Belajar salah satu partikel dalam bahasa Jepang yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

Kali ini ayo belajar tentang partikel “ya”!

Bagaimana penggunaan partikel “ya”?

Partikel “ya” memiliki beberapa kegunaan, misalnya untuk:

1.Menyambung kata yang sepadan

Pola kalimat: kata benda 1 + partikel “ya” + kata benda 2 + partikel “ya” + kata benda 3 + kalimat keterangan

Partikel “ya” bisa untuk menyambung sebanyak 2-3 kata benda. Dalam hal ini, partikel “ya” berfungsi sebagai penyambung kata benda yang memiliki kedudukan sepadan. Mirip seperti partikel “to” yang berarti “dan”, partikel ini juga bisa diartikan dengan kata “dan”. Misalnya “yasai ya kudamono”, yang berarti “sayur dan buah”.

Penggunaan partikel ini juga bisa dengan menambahkan kata “nado” di kata benda terakhir. Ketika ditambah kata “nado”, misalnya “neko ya, inu ya, usagi nado” maka artinya akan menjadi seperti “kucing lah, anjing lah, kelinci lah, dan lain-lain”.

2.Menunjukkan penekanan di akhir kalimat

Pola kalimat: predikat + partikel “ya”

Partikel “ya”di sini digunakan di akhir kalimat, untuk menekankan suatu kalimat. Kalimat yang diungkapkan dengan partikel ini bisa berupa suatu ajakan, perintah, ungkapan suatu kesan, dan sebagainya. Misalnya adalah “ikou ya!” yang berarti “ayo pergi!”.

Perlu dipahami bahwa partikel “ya” dalam penggunaan ini biasanya dipakai oleh pembicara laki-laki. Oleh karena itu, akan terasa kurang lazim jika pembicara perempuan mengungkapkan partikel “ya” untuk penggunaan ini.

3.Menyapa atau memanggil seseorang

Pola kalimat: nama orang/kata sapaan + partikel “ya” 

Partikel “ya” ini digunakan untuk menunjukkan arti “sedang memanggil seseorang”. Akan tetapi, perlu diketahui juga bahwa penggunaan seperti ini tampaknya tidak akan terlalu sering ditemukan. Misalnya adalah “Momoko ya!” yang berarti sedang memanggil “Momoko!”.

Untuk dapat lebih mudah memahaminya, mari lihat beberapa contoh kalimat di bawah ini!

Contoh kalimat

1.Menyambung kata yang sepadan

Supootsu ga daisuki desu. Badominton ya sakkaa nado, yoku yatte masu.
(Saya) sangat suka olahraga. (Saya) sering bermain badminton lah, sepak bola lah, dan lain-lain.
Nihonjin wa sushi ya, sashimi nado, gyokairui wo nama de taberu koto ga ooi desu.
Orang Jepang sering makan jenis makanan laut mentah seperti sushi maupun sashimi, dan lain-lain.
Furansu-go ya, Doitsu-go ya, Supein-go nado, tonikaku gaikoku-go wo benkyou shitai desu.
Mau bahasa Prancis lah, bahasa Jerman lah, bahasa Spanyol lah, dan lain-lain, pokoknya (saya) ingin belajar bahasa asing.
Tsukue no ue ni, pen ya, enpitsu ya, keshigomu nado, bunbougu ga takusan arimasu.
Di atas meja ada banyak alat tulis seperti pulpen, pensil, penghapus, dan lain-lain.
Takoyaki ya okonomiyaki wo yoku tsukurimasu.
(Saya) sering membuat Takoyaki dan Okonomiyaki.
Kono kotoba no imi ya tsukai-kata wo oshiete kudasai!
Tolong beritahu arti dan cara penggunaan kosakata ini!

2.Menunjukkan penekanan di akhir kalimat

Kondo mata aou ya!
Ayo bertemu lagi lain kali!
Raishuu mo mata nomi ni ikou ya!
Minggu depan juga ayo pergi minum!
Undou shiro ya!
Berolahraga lah!
Sore wa sugoi ya!
Itu luar biasa!
Totemo suteki ya!
Sangat bagus/cantik!
Maa ii ya!
Ya sudahlah!

3.Menyapa atau memanggil seseorang

Ojiisan ya, gohan dekita yo!
Kakek, makanannya sudah jadi!
Obaasan ya, kocchi da yo!
Nenek, di sebelah sini!
Aiko ya, hisashiburi!
Aiko, lama tidak jumpa!
Mikako ya, chikaku ni kite kure!
Mikako, tolong datang ke dekat sini!
Tomoki ya, meccha yaseta ne!
Tomoki, sudah sangat kurus ya!
Atsumi ya, are wo mite goran!
Atsumi, coba lihat itu!

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah penggunaan partikel “ya” sudah bisa dipahami?

Partikel “ya” berfungsi untuk menyambung kata yang sepadan, menunjukkan penekanan di akhir kalimat (biasanya diungkapkan pembicara laki-laki), dan untuk menyapa atau memanggil seseorang.

Semoga informasi kali ini bermanfaat ya! Jangan lupa untuk ikuti terus informasi belajar bahasa Jepang dari Kepo Jepang!