頭がふらふらする。
Atama ga fura-fura suru.

Pernahkan kalian mendengar onomatope di atas? Fura-fura pada kalimat di atas bermakna “pusing berkunang-kunang”. Sama dengan kebanyakan onomatope bahasa Jepang, fura-fura juga bisa digunakan untuk mengekspresikan hal lainnya.

Artikel ini akan memperkenalkan makna lain yang bisa diungkapkan dengan menggunakan onomatope fura-fura. Selain itu kalian juga bisa melihat penggunaanya dalam contoh-contoh kalimat, sehingga akan lebih mudah memahami makna onomatope ini.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Fura-Fura”

Dalam kamus digital bahasa Jepang Daijiten, onomatope fura-fura dijelaskan sebagai berikut :

  1. Bergoyang atau tidak stabil.
  2. Keadaan tubuh yang tidak memiliki cukup tenaga. Pusing berkunang-kunang.
  3. Bertindak tanpa kesadaran dan tujuan.
  4. Sikap ragu-ragu atau tidak jelas.

Adapun dalam kehidupan sehari-hari, fura-fura cenderung digunakan untuk mengekspresikan kepala yang pusing, dan kaki atau badan yang oleng. Fura-fura ini paling sering dipakai untuk mengungkapkan perasaan pusing kepala yang “berkunang-kunang”. Selain itu, ungkapan ini juga bisa digunakan untuk menunjukkan perasaan kaki atau badan yang oleng, dalam artian “gemetaran” karena kelelahan dan tidak ada tenaga untuk berdiri dengan baik.

Contoh Kalimat

Untuk memahami lebih jelas makna fura-fura, mari kita perhatikan contoh-contoh kalimat di bawah ini.

Bideo no gamen ga fura-fura yurete ite totemo minikukatta.
Akuro de handoru ga fura-fura suru.
Kuufuku de atama ga fura-fura suru.
Kyou wa nebusoku de fura-fura shinagara, gakkou e itta.
Kyou ichi nichi jyuu zutto aruite ita kara, ashimoto ga fura-fura suru.
Atama ga fura-fura suru to kanjita toki wa, sugu ni yasunda hou ga ii to omoimasu.
Kinou wa tsukaresugite, aruita toki, ashi ga fura-fura suru kanji ga shimashita.
Yuube wa nomisugite, atama mo ashi mo fura-fura shite ita.
Atama ga fura-fura shite, taoresou na joutai ni nattara, mazu, dou sureba yoi desuka?
Kanojo wa tsui fura-fura to nusumi o hataraite shimatta.
Houshin ga fura-fura suru.
Fura-fura mayotte ita nda. 

Kesimpulan

Itulah penjelasan singkat tentang onomatope fura-fura yang bisa digunakan untuk mendeskripsikan kepala pusing, sesuatu yang bergoyang, hal yang dilakukan tanpa sadar, dan hal yang membuat ragu atau tidak jelas.

Semoga penjelasan dan contoh-contoh kalimat di atas bisa mempermudah kalian dalam memahami penggunaan kata fura-fura. Jangan lupa untuk terus berlatih dengan mencoba membuat contoh kalimat versi kalian. Dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya di Kepo Jepang!

Sebelum mempelajari onomatope yang lain, yuk perhatikan kembali hal-hal di bawah ini!

Apa artinya “atama ga fura-fura suru”?

Artinya kepala pusing berkunang-kunang.

Digunakan untuk mendeskripsikan apa saja onomatope “fura-fura”?

Fura-fura digunakan untuk mendeskripsikan kepala pusing, sesuatu yang bergoyang, hal yang dilakukan tanpa sadar, dan hal yang membuat ragu atau tidak jelas.

Contoh kalimat “fura-fura” yang artinya bergoyang/tidak stabil!

酔っ払いがふらふら歩いている。(Yopparai ga furafura aruite iru. / Orang mabuk berjalan tidak stabil).

Bolehkan menulis “fura-fura” dengan katakana?

Boleh. Onomatope umumnya ditulis dengan hiragana, kalian bisa menulisnya dengan katakana untuk lebih menekankan makna dari onomatope tersebut.

Masih ingin tahu hal lainnya tentang Jepang? Pastikan kalian mengecek pertanyaan-pertanyaan menarik lainnya di halaman ini ya!