Artikel kali ini akan membahas istilah atama ga okashii yang berarti “gila” dan beberapa istilah bahasa Jepang lainnya yang memiliki arti yang sama. Untuk lebih jelasnya, yuk langsung simak selengkapnya di bawah ini.

Penjelasan “Atama ga okashii

Jika dilihat dari arti tiap kata, atama (kepala) dan okashii (aneh), maka secara harfiah artinya adalah “kepalanya aneh”. Tentu saja “kepala” di sini tidak merujuk pada arti aslinya, melainkan kepada “pikiran”. Itulah sebabnya, istilah ini digunakan untuk menyatakan “gila”, karena seseorang yang “gila” biasanya berpikiran aneh atau tidak seperti orang lain pada umumnya. Selain okashii, kalian juga bisa menggunakan hen yang memiliki arti yang sama dengan okashii.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Gila”

Ada banyak istilah yang digunakan untuk menyatakan “gila” dalam bahasa Jepang, di antaranya adalah sebagai berikut.

Kyoujin / Kyousha

Kyoujin dan kyousha secara harfiah digunakan untuk menyebutkan “orang gila”. Jika dilihat dari penulisan huruf kanjinya, kata kyoujin berasal dari kanji kuruoshii (gila terhadap sesuatu) dan hito (orang). Begitu juga penulisan kanji kyousha berasal dari kuruoshii (gila terhadap sesuatu) dan mono (orang).

Kichigai

Dalam kamus digital bahasa Jepang Daijiten, arti kichigai adalah : 

1. Bertingkah laku dengan cara yang tidak biasa karena kondisi mental yang tidak biasa. Menjadi gila.
2. Menjadi sangat antusias tentang satu hal. Fanatik.

Kichigai bisa dikatakan merupakan istilah Jepang kuno. Awalnya, ini merujuk pada orang yang gila, atau orang yang kondisinya sangat tidak menentu. Dalam bahasa gaul internet disebut kichi (biasanya ditulis dengan huruf katakana), dan ketika berubah menjadi kata kerja menjadi kichigai-jimiru (kegilaan). Biasa digunakan untuk merendahkan orang-orang yang tergila-gila (penggemar fanatik) akan suatu hal tertentu. Oleh karena itu, sekarang istilah ini juga dikenal sebagai kata yang umumnya dihindari di media. 

Sebagai tambahan, seperti yang sudah disebutkan di atas, kichigai termasuk ke dalam istilah lama dalam bahasa Jepang, dan sebaiknya dihindari untuk digunakan karena bernuansa “tidak baik”. Oleh karena itu, jauh lebih baik menggunakan istilah atama ga okashii atau atama ga hen atau okashii dan hen saja ketika ingin mengatakan sesuatu yang dirasa “gila”. 

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahaminya, mari kita lihat penggunaan istilah-istilah di atas pada contoh-contoh kalimat di bawah ini.

Atama ga okashii

Sono otoko wa atama ga okashii ni chigainai.
Ooku no hito ga ano onna no hito wo atama ga okashii to omotteimasu.
Sonna koto wo suru to wa, kare wa atama ga okashii ni chigainai.
Atama okashiin janai no?
“Koitsu, atama okashii wa” to omotte shimaimashita.

Atama ga hen

Kanojo wa atama ga hen da to omou.
Souon de atama ga hen ni nari sou da.
Kare no sei de atama ga hen ni nari sou datta.
Kare wa iraira ga koujite atama ga hen ni nari kakatteita.

Kyoujin / Kyousha

Kare wa kyoujin no you ni furumatta.
Sonna koto wo suruto kyoujin da to iwa reru.
Sakka wa sono toujou jinbutsu wo kyoujin to shite kaite iru.

Kichigai

Mae wo aruite iru hito ga totsuzen kichigai no you ni koe wo aragete, kowaku natta.
Kichigai jimita mane wo suru na!
Kare wa kichigai no furi wo shite iru hito da.
Kare wa baka ka kichigai ka, dochira ka ni chigainai.

Kesimpulan

Itulah beberapa istilah yang bisa digunakan untuk menyatakan “gila”. Perlu kalian ingat bahwa ada istilah yang sebaiknya kalian hindari untuk digunakan karena memberikan kesan “tidak baik”. 

Semoga penjelasan istilah-istilah yang diberikan melalui artikel ini mudah dipelajari dan dipahami dan bisa kalian gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lupa untuk terus berlatih agar semakin lancar bahasa Jepangnya dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya, hanya di Kepo Jepang!