Zenzen shiranakatta.

Apakah kalian tahu arti dari kalimat di atas? Artinya adalah“(saya) sama sekali tidak tahu”. Mungkin kalian sering kali menemukan kata zenzen yang diungkapkan dengan kalimat negatif, seperti yang sudah dijelaskan di artikel ini. Namun, zenzen bisa juga loh digunakan dalam kalimat positif.

Di artikel kali ini, Kepo Jepang akan menjelaskan arti dan makna kata zenzen, serta penggunaannya dalam kalimat positif maupun negatif, yang bisa dengan mudah kalian pahami melalui contoh-contoh kalimat.

Untuk lebih jelasnya, yuk langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Zenzen

Kata zenzen bisa dimasukan ke dalam kelas kata sifat golongan II (keiyou-doushi / nakeiyoushi) atau kata keterangan (fukushi). Pada umumnya, kata zenzen digunakan sebagai ungkapan dalam kalimat negatif. Dalam bahasa Indonesia, zenzen diartikan “sama sekali (tidak)” atau “benar-benar (tidak)”.

Namun, seperti yang sudah disebutkan di atas, zenzen pun bisa digunakan dalam kalimat positif. Akan tetapi, beberapa tahun terakhir, kata zenzen + kalimat positif banyak digunakan sebagai bahasa kasual. Dalam hal ini sering kali diartikan “sangat”, di mana terdapat nuansa penekanan tanpa ekspresi negatif. Pada dasarnya, zenzen + kalimat positif adalah tata bahasa Jepang yang salah. Oleh karena itu, sebaiknya hindari menggunakannya di dunia kerja dan bisnis, terutama kepada atasan. 

Sebelum digunakan secara umum, penggunaan zenzen + kalimat positif awalnya ditemukan dalam bahasa modern yang terdapat dalam karya-karya sastra di era Meiji sebelum perang. Dalam hal ini, penggunaan kata zenzen sepadan dengan kata subete, sukkari, dan kotogotoku, dan bisa diartikan sebagai “sama sekali”, “benar-benar”, atau “sepenuhnya”. Penggunaan zenzen dalam kalimat positif juga akan sangat dipengaruhi oleh apa yang diucapkan lawan biacara sebelumnya.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Sama sekali (tidak)”

Ada beberapa istilah bahasa Jepang lainnya yang bisa menggantikan kata zenzen. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Mattaku

Secara harfiah, makna mattaku yang hampir sama persis dengan zenzen, yaitu “sama sekali (tidak)” atau “benar-benar (tidak)”. Namun, berbeda dengan zenzen, penggunaan mattaku dalam kalimat negatif merupakan tata bahasa yang benar dan bisa digunakan secara formal. Selain itu, nuansa zenzen lebih santai dibandingkan mattaku.

Sappari

Sappari bisa dimasukan ke dalam kelas kata kerja dan kata sifat golongan II. Jika sebagai kata kerja sappari diartikan “merasa lega” atau “merasa segar”, sebagai kata sifat, maknanya sama dengan zenzen dan mattaku, yaitu “sama sekali (tidak)” atau “tidak sedikit pun”. Sebagai tambahan, sappari sering kali digunakan dengan kata wakarani (tidak tahu, tidak mengerti).

Istilah Lainnya

Berikut beberapa istilah lainnya yang artinya sama dengan dengan zenzen.

  • Issai  (digunakan dalam nuansa yang sedikit formal)
  • Ikkou ni (bernuansa formal)
  • Marude 
  • Chittomo 
  • Marukiri
  • Sukoshimo
  • Koreppochimo (bahasa gaul dari chittomo dan sukoshimo)
  • Manzara (mengandung makna “tidak semuanya”)

Contoh Kalimat

Untuk memudahkan kalian mempelajari istilah-istilah di atas, mari kita simak beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Zenzen (Kalimat Negatif)

Amari samukunakatta okagede, kotoshi no fuyu wa zenzen kaze wo hikanakatta.
Kesa no choushoku wa zenzen oishikunakatta
Sono hanashi wa zenzen kiita koto ga nai.
Kanojo kara wa zenzen renraku ga nai.
Haru ni natte mo zenzen atatakaku naranai.
Kare no jooku wa zenzen omoshirokunai.

Zenzen (Kalimat Positif)

Perlu kalian ingat bahwa bentuk kalimat ini secara tata bahasa Jepang adalah salah, dan hanya digunakan secara kasual.

Kyou no shigoto wa taihen da to omotte ita keredo, zenzen heiki da.
A : Bounen-kai, kin-youbi de dou ka na?
B : Zenzen OK desu.
A : Okaa-san ni hantai sareta?
B : Haha wa zenzen doui shita.
Watashi, hima-na node, zenzen tetsudaimasu yo.
Kare wa, zenzen nattoku shita ue de ketsudan shita no da to omou.
Kono karee, zenzen oishii yo!
Kono houhou da to zenzen hayai desu ne.

Cara ini sangat cepat ya.
Kalimat ini mengandung makna bahwa pembicara sebelumnya menduga metode ini lebih lambat dibandingkan metode yang lain, tetapi kenyataannya lebih cepat.

Kono kaigan wa, gomihiroi wo shinakute mo, zenzen kirei datta.
A : Kono fuku, hade sugiru kana?
B : Zenzen niatteru yo.

A : Sepertinya baju ini terlalu mewah (mencolok)?
B : Sangat cocok kok.

Mattaku

Kare wa kono jiken to wa mattaku kankei ga nai.
Ryouri ni tsuite wa mattaku no shirouto da.
Kyou wa mattaku samui.
Mattaku kimi no iu toori da.
Sono shousetsu wa mattaku suki ni narenai.
Kusuri ga mattaku kikanakatta.

Sappari

Sappari mienai.
Sappari dame da.
Yuube no koto wa sappari oboete inai.
Ikura matte mo kyaku ga sappari konai.
Haru ni natte mo sappari atatakