A : Satou-san no renraku-saki, shitteru no?
B : Shiranai / wakaranai.

Pernahkah kalian mendengar ungkapan shiranai dan wakaranai seperti pada kalimat B di atas? Kalimat A yang berarti “apakah kamu tahu nomor kontak Sato?” bisa dijawab dengan shiranai maupun wakaranai yang dalam percakapan ini diartikan “tidak tahu”. Lalu apakah perbedaan kedua kata ini?

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan menjelaskan perbedaan makna dari kata shiranai dan wakaranai, dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya.

Untuk lebih jelasnya langsung saja simak penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Shiranai” dan “Wakaranai

Baik shiranai maupun wakaranai sering kali digunakan sebagai ungkapan untuk menanggapi atau menjawab pertanyaan dari orang lain maupun sebagai kata keterangan dan predikat dalam sebuah kalimat. Untuk lebih memahami perbedaan antara shiranai dan wakaranai, mari kita perhatikan penjelasan berikut.

Arti dan Makna “Shiranai

Sebelumnya Kepo Jepang sudah pernah membahas ungkapan shitte iru yang digunakan untuk menyatakan bahwa kita mengetahui sesuatu. Sama halnya dengan shitte iru, shiranai merupakan kata turunan dari kata kerja shiru (tahu, mengetahui). Shiranai merupakan bentuk negatif dasar dan sering digunakan sebagai bahasa kasual dalam percakapan. Adapun ungkapan yang lebih halus dan sopannya adalah shirimasen.

Shiranai menunjukkan makna bahwa pembicara tidak mengetahui sesuatu atau tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu. Adapun penjelasan makna shiranai adalah sebagai berikut :

  1. Kurangnya pengetahuan atau pemahaman akan sesuatu.
  2. Belum pernah mengalaminya. Tidak memiliki pengalaman akan hal tertentu.
  3. Tidak mengenali atau belum mempelajari hal tertentu.

Dapat disimpulkan bahwa kata shiranai digunakan ketika pembicara tidak memiliki pengetahuan, informasi, atau data tentang topik yang sedang dibicarakan. Oleh karena itu, secara sederhana shiranai diartikan “(saya) tidak tahu”, “(saya) tidak pernah melihat atau mendengar hal tersebut”, atau “(saya) tidak punya alasan untuk mengetahui hal tersebut”.

Bentuk lampau dari shiranai adalah shiranakatta atau dalam bahasa yang lebih sopan yaitu shirimasen deshita. Makna dari bentuk lampau ini menyatakan bahwa sebelumnya pembicara tidak tahu tentang informasi tersebut, tetapi menjadi tahu setelah mendapatkan informasi dari lawan bicara.

Sebagai tambahan, jika digunakan kepada orang yang sudah akrab shiranai dan shiranakatta yang digunakan sebagai bahasa kasual dalam percakapan akan memberikan kesan dingin dan menunjukkan seolah-olah kita tidak peduli dan menunjukkan ekspresi tidak suka terhadap hal yang sedang dibicarakan.

Arti dan Makna “Wakaranai

Kepo Jepang pernah membahas istilah wakatta yang digunakan ketika kita memahami, mengerti, dan mengetahui maksud yang disampaikan oleh lawan bicara. Wakaranai digunakan dalam situasi sebaliknya ketika kita tidak memahami apa yang disampaikan lawan bicara. 

Sama halnya dengan shiranai yang merupakan bentuk negatif dari shiru, wakaranai pun merupakan bentuk negatif dari kata kerja wakaru (mengerti, memahami) dan dalam percakapan sehari-hari digunakan sebagai bahasa kasual, sedangkan bentuk lebih sopan dan halusnya adalah wakarimasen.

Berikut penjelasan lebih detail dari kata wakaranai :

  1. Tidak memahami arti dan perbedaan dari hal atau topik yang sedang dibicarakan.
  2. Tidak mengetahui dan memahami suatu hal karena faktanya tidak jelas.
  3. Tidak bisa memikirkan akan hal tertentu yang sedang dibicarakan.
  4. Walaupun sudah dijelaskan atau sudah dipelajari tidak bisa memahaminya dengan baik.

