Yakusoku wo mamoru.
Menepati janji.

Dalam bahasa Indonesia, yakusoku sederhananya diartikan “janji” atau “perjanjian”. Akan tetapi, yakusoku sendiri memiliki arti yang lebih luas.

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan menjelaskan arti dan makna yakusoku, beberapa istilah bahasa Jepang lain yang memiliki makna hampir sama, dan memberikan beberapa contoh penggunaan dalam kalimat.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Yakusoku

Pada dasarnya kata yakusoku termasuk ke dalam kelas kata benda. Namun dalam penggunaannya, yakusoku bisa difungsikan sebagai kata kerja dengan menambahkan suru (melakukan), yang menjadikannya kata kerja golongan 3. Jadi sebagai kata benda umumnya diartikan “janji” atau “perjanjian”, dan sebagai kata kerja diartikan “berjanji”.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, yakusoku memiliki makna yang lebih luas. Berikut penjelasan makna dari yakusoku :

  1. Keputusan, persetujuan atau kesepakatan antar pihak-pihak terkait.
  2. Janji bertemu atau keterlibatan sosial.
  3. Pernyataan mengenai tindakan yang akan dilakukan seseorang kepada pihak tertentu terkait masa depan. 
  4. Aturan atau kebiasaan yang harus diikuti secara luas. Peraturan dalam masyarakat atau organisasi. Sesuatu yang konvensional (berdasar atas kesepakatan umum).
  5. Sesuatu yang sudah ditakdirkan.
  6. Jaminan.

Sebagai tambahan, ketika yakusoku ditambahkan awalan “o” maknanya ada dua. Pertama menunjukkan makna halus, sopan dan hormat untuk kata yakusoku sendiri. Makna kedua biasanya digunakan dalam karya seni seperti film dan novel yang menunjukkan sesuatu yang berulang, pengaturan situasi standar dan pengembangan cerita khas. Dikenal juga dengan istilah “template” atau “formula”.

Istilah Bahasa Jepang Lain yang Memiliki Makna Sama dengan “Yakusoku

Selain yakusoku ada beberapa istilah yang maknanya hampir sama dengan yakusoku, dan dalam situasi tertentu bisa diartikan “janji” atau “perjanjian”. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Keiyaku

Pada dasarnya keiyaku adalah “janji” yang jika tidak ditepati, akan dipaksakan oleh pihak ketiga untuk mewujudkannya. Sederhananya diartikan “perjanjian” atau “kesepakatan”, tetapi dalam beberapa situasi keiyaku juga bisa merujuk pada “surat kontrak” atau “surat perjanjian”. Oleh karena itu, “perjanjian” yang berdasarkan hukum umumnya disebut keiyaku.

Sebagai tambahan, sama halnya dengan yakusoku, keiyaku juga merupakan kata benda yang bisa difungsikan menjadi kata kerja dengan menambahkan suru.

Jouyaku

Adapun istilah ini umumnya digunakan untuk menunjukkan “perjanjian” bilateral antarnegara atau organisasi internasional. Makna lengkapnya adalah janji tertulis yang menjelaskan hak dan kewajiban antarnegara, atau antarnegara dengan organisasi internasional.

Torikime

Bentuk kata benda dari kata kerja torikimeru (memutuskan, menyetujui). Sederhananya diartikan “perjanjian”, “kesepakatan”, atau “persetujuan”.

Yoyaku

Dalam penggunaan sehari-hari yoyaku umum diartikan sebagai “reservasi” atau “pemesanan”. Namun, kata ini pun bisa diartikan “janji” atau “perjanjian”. Makna yoyaku sendiri adalah “janji yang telah dibuat terlebih dahulu”. Penggunaan arti “janji” biasanya merujuk pada “janji bertemu”. Namun, “janji” di sini bukan hanya dengan “orang” saja, tetapi bisa juga dengan sesuatu, misalnya “janji” dengan salon, rumah sakit, dan sebagainya.

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan istilah-istilah di atas, coba perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Yakusoku

Sebagai Kata Benda

Kore kara wa yakusoku wo mamoru you ni shimasu.
A : Konshuu-matsu, issho ni eiga wo mi ni ikimasenka?
B : Sumimasen, tomodachi to yakusoku ga arimasu.
Yakusoku doori, Satou-kun wa shichi-ji ni arawaremashita.
Moshi mata yakusoku wo yabuttara, nidoto anata no koto shinjinai kara ne.
Yamada-san to gogo yo-jihan ni oyakusoku wo shite imasu.

Sebagai Kata Kerja

A : Mou yaranai. Yakusoku suru yo. 
B : Sore, mou nando mo kiita wa.
Kitai wo uragiranai to yakusoku shimasu.
Sakura-san wa yakusoku shita noni, kimasen deshita.
Shukudai ga owattara, saraarai wo suru to yakusoku shimashita yo.
Uso wo tsukanaito to yakusoku shite kudasai.

Istilah Lain

Ei-sha to ni-nenkan no keiyaku wo musunda. 
Karera wa keiyaku doori ni gyoumu wo kanryou suru koto wo gimudzukerarete iru.
Nihon to Indoneshia wa jouyaku wo musunda.
Torikime ni motodzuite kettei shita hou ga ii yo.
Raishuu no do-youbi, biyoushitsu no yoyaku wo torimashita.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kosakata yakusoku yang sederhananya diartikan “janji” atau “perjanjian”. Selain sebagai kata benda, yakusoku juga bisa difungsikan menjadi kata kerja dengan menambahkan suru, sehingga bisa diartikan “berjanji”. Selain yakusoku, ada juga beberapa istilah lain yang memiliki makna “janji”, di antaranya ada keiyaku, jouyaku, torikime dan yoyaku. Masing-masing memiliki sedikit perbedaan makna dan penggunaan, jadi berhati-hatilah ketika menggunakannya.

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan kosakata bahasa Jepang dan contoh-contoh kalimat di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Q) Apa artinya 約束 (yakusoku)?
  • Q) Apa bahasa Jepangnya “janji”?
  • Q) Apa perbedaan 約束 (yakusoku) dan 契約 (keiyaku)?
  • Q) Apa artinya 予約 (yoyaku)?

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.

Mari Belajar Kosakata Lainnya!

Setelah mempelajari arti dan penggunaan istilah damaru dan chinmoku yang berarti “diam”, yuk kita pelajari istilah bahasa Jepang lainnya, yang tentunya bisa kalian gunakan dalam kehidupan sehari-hari.