terima kasih!” sering terdengar di sepanjang jalan, di lingkungan kalian tinggal atau bahkan di tempat kerja! Namun, membalas “terima kasih” kepada orang Jepang mungkin akan menjadi salah satu tantangan yang selalu dihadapi sebagian besar pemula. Karena itu, mari kita lihat beberapa cara lain untuk mengucapkan “sama-sama” dalam bahasa Jepang!

Dalam Keadaan Informal atau Kasual (Orang yang Sudah Akrab)

Yokatta

Secara harfiah artinya “syukurlah” atau “saya merasa senang”, biasanya digabungkan dengan hal yang berhubungan dengan konteks percakapan.

Un

Jawaban yang paling kasual untuk menggantikan douitashimashite. Tentu saja ada baiknya kalian menggunakan ungkapan ini kepada teman atau orang yang lebih muda dari kalian.

Iiyo-! 

Sama halnya dengan un, iiyo-! digunakan ketika menjawab “sama-sama” dalam situasi non-formal atau kasual. Bisanya digunakan dengan teman, keluarga atau seseorang yang lebih muda dan sudah akrab.

Ha-i!

Penggunaannya sama seperti un, hanya digunakan dalam keadaan yang sangat-sangat kasual atau non-formal dan kepada orang yang cenderung sudah sangat dekat dengan kalian.

Kinishinai de

Tidak masalah/tidak apa-apa. Frasa ini sendiri berarti “jangan khawatir”, tetapi juga dapat digunakan dalam konteks tertentu untuk mengatakan “sama-sama”.

Tondemonai

Ungkapan yang biasanya digunakan untuk menunjukkan bahwa “tidak apa-apa” dalam percakapan santai. Dalam kehidupan sehari-hari, kalian mungkin akan melihat beberapa orang Jepang menggunakan ini sebagai cara informal untuk mengatakan “sama-sama”, jadi tidak perlu terkejut ya!

Dalam Keadaan Semi-Formal (Biasanya Teman Kantor, Sekolah dan sebagainya)

Ieie

Secara harfiah artinya “tidak, tidak”. Ini biasanya digunakan ketika seseorang mengungkapkan rasa terima kasih mereka yang terdalam ke kalian, tapi yang ingin kalian sampaikan ke mereka adalah “tidak perlu disebutkan” atau “tidak masalah”.

Kochira koso

Kochira di sini menunjukkan diri kita sendiri. Secara harfiah artinya adalah “sayalah yang harus berterima kasih”. Kalian bisa menggunakannya ketika seseorang berterima kasih tapi kalian juga ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka.

Enryo shinaide

Cara yang santai tetapi sopan untuk menjawab “terima kasih” dari lawan bicara agar tidak terlalu formal. Ini menyiratkan bahwa tidak perlu “terima kasih” dan melakukan kebaikan itu sama sekali tidak menjadi masalah. Frasa ini sangat cocok untuk pertemanan pemula.

Dalam Keadaan Formal/Hormat (Biasanya Atasan, Guru, Senior dan sebagainya)

Kyoushuku de gozaimasu/ Kyoushuku desu

Ungkapan ini secara harfiah merujuk pada makna “sudah menjadi kewajiban saya”, digunakan ketika atasan mengucapkan terima kasih atas pekerjaan yang sudah kalian lakukan atau digunakan dalam situasi formal ketika seseorang berterima kasih kepada kalian.
de gozaimasu lebih formal dari desu

Oyaku ni tatte yokatta

Awalan o pada ungkapan ini sebagai penunjuk kata hormat. Ungkapan ini sendiri secara harfiah memiliki arti “saya senang bahwa saya berguna bagi Anda”.

Itsu demo douzo

Iasanya digunakan pelayanan kepada pelanggan. Secara harfiah artinya “silakan, kapanpun Anda membutuhkan saya”. Gunakan itsudemo omooshitsuke kudasai untuk bentuk yang lebih sopan lagi (untuk klien atau pelanggan yang sangat terhomat).

Contoh Kalimat

A : Tetsudatte kurete, arigatou gozaimasu.
B : Douitashimashite.
A : Kyou wa osewa ni nari, arigatou gozaimashita.
B : Douitashimashite.
A : Chiisana misu ni hayaku kidzuite kureta node, tasukarimashita. Hontou ni arigatou gozaimasu.
B : Douitashimashite. Tama-tama chekku shita dake desu.
Tasuke ni narete, yokatta.
A : Kite kurete, arigatou!
B : Un!
A : Senpai, repooto wo tetsudatte kurete, arigatou gozaimasu.
B : Ieie. Itsu demo douzo.
A : Kinou, kasa wo kashite kurete arigatou!
B : Iiyo-!
A : Shashin wo totte kurete arigatou.
B : Ieie.
Ieie, itsu demo koe kakete!
A : Gokakunin arigatou gozaimasu.
B : Kochirakoso.

Kesimpulan

Sebenarnya masih banyak lagi ungkapan yang bermakna “sama-sama” ketika diucapkan dalam keadaan formal dan menunjukkan bentuk kehormatan kepada lawan bicara. Namun, dengan mengetahui beberapa yang sudah disebutkan di atas sudah cukup untuk kalian pelajari. Jadi, kalau kalian berbicara dengan orang Jepang dan mereka mengucapkan “terima kasih”, ada banyak sekali alternatif jawaban yang bisa kalian ucapkan. Jangan lupa untuk mengingat situasinya apakah formal atau kasual dan memperhatikan lawan bicara kalian juga.

Sampai di sini dulu bahasa Jepang yang kita pelajari kali ini. Semoga kalian yang membacanya bisa memahami dengan mudah dan semakin semangat untuk belajar bahasa Jepang. Sampai jumpa di pelajaran bahasa Jepang lainnya!

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Q) Apa ungkapan yang tepat untuk membalas ありがとうございます (arigatou gozaimasu)?
  • Q) Apa arti dari どういたしまして (douitashimashite)?
  • Q) Dalam situasi formal dan resmi, ungkapan apa yang bisa digunakan selain どういたしまして (douitashimashite)?

Jika masih penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya, jangan lupa cek juga halaman ini ya!