Kanojo wo shitte iru.
(Aku) tahu dia.

Shitte iru merupakan bentuk kasual yang umum digunakan ketika kita menyatakan suatu hal yang kita ketahui. Dasar kata kerja shitte iru sendiri adalah shiru (mengetahui). Namun, penggunaan kata shiru ketika menyatakan hal-hal yang kita ketahui adalah tata bahasa yang kurang tepat.

Di artikel ini, Kepo Jepang akan membahas makna penggunaan kata shitte iru dan bagaimana mengungkapkannya dalam kalimat negatif maupun lampau. Kalian juga akan lebih mudah memahaminya melalui contoh-contoh kalimat yang akan diberikan di akhir artikel.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Shitte iru

Seperti yang disebutkan di atas, secara sederhana shitte iru diartikan “mengetahui”. Secara mendalam shitte iru memiliki makna bahwa seseorang memiliki informasi tentang sesuatu atau seseorang sebagai pengetahuan, tetapi jika kita melihat lebih dekat, shitte iru itu memiliki lima arti sebagai berikut.

  1. Mengenali sesuatu atau seseorang
  2. Menyadari dan mengakui
  3. Memahami 
  4. Mengingat
  5. Mempunyai pengalaman sehingga familiar dengan sesuatu atau seseorang

Shitte iru adalah bentuk ~te iru (sedang melakukan sesuatu) dari shiru (mengetahui). Oleh karena itu, secara harfiah shitte iru bermakna “sedang mengetahui”. Kata shite iru digunakan karena “mengetahui” menggambarkan keadaan statif, di mana kata kerja mengekspresikan keadaan atau kondisi daripada aktivitas atau peristiwa. Jadi, shitte iru menggambarkan kesadaran seseorang terhadap informasi yang mereka miliki. 

Bentuk Perubahan Kata Kerja Shitte iru

Shitte iru sendiri merupakan ungkapan dalam kalimat positif yang bernuansa non-formal dan kasual. Dalam percakapan, orang Jepang sering kali menyingkatnya menjadi shitteru, yang nuansanya lebih kasual dibandingkan shitte iru. Untuk nuansa yang lebih halus dan sopan (teinei-go), kalian bisa menggunakan shitte imasu atau shitte masu dalam bentuk percakapan sopan. 

Bentuk Negatif

Hal yang perlu kalian ingat adalah bagaimana mengubahnya ke dalam bentuk kalimat negatif. Untuk kalimat negatif shitte iru tidak berubah menjadi shitte inai, melainkan menjadi shiranai (kasual) atau shirimasen (formal). Hal ini dikarenakan, keadaan saat ini di mana seseorang tidak mengetahui sesuatu atau tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu, sehingga keadaannya bukan lagi dalam bentuk statif.

Sebagai tambahan, bentuk negatif shiranai dan shiranakatta sering kali digunakan ketika pembicara sudah merasa muak dengan hal yang menjadi pembicaraan untuk menunjukkan ekspresi tidak suka.

Bentuk Lampau

Berbeda dengan bentuk negatif, bentuk lampau shitte iru bisa berubah menjadi shitta dan shitte ita (kasual) atau shirimashita dan shitte imashita(formal). 

Shitta / Shirimashita

Perubahan dalam bentuk shitta dan shirimashita menunjukkan bahwa seseorang sudah mengetahui, mendengar suatu informasi atau berita, dan menyadari sesuatu (pada waktu tertentu). Shitta dan shirimashita pun bisa digunakan ketika pembicara sudah mengalami atau menemukan sesuatu.

Adapun bentuk negatif lampaunya shiranakatta dan shirimasen deshita menunjukkan bahwa pembicara tidak akan tahu, tidak tahu dan tidak menyadari sesuatu sampai pembicara menemukan, mendengar berita atau menyadari sesuatu. Kita juga dapat menggunakan bentuk negatif ini ketika kita baru saja menemukan sesuatu saat ini juga.

Shitte ita / Shitte imashita

Bentuk lampau ini digunakan ketika pembicara sudah mengetahui informasi untuk jangka waktu tertentu. Ini menggambarkan keadaan mengetahui sesuatu yang berkelanjutan. Kita mendengar atau melihat sesuatu dan kita sudah mengetahuinya untuk jangka waktu tertentu.

Bentuk Hormat

Kalian tentu akan sering mengungkapkan kata “mengetahui” dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dalam pekerjaan. Dalam dunia kerja, ada ungkapan yang lebih sopan untuk digunakan, di antaranya sebagai berikut.