Berdasarkan penjelasan makna di atas dapat disimpulkan bahwa wakaranai digunakan ketika si pembicara memiliki pengetahuan akan hal yang sedang dibicarakan tetapi tidak bisa memahami dan mengerti akan isi dan maksudnya. Oleh karena itu, wakaranai secara sederhana bisa diartikan “(saya) tidak mengerti”, “(saya) tidak paham”,  atau “(saya) tidak tahu”.

Berbeda dengan shiranai, wakaranai mengandung makna yang lebih hangat di mana kita sebagai pembicara menunjukkan kesan bahwa kita bisa memikirkan bersama tentang hal atau pertanyaan yang sedang disampaikan oleh lawan bicara walaupun kita tidak dapat memberikan jawaban. 

Contoh Kalimat

Untuk memahami penggunaan shiranai dan wakaranai, coba perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Shiranai 

A : Kinou no yoru soko de nani ga atta no?
B : Shiranai yo. 
A : Ima, nagarete iru kono kyoku no namae shitteru?
B : Shiranai.
Kare wa watashi ga indonesia-jin da to iu koto wo shirimasen deshita.
Satou-san wa sono uwasa wo shiranai hazu desu.
Watashi wa shiranai hito ni michi wo tazuneraremashita.
A : “Kataoka” to iu izakaya shittemasuka?
B : Shirimasen.
A : Kappu raamen wa, nihon-jin ni yotte hatsumei sareta sou desu yo.
B : Hee, shirimasen deshita.
A : Kare no taido ni wa gaman dekinai yo. Shittakaburi-ya da ne. 
B : Sou sou. Kare wa jibun ga nan demo shitte iru to omotteru kedo, jissai wa nani mo shiranai yo.
Kanojo wa kinou gakkou wo yasunde ita kara, kono mondai no toki-kata wo shiranai.
A : Watashi no kutsushita doko ni aru ka shitteru?
B : Shiranai.
A : Hashimoto-san ga ima nani yatte iru ka shitteru? Shibaraku attenai nda yo ne.
B : Sonna ni shiranai kedo, daigaku wo sotsugyou shite kanojo wa kin’yuu no michi wo eranda yo. 

Wakaranai

A : Sono kaigi wa nan ji ni hajimaru ka wakarimasuka?
B : Moushiwakenai desu ga, wakarimasen.
Setsumei-sho wa yonda kedo, kono kikai no tsukai-kata ga wakarimasen.
Tomodachi ga oshiete kureta kedo, kono mondai no toki-kata ga wakaranai.
Hito ga oosugite, dore ga yamada-san ka wakaranai.
Dore ga honmono ka nisemono ka chigai ga wakaranai.
Kono suugaku no mondai ga wakaranai.
Ano mise no raamen wa oishii kadouka wakarimasen.
A : Kondo no natsu-yasumi doko ni iku no?
B : Mada wakaranai naa.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah penjelasan perbedaan kata shiranai dan wakaranai di atas bisa kalian pahami dengan mudah? Jadi bisa disimpulkan bahwa shiranai digunakan ketika kita sama sekali tidak memiliki informasi atau data tentang hal yang sedang dibicarakan, sedangkan wakaranai digunakan ketika kita sudah mengetahui hal yang dibicarakan tetapi kita tidak memahami maksud dan isinya. Jadi jangan sampai salah menggunakannya ya.

Semoga penjelasan istilah-istilah bahasa Jepang di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “saya tidak mengerti”?

A) “Saya tidak mengerti” bahasa Jepangnya adalah 分かりません (wakarimasen) atau untuk kasualnya 分からない (wakaranai).

Q) Apa artinya 知らない (shiranai)?

A) 知らない (shiranai) artinya “tidak tahu”.

Q) Apa artinya 分からない (wakaranai)?

A) 分からない (wakaranai) artinya tidak mengerti, tidak paham, atau tidak tahu.

Q) Apa bahasa Jepangnya “saya tidak tahu”?

A) Bahasa Jepangnya “saya tidak tahu” adalah 知らない (shiranai) yang digunakan sebagai bahasa kasual atau untuk bahasa sopannya 知りません (shirimasen).

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, langsung baca di halaman ini saja ya.