Simak salah satu partikel dalam bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

Kali ini ayo belajar partikel “node”. Apa kalian pernah mendengar partikel ini sebelumnya?

Bagaimana penggunaan partikel “node”?

Partikel “node” merupakan partikel yang hanya digunakan untuk mengungkapkan suatu alasan. Dalam bahasa Indonesia, “node” dapat diartikan dengan kata karena. Pola kalimat dengan partikel “node” adalah sebagai berikut:

  • Kata kerja (bentuk dasar dengan segala perubahan bentuk) + “node”. Misalnya, “kowareta node..” yang artinya “karena rusak…”.
  • Kata sifat i (termasuk segala perubahan kata sifat bentuk i: kunai, katta, kunakatta) + “node”. Misalnya “samui node…” yang artinya “karena dingin…”.
  • Kata sifat na (diungkapkan dengan menyatakan “na”) + “node”, serta perubahan kata sifat na (dewa nai, datta, dewa nakatta, dll) + “node”. Misalnya “benri na node…” yang artinya “karena praktis…”.
  • Kata benda + “na node”, serta perubahan kata benda (datta, dewa nai, dewa nakatta, dll) + “node”. Misalnya “byouki na node…” yang artinya “karena sakit…”.
  • Kata bentuk sopan dengan pola “desu/masu” + “node”. Misalnya “sugu ni kimasu node…” yang artinya “karena akan segera datang…”.

Untuk bisa lebih mudah memahami penggunaan partikel “node”, mari lihat berbagai contoh kalimat berikut ini:

Contoh kalimat

Untuk mengungkapkan alasan

Kore kara youji ga arimasu node, osaki ni shitsurei shimasu.
Sumimasen, densha ga okurete iru node, touchaku ga okuresou desu.
Ototoi atama ga itakatta node, gakkou wo yasumimashita.
Sukoshi atsui node, mado wo aketemo ii desu ka?
Choushi ga warui node, hayameni kaerimasu.
Kare wa totemo majime nanode, oote kigyou ni shuushoku dekiru to omoimasu yo.
Nihon ni kita no wa konkai ga hajimete na node, atarashii seikatsu ni wa mada narete imasen.

Informasi tambahan

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan secara detail mengenai fungsi dari partikel “kara”. Partikel “kara” memang memiliki beberapa arti, dan salah satu fungsinya sama dengan partikel “node”, yaitu untuk menunjukkan suatu alasan. Meski bisa saling menggantikan, sebenarnya terdapat sedikit perbedaan antara partikel “kara” dan “node” yang berarti “karena”. Partikel “kara” lebih cenderung digunakan untuk kalimat bahasa lisan dan untuk kalimat dengan nuansa non-formal. Namun, partikel “node” cenderung digunakan untuk kalimat bahasa tulisan dan untuk kalimat dengan nuansa yang lebih formal.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari partikel “node”?

Partikel “node” hanya digunakan untuk mengungkapkan suatu alasan, sehingga dapat diartikan dengan kata “karena”. Partikel ini cenderung digunakan dalam situasi formal.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat ya! Jangan lupa untuk ikuti terus informasi dari Kepo Jepang!