Ano resutoran no ryouri wa takai desu.
Makanan di restoran itu mahal.

Takai merupakan salah satu kata sifat dalam bahasa Jepang yang menunjukkan suatu hal yang memiliki kedudukan yang tinggi. Oleh karena itu takai bisa diartikan “tinggi” maupun “mahal”.

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan memperkenalkan kosakata takai dan masing-masing maknanya. Selain itu, kalian juga akan mudah memahami perbedaannya melalui contoh-contoh kalimat yang akan diberikan.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak penjelasan di bawah ini. Jangan lupa tonton juga video penjelasannya ya!

PenjelasanTakai

Dalam bahasa Jepang, kata takai termasuk ke dalam kata sifat golongan ke-1, disebut juga i-keiyoushi atau kata sifat berakhiran -i (~い). Secara umum kata takai memiliki arti “tinggi” dan “mahal”, “tinggi” di sini menjelaskan :

  1. Sesuatu yang berukuran tinggi atau menonjol
  2. Sesuatu yang bersifat luhur, agung
  3. Sesuatu yang bernilai dan bermutu tinggi, berharga tinggi atau mahal
  4. Sesuatu yang bernada tinggi (keras, nyaring)

Untuk lebih mudah memahaminya, coba perhatikan contoh penggunaanya dalam kalimat-kalimat di bawah ini.

Contoh Kalimat

“Berukuran tinggi atau menonjol”

Asoko no biru wa takai desu.
Kare wa se ga takai desu.
Ano hito wa hana ga takai desu.

“Bersifat luhur, agung

Ano sensei wa mibun ga takai desu.

“Bernilai dan bermutu tinggi, berharga tinggi atau mahal

Furui e wa kachi ga takai desu.
Kono kaban wa takai desu.
Toukyou wa bukka ga takai desu kara, suminikui desu.

“Bernada tinggi (keras, nyaring)

Kanojo wa koe ga takai desu.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata sifat takai yang secara sederhana diartikan “mahal” dan “tinggi”. Perlu kalian ingat bahwa takai pada dasarnya digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang memiliki standar, kualitas dan nilai yang “tinggi”.

Semoga penjelasan bahasa Jepang di atas bisa dengan mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan hal-hal berbau Jepang lainnya di blog dan semua media sosial Kepo Jepang ya.