Simak satu onomatope dalam bahasa Jepang yang sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari, yuk!

Kosakata bahasa Jepang hari ini adalah “fura-fura”. Apa teman-teman pernah mendengar kata “fura-fura”?

Apa Arti “Fura-Fura”?

Dalam bahasa Jepang, idiom “fura-fura” digunakan untuk mengekspresikan beberapa hal, seperti untuk kepala yang pusing, dan kaki atau badan yang oleng. Idiom ini paling sering dipakai untuk mengungkapkan perasaan pusing kepala yang “berkunang-kunang”. Selain itu, ungkapan ini juga bisa digunakan untuk menunjukkan perasaan kaki atau badan yang oleng, dalam artian “gemetaran” karena kelelahan dan tidak ada tenaga untuk berdiri dengan baik.

Seperti apa penggunaan idiom “fura-fura”? Mari kita lihat contoh kalimat berikut ini!

Contoh Kalimat

Kuufuku de atama ga fura-fura suru.

Karena kelaparan, kepala menjadi pusing berkunang-kunang.

Kyou ichi nichi jyuu zutto aruite ita kara, ashimoto ga fura-fura suru.

Hari ini aku terus berjalan kaki selama seharian penuh, sehingga kakiku gemetaran.

Atama ga fura-fura suru to kanjita toki wa, sugu ni yasunda hou ga ii to omoimasu.

Saat merasa kepala pusing berkunang-kunang, menurut saya sebaiknya Anda segera beristirahat.

Kinou wa tsukaresugite, aruita toki ashi ga fura-fura suru kanji ga shimashita.

Kemarin saya terlalu kelelahan, sehingga saat berjalan, saya merasa kaki saya gemetaran.

Yuube nomisugite, atama mo ashi mo fura-fura shite ita.

Tadi malam aku terlalu banyak minum, sehingga kepala dan kakiku berkunang-kunang/gemetaran.

Atama ga fura-fura shite, taoresou na joutai ni nattara, mazu, dou sureba yoi desuka?

Ketika kepala pusing berkunang-kunang, dan keadaan menjadi seperti ingin terjatuh, apa yang sebaiknya dilakukan pertama kali?