Ayo belajar kosakata dalam bahasa Jepang….Bahasa Jepang hari ini adalah Douitashimashite (Sama-sama)

Arti Kata “Douitashimashite

Jika kalian mencari bahasa Jepang untuk “sama-sama” dalam kamus, mungkin yang muncul adalah douitashimashite. Hal ini dikarenakan, ungkapan inilah yang paling umum dikenal sebagai jawaban ketika seseorang mengucapkan terima kasih kepada kalian.

Contoh Kalimat :

A:Tetsudatte kurete, arigatou gozaimasu.
Terima kasih atas bantuannya,
B:Douitashimase.
Sama-sama.

Douitashimashite memang memiliki arti “sama-sama”. Namun, frasa tersebut tidak terlalu sering digunakan dalam percakapan kasual di antara orang Jepang, khususnya dalam kehidupan sehari-hari.

Bahasa Jepang Lain untuk “Sama-sama”

Di Jepang yang terkenal dengan budaya saling menghormati, kata “terima kasih!” sering terdengar di sepanjang jalan, di lingkungan kalian tinggal atau bahkan di tempat kerja! Namun, membalas “terima kasih” kepada orang Jepang mungkin akan menjadi salah satu tantangan yang selalu dihadapi sebagian besar pemula. Karena itu, mari kita lihat beberapa cara lain untuk mengucapkan “sama-sama” dalam bahasa Jepang!

Dalam Keadaan Informal atau Kasual (Orang yang Sudah Akrab)

  • Yokatta : secara harfiah artinya “syukurlah” atau “saya merasa senang”, biasanya digabungkan dengan hal yang berhubungan dengan konteks percakapan.
tasuke ni narete, yokatta.
  • Un : ini mungkin bentuk yang paling kasual.
A : Kite kurete, arigatou!
      Makasih udah datang!
B : Un!
      Sama-sama
  • Iiyo-! 
A : Kinou, kasa wo kashite kurete arigatou!
       Makasih loh kemarin sudah minjemin payung!
B : Iiyo-!
       Sama-sama (atau bisa juga diartikan “nggak apa-apa loh”)
  • Ha-i! : penggunaannya sama seperti un!
  • Kinishinai de : tidak masalah/tidak apa-apa. Frasa ini sendiri berarti “jangan khawatir”, tetapi juga dapat digunakan dalam konteks tertentu untuk mengatakan “sama-sama”.
  • Tondemonai : ungkapan yang biasanya digunakan untuk menunjukkan bahwa “tidak apa-apa” dalam percakapan santai. Dalam kehidupan sehari-hari, kalian mungkin akan melihat beberapa orang Jepang menggunakan ini sebagai cara informal untuk mengatakan “sama-sama”, jadi tidak perlu terkejut ya!

Dalam Keadaan Semi-Formal (Biasanya Teman Kantor, Sekolah dan sebagainya)

  • Ieie : secara harfiah artinya “tidak, tidak”. Ini biasanya digunakan ketika seseorang mengungkapkan rasa terima kasih mereka yang terdalam ke kalian, tapi yang ingin kalian sampaikan ke mereka adalah “tidak perlu disebutkan” atau “tidak masalah”.
Ieie, itsu demo koe kakete!
Tidak masalah, beri tahu saya kalau kamu membutuhkan bantuan lagi!
  • Kochira koso : kochira di sini menunjukkan diri kita sendiri. Secara harfiah artinya adalah “sayalah yang harus berterima kasih”. Kalian bisa menggunakannya ketika seseorang berterima kasih tapi kalian juga ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka.
  • Enryo shinaide : cara yang santai tetapi sopan untuk menjawab “terima kasih” dari lawan bicara agar tidak terlalu formal. Ini menyiratkan bahwa tidak perlu “terima kasih” dan melakukan kebaikan itu sama sekali tidak menjadi masalah. Frasa ini sangat cocok untuk pertemanan pemula.

Dalam Keadaan Formal/Hormat (Biasanya Atasan, Guru, Senior dan sebagainya)

  • Kyoushuku de gozaimasu/ Kyoushuku desu : ungkapan ini secara harfiah merujuk pada makna “sudah menjadi kewajiban saya”, digunakan ketika atasan mengucapkan terima kasih atas pekerjaan yang sudah kalian lakukan atau digunakan dalam situasi formal ketika seseorang berterima kasih kepada kalian.

* de gozaimasu lebih formal dari desu

  • Oyaku ni tatte yokatta : awalan o pada ungkapan ini sebagai penunjuk kata hormat. Ungkapan ini sendiri secara harfiah memiliki arti “saya senang bahwa saya berguna bagi Anda”.
  • Itsu demo douzo : biasanya digunakan pelayanan kepada pelanggan. Secara harfiah artinya “silakan, kapanpun Anda membutuhkan saya”. Gunakan itsudemo omooshitsuke kudasai untuk bentuk yang lebih sopan lagi (untuk klien atau pelanggan yang sangat terhomat).

Kesimpulan

Sebenarnya masih banyak lagi ungkapan yang bermakna “sama-sama” ketika diucapkan dalam keadaan formal dan menunjukkan bentuk kehormatan kepada lawan bicara. Namun, dengan mengetahui beberapa yang sudah disebutkan di atas, saya rasa sudah cukup untuk kalian pelajari. Jadi, kalau kalian berbicara dengan orang Jepang dan mereka mengucapkan “terima kasih”, ada banyak sekali alternatif jawaban yang bisa kalian ucapkan. Jangan lupa untuk mengingat situasinya apakah formal atau kasual dan memperhatikan lawan bicara kalian juga.

Sampai di sini dulu bahasa Jepang yang kita pelajari kali ini. Semoga kalian yang membacanya bisa memahami dengan mudah dan semakin semangat untuk belajar bahasa Jepang. Sampai jumpa di pelajaran bahasa Jepang lainnya!