Watashi wa jitensha ni noremasen.

Tahukah kalian apa arti kalimat di atas? Kalimat di atas berarti “Saya tidak bisa naik (mengendarai) sepeda. Jitensha adalah bahasa Jepang untuk “sepeda”. Namun, selain jitensha ada juga istilah chari yang juga berarti “sepeda”. Apa perbedaannya?

Kali ini, Kepo Jepang akan membahas arti dan makna kata jitensha, dan memperkenalkan beberapa istilah bahasa Jepang lainnya yang juga berarti “sepeda”. Selengkapnya, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Jitensha

Dengan melihat kanji jitensha di atas, dapat disimpulkan bahwa jitensha memiliki makna “sebuah kendaraan yang dioperasikan atau dijalankan sendiri (oleh seseorang)”.

Kata jitensha mulai digunakan pada Zaman Meiji. Sebelum muncul istilah jitensha, berbagai macam istilah digunakan untuk menyebutkan “sepeda”, seperti hitori-sha (kendaraan satu orang), jisousha (kendaraan yang dijalankan sendiri oleh seseorang), dan seiyousha (kendaraan ala barat).

Pada saat itu, istilah jitensha tidak hanya merujuk pada sepeda roda dua saja, tetapi bisa digunakan juga untuk menyebutkan sepeda roda tiga (tricycle) atau roda empat. Baru pada tahun 30-an Meiji, istilah jitensha khusus digunakan untuk jenis sepeda roda dua.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Sepeda”

Nirinsha

Secara harfiah nirinsha berarti kendaraan roda dua. Oleh karena itu, kata ini tidak hanya merujuk pada “sepeda” saja, tetapi bisa digunakan juga untuk kendaraan roda dua lainnya seperti motor.

Umumnya istilah nirinsha digunakan dalam peraturan umum untuk segala jenis kendaraan roda dua.

Chari / Charinko

Istilah chari dan charinko dipercaya muncul dari suara (onomatope) bel sepeda “charin-charin”. Istilah chari dan charinko ini kemungkinan besar awalnya digunakan sebagai bahasa daerah. Oleh karena itu, chari dan charinko dianggap sebagai bahasa slang dan agak kasar. Bahkan, beberapa pengendara sepeda beranggapan istilah charinko memberikan kesan yang tidak baik dan merendahkan karena makna lain charinko adalah “pencuri anak kecil”.

Adapun istilah chari cukup banyak digunakan, misalnya mama-chari. Mama-chari merupakan sepeda yang dianggap unik dengan keranjang ekstra untuk belanjaan dan anak-anak, dan umumnya dikendarai oleh ibu-ibu muda. Istilah ini muncul sekitar awal tahun 1980-an, ketika mama-chari pertama kali diproduksi dan menjadi populer.

Selain itu, ada juga istilah gen-chari (sepeda listrik) atau charidaa (pengendara sepeda). Namun, penggunaan kedua istilah ini belum meluas seperti penggunaan kata mama-chari.

Sebagai tambahan, baik chari maupun charinko ditulis dengan huruf katakana.

Contoh Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata jitensha untuk kalian pelajari.

Mainichi, jitensha de gakkou e ikimasu.
Haha wa jitensha de kaimono ni ikimasu.
Jitensha ni noru toki wa ki wo tsukete kudasai.
Raigetsu, atarashii jitensha wo kau yotei desu.
Yatte wa ikenai koto no hitotsu wa, jitensha ni nori nagara heddohon de ongaku wo kiku koto desu.
Nan-byaku-man mo no hito ga kuruma kara jitensha ni norikaete iru no wa, watashi ni wa nanra odoroki de wa arimasen.
Saikin, jitensha de tsuukin shite iru hito ga fuete imasu.
Zan’nen nagara, watashi wa kougai no kanari tooi tokoro ni sunde iru node, jitensha tsuukin wa genjitsu-teki-na sentakushi de wa arimasen.
Oikko ni jitensha wo katte yarimashita.
Ashita, jitensha wo kashite kudasaimasenka?
Chichi wa watashi ni atarashii jitensha wo katte kureta.
Kanojo wa jitensha kara ochite, ashi wo kegashita. 
Sakuya, watashi no jitensha ga nusumareta. 
Ani ni jitensha wo shuuri shite moratta.
Eki-mae ni wa ooku no jitensha ga ihou ni tomerarete imasu.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata jitensha (sepeda). Dapat disimpulkan bahwa kata ini secara umum digunakan di Jepang. Ada istilah lain seperti nirinsha, chari dan charinko yang juga berarti “sepeda”, tetapi tidak digunakan secara luas.

Semoga penjelasan di atas mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa membaca artikel bahasa Jepang lainnya, dan ikuti terus informasi terbaru seputar Jepang dan bahasa Jepang di Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, mari kita simak beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “sepeda”?

A) Bahasa Jepangnya “sepeda” adalah “jitensha”. Ada istilah lain selain “jitensha”, yaitu “nirinsha”, “chari”, dan “charinko”.

Q) Apa artinya “jitensha”?

A) “Jitensha” dalam bahasa Indonesia ada;ah “sepeda”.

Q) Apa bedanya “jitensha” dan “nirinsha”?

A) “Jitensha” adalah istilah bahasa Jepang secara umum untuk “sepeda”. Sedangkan “nirinsha” secara harfiah berarti “kendaraan roda dua”, di mana bisa merujuk pada sepeda atau motor.

Q) Apa itu “mama-chari”?

A) “Mama-chari” adalah salah satu jenis sepeda yang secara khusus dibuat dengan menambahkan keranjang ekstra untuk belanjaan dan anak-anak, dan umumnya dikendarai oleh ibu-ibu muda.

Untuk pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, bisa langsung di lihat di halaman ini ya.