  • Gozonji desu
  • Gozonji de aru
  • Shitte irassharu

Ketiga ungkapan di atas merupakan ungkapan songkei-go (bahasa sopan), yang bisa kalian gunakan sebagai bentuk rasa hormat kepada orang lain. Adapun ungkapan kenjou-go, bahasa halus dan sopan yang bernuansa untuk merendahkan diri dan menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara, kalian bisa menggunakan ungkapan di bawah ini.

  • Zonjiru
  • Zonji ageru
  • Shouchi shite iru

Informasi Tambahan

Sering kali penggunaan shitteiru dan wakaru membuat bingung. Perbedaan nuansanya adalah wakaru digunakan ketika seseorang (pembicara) baru pertama kali melihat sesuatu, dan pada saat itulah dia mengetahui dan mengerti hal tersebut. Sedangkan shitte iru diungkapkan ketika untuk menyiratkan bahwa seseorang telah mengetahui, memahami dan mengerti hal tersebut, jauh sebelum mengungkapkannya.

Contoh Kalimat

Berikut beberapa contoh kalimat untuk memahami ungkapan shiteiru yang dijelaskan di atas.

Kono shigoto no taihen-sa wo yoku shitte imasu.
Sakura san ga kikoku shita kadouka shitte imasuka?
A : Raigetsu, kono biru ga kowasaremasu. Shitte imasuka?
B : Iie, shirimasen deshita.
Kore ga hon-mono kadouka shirimasen deshita.
Sotsugyou-shiki ga nan-ji kara hajimaru ka shitte imasuka?
Kare wa watashi ga nihon-jin da to iu koto wo shirimasen deshita.
Kanojo wa marude nan demo shitteiru mitai ni hanashimasu.
Dare mo ga kare wa kesshite yakusoku wo yaburanai hito da to shitte iru.
A : Yamada-sensei wo shitte iru?
B : Un, shitteru yo.
A : Kono burando shitteru?
B : Un, shitteru. Sono burando no kaban motteru yo.
Kare no koto wo mukashi kara yoku shitte imasu.
A : Nihongo jouzu desu ne.
B : Ieie, mada shiranai kotoba ga ippai arimasu.
A : Doko de sono jiken no koto wo shirimashitaka?
B : Nyuusu de shirimashita.
A : Tanaka-san ga, kaisha wo yametatte shitteru?
B : Eh~? Zenzen shirimasen deshita.
Nihon ni kuru made kanji wo hitotsu mo shiranakatta.
Kono saito no koto wo shitte imashita.
A : Yamaki-san ga tenkin ni naru no shitteta?
B : Uun, shiranakatta. Shitteitara aisatsu shita noni.
Kanojo no himitsu wa ni-nen mae kara shitte imashita.

Kesimpulan

Itulah penjelasan penggunaan ungkapan shitte iru (tahu, mengetahui). Dapat disimpulkan bahwa ungkapan shitte iru digunakan ketika kita sudah mengetahui, mengenali dan memahami sesuatu atau seseorang. Shitte iru merupakan ungkapan dalam bentuk kasual dan bentuk formalnya adalah shitte imasu. Pastikan kalian menggunakannya sesuai dengan situasi yang kalian hadapi.

Semoga penjelasan di atas mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa membaca artikel bahasa Jepang lainnya, dan ikuti terus informasi terbaru seputar Jepang dan bahasa Jepang di Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa artinya “shitte iru”?

A) “Shitte iru” dalam bahasa Indonesia adalah “tahu” atau “mengetahui”.

Q) Apa bedanya “shiru (tahu)” dan “Shitte iru (tahu)”?

A) Secara harfiah keduanya memang berarti sama, namun ketika mengungkapkan bahwa kita mengetahui sesuatu, lebih natural menggunakan kata “shitte iru”. Kata “shite iru” digunakan karena “mengetahui” menggambarkan keadaan statif, di mana kata kerja mengekspresikan keadaan atau kondisi daripada aktivitas atau peristiwa. Jadi, “shitte iru” yang secara harfiah berarti “sedang dalam keadaan mengetahu” menggambarkan kesadaran seseorang terhadap informasi yang mereka miliki.

Q) Apa bedanya “shitte iru” dan “wakaru”?

A) Perbedaan adalah “wakaru” digunakan ketika seseorang (pembicara) baru pertama kali melihat sesuatu, dan pada saat itulah dia mengetahui dan mengerti hal tersebut. Sedangkan “shitte iru” diungkapkan ketika untuk menyiratkan bahwa seseorang telah mengetahui, memahami dan mengerti hal tersebut, jauh sebelum mengungkapkannya.

Q) Apa bahasa hormat (sonkeigo) dari “shitte iru”?

A) Sonkeigo dari “shitte iru” adalah “gozonji desu”, “gozonji de aru”, atau “shitte irassharu”.

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, langsung baca di halaman ini saja ya.