Jikan wo muda ni shinaide!
Jangan buang-buang waktu!

Shinaide merupakan ungkapan bahasa Jepang yang sederhananya diartikan “jangan”. Namun, selain shinaide ada juga istilah dame yang juga berarti sama. Lalu, apakah perbedaannya kedua istilah ini?

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan menjelaskan makna shinaide dan dame, serta bagaimana penggunaannya dalam kalimat bahasa Jepang. Selain itu, akan diperkenalkan juga beberapa istilah dan ungkapan lain yang juga berarti “jangan”.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Shinaide” dan “Dame

Shinaide dan dame sama-sama memiliki arti “jangan”, tetapi dame memiliki makna yang lebih luas dibandingkan shinaide

Arti dan Makna “Shinaide

Pada dasarnya istilah shinaide merupakan bentuk sederhana dari ungkapan shinaide kudasai (mohon jangan melakukan ~). Ungkapan ini terdiri dari shinaide yang merupakan bentuk negatif kata kerja suru (melakukan), partikel “de” dan kudasai (mohon, tolong). 

Shinaide kudasai umum digunakan dalam nuansa sopan dan halus, sedangkan shinaide saja umum digunakan ketika hendak mengucapkan kata “jangan” dalam nuansa yang lebih kasual atau percakapan sehari-hari.

Penggunaan shinaide dalam bahasa Jepang pada dasarnya diawali dengan kata benda, kemudian partikel jika diperlukan, lalu shinaide. Misalnya seperti ungkapan shinpai shinaide, kata shinpai merupakan kata benda yang berarti “cemas” atau “khawatir”, dan ketika bertemu shinaide secara sederhana diartikan “jangan khawatir”.

Arti dan Makna “Dame

Dame dalam bahasa Jepang bisa difungsikan sebagai kata sifat (na-keiyoushi), kata keterangan, kata benda, maupun kata tunggal yang umum digunakan sebagai ungkapan langsung dalam percakapan sehari-hari.

Seperti yang disebutkan di atas, dame memiliki makna yang luas bukan hanya “jangan” atau “tidak boleh” saja. Berikut penjelasan makna dame dalam kamus bahasa Jepang :

  1. Menunjukkan kondisi dalam keadaan buruk, bernilai rendah, tidak berguna, atau tidak baik.
  2. Tidak memberikan efek atau hasil yang baik. Tidak bermanfaat. Hal yang percuma.
  3. Menunjukkan hal yang tidak bisa dilakukan walaupun sudah dicoba. Hal yang mustahil.
  4. Menunjukkan larangan melakukan sesuatu. Atau sesuatu hal yang tidak boleh dilakukan.

Dikarenakan maknanya yang luas, arti dame dalam sebuah kalimat biasanya tergantung dari konteks kalimat itu sendiri. Berdasarkan pengertian di atas, dame sendiri dalam bahasa Indonesia umumnya diartikan :

  • Tidak baik
  • Tidak berguna
  • Rusak
  • Sia-sia
  • Tidak bisa
  • Mustahil
  • Tidak boleh
  • Jangan 

Sebagai tambahan, dalam penulisan dame lebih banyak menggunakan Katakana dan Hiragana dibandingkan Kanji.

Informasi Tambahan

Selain shinaide dan dame, sebelumnya Kepo Jepang juga pernah membahas tata bahasa yang umumnya digunakan untuk mengungkapkan “jangan”, larangan atau hal yang tidak boleh dilakukan. Jangan lupa untuk dibaca juga ya!

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan istilah-istilah di atas, coba perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Shinaide

A : Raigetsu, tenisu no shiai ga aru kara, shuumatsu demo renshuu shinakya ikenai no.
B : Taihen da. Kega wo shinaide ne.
Muri wo shinaide, tomodachi ni tanonde mitara dou desuka?
Mada nemukute mo, gakkou ni chikoku shinaide.
A : Heya wo kirei ni souji shite!
B : Ato de yaru tsumori da yo. Manga yon deru toki wa, jama shinaide.
Enryo shinaide, hitsuyou-na mono ga areba itte!
Nan demo shitte iru you na furi wo shinaide. 
A : Kinou no koto, sumimasen deshita. 
B : Sonna ni ki ni shinaide. Yoku aru koto dashi. 

Dame

Jangan

A : Kono heya de tabako wo sutte mo ii desuka?
B : Dame desu. Koko wa kin’en desu.
A : Sore dare demo dekiru desho. 
B : Keishi shitara dame da yo. Kesshite kantan janai kara.
Gooru wo mezashite hashirou! Akirametara dame da yo! 
A : Kore to, kore mo kaitai naa, sore kara…
B : Oioi, choushi ni nottara dame da yo. 
Ryouken no semai hito-tachi ni jamasasetara dame da yo. Karera ga nanto iou ga, kimi ni wa sore wo yaru sainou ga aru.
A : Kyou wa nani mo suru ki ni naranai.
B : Chotto, te wo nuitara dame yo.

Makna Lainnya

A : Mou dame da!
B : Akiramenaide! Betsu no houhou wo sagasou yo!
A : Nande konna ni dame nan darou? 
B : Sonna ni jibun wo sagesumanaide ii yo.
A : Purezen wa umaku itta?
B : Dame datta yo.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah penjelasan ungkapan “jangan” dalam bahasa Jepang di atas bisa kalian pahami dengan mudah? Jadi selain menggunakan shinaide, teman-teman juga bisa menggunakan kata dame. Namun, karena dame memiliki makna yang luas, berhati-hatilah ketika menggunakannya ya. 

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan kosakata-kosakata bahasa Jepang dan contoh-contoh kalimat di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Q) Apa bahasa Jepangnya “jangan”?
  • Q) だめ (dame) artinya apa?
  • Q) Bagaimana penggunaan しないで (shinaide) dalam kalimat bahasa Jepang?

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.

Mari Belajar Kosakata Lainnya!

Setelah mempelajari arti dan penggunaan istilah shinaide dan dame yang berarti “jangan”, yuk kita pelajari istilah dan ungkapan bahasa Jepang lainnya, yang tentunya bisa kalian gunakan dalam kehidupan sehari-hari.