Gohan wo tabemasu.
Meshi wo taberu.

Kedua kalimat di atas berarti “makan nasi”. Baik gohan maupun meshi adalah istilah umum dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebutkan “nasi”. Tahukah kalian apa perbedaan di antara keduanya?

Artikel ini akan membahas bagaimana kedua kosakata berarti sama ini sebaiknya digunakan. Selain itu, akan diperkenalkan istilah lainnya yang berarti nasi, yaitu raisu.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, langsung saja kita simak penjelasannya di bawah ini.

Penjelasan “Gohan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, gohan adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebutkan “nasi” dalam bahasa Jepang. Pada dasarnya, kata gohan mengandung makna kesopanan dan rasa hormat. Kata jenis ini disebut juga bikago (kata halus/indah), yaitu kosakata yang diawali “go” atau “o” yang termasuk ke dalam bahasa halus.

Selain diartikan “nasi”, gohan juga bisa diartikan “makan”. Tentu saja maknanya akan sangat dipengaruhi konteks kalimat. Untuk membedakannya, coba perhatikan contoh-contoh kalimat yang akan diberikan di akhir artikel.

Sebagai tambahan, “han” pada gohan ditulis dengan kanji yang sama dengan meshi yang juga berarti “nasi”. 

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Nasi”

Meshi

Seperti disebutkan di atas, penulisan kanji meshi adalah kanji han dari gohan. Go adalah awalan yang menyatakan sopan santun dan rasa hormat, jadi bisa dikatakan meshi adalah istilah umum untuk “nasi” yang bernuansa lebih kasual atau non-formal. Bahkan saat ini, kata meshi lebih dianggap sebagai bahasa laki-laki dan kurang sopan.

Sama halnya dengan gohan, meshi pun memiliki arti-arti lain selain “nasi”, yaitu :

  1. Makan
  2. Kehidupan seseorang
  3. Mata pencaharian

Ketiga makna ini pun lebih banyak digunakan sebagai bahasa laki-laki.

Raisu

Kosakata yang ditulis dengan katakana ini diambil dari bahasa Inggris “rice”. Kata yang mengacu pada “nasi putih” ini umumnya ditulis dalam menu-menu restoran ala barat atau nama makanan ala barat seperti karee raisu (nasi kare). Hal yang menarik, gohan dan meshi biasanya merujuk pada “nasi” yang disajikan dalam cawan kecil, sedangkan raisu disajikan dalam piring kecil.

Sebagai tambahan, sama dengan makna aslinya, raisu pun bisa merujuk pada “nasi mentah” atau “beras”. Namun, penggunaan kata raisu untuk “beras” umumnya digunakan untuk beras yang diimport dari luar negeri.

Informasi Tambahan

Sebelum digunakan secara umum, kata gohan dipercaya dulunya hanya digunakan di Edo (Tokyo lama), sedangkan tempat selain Edo menyebutnya meshi. Namun, bukan hanya itu saja, kata gohan lebih merujuk pada “nasi” di pagi hari yang masih hangat. Sedangkan, “nasi” yang sudah agak dingin yang disajikan untuk makan siang dan makan malam disebut meshi. Itulah mengapa, pada Zaman Edo muncul istilah asa-gohan (sarapan), hiru meshi (makan siang) dan ban meshi (makan malam). Tentu saja, untuk nuansa yang lebih sopan, saat ini digunakan juga hiru gohan dan ban gohan.

Contoh Kalimat

Gohan (Nasi)

Gohan wo tabesugi mashita.
Shokuji-doki ni Nihon ni tokuyuu-na no wa, hitobito ga chawan kara gohan wo taberu koto de aru.
Kare wa gohan no ni-hai me wo okawari shita.
Nihon-jin no kihonteki-na choushoku de aru misoshiru to gohan ga sukidesu.
Choushoku wa gohan yori pan wo taberu hou ga suki desu.
Gohan no jouzu-na taki-kata wo shitte imasu ka?

Meshi

Meshi wa mou kore de yoi.
Meshi wo taku.
Meshi ga kurokoge ni natta.

Raisu

Teishoku ni wa raisu ka pan ga tsuku.
Karee raisu wa watashi no daisuki-na tabemono desu.
Raisu no okawari onegaishimasu. 
Omuraisu wo tsukure masuka?
Kono ranchi setto wa raisu ga tsuite imasuka?

Gohan – Meshi (Makan)

Gohan wo tabe ni ikimasu.
Tomodachi ni gohan wo ogotte moratta.
Futari tomo mou gohan tabeta no?
Gohan wo taberu mae ni te wo aratte ne!
Saa, meshi ni shiyou!
Mikka-kan meshi nuki da yo!
Ban meshi wo ogoru yo!

Kesimpulan

Itulah penjelasan makna dan penggunaan kata gohan (nasi) yang memiliki arti yang sama dengan meshi atau raisu. Tapi, perlu kalian ingat bahwa masing-masing istilah digunakan dalam situasi yang berbeda. Selain itu, gohan dan meshi pun bisa diartikan sebagai “makan”, tergantung konteks kalimatnya.

Sampai di sini dulu penjelasan kosakata kali ini. Semoga mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa baca artikel kosakata lainnya dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya hanya di Kepo jepang!

Sebelum lanjut membaca artikel yang lain, yuk simak dulu beberapa pertanyaan di bawah ini!

Q) Apa bahasa Jepangnya “nasi”?

A) Istilah bahasa Jepang untuk nasi ada 3, yaitu gohan, meshi, dan raisu.

Q) Bedanya “gohan” dan “raisu”?

A) Gohan umumnya menunjukkan nasi dalam makanan Jepang dan biasanya disajikan dalam mangkuk kecil. Sedangkan raisu merujuk pada nasi dengan makanan barat dan biasanya disajikan di atas piring. Raisu juga digunakan untuk beras import dari luar negeri.

Q) Apakah nasi menjadi makanan pokok dalam budaya makan di Jepang?

A) Sama halnya dengan di Indonesia, nasi adalah makanan pokok dalam kehidupan sehari-hari di Jepang. Walaupun sebagian orang beralih memilih roti untuk sarapan, tetapi hampir 90% penduduk Jepang masih memilih nasi sebagai makanan utama mereka.

Q) Kenapa “gohan wo tabemashitaka” artinya “apakah sudah makan”, bukan “apakah sudah makan nasi”??

A) Selain diartikan nasi, baik gohan maupun meshi bisa diartikan “makan”, tergantung konteks kalimatnya. Itulah mengapa “gohan” pada kalimat di atas di artikan “makan” bukan “nasi”.

Jika masih penasaran dengan pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan Jepang, pastikan untuk membaca halaman ini ya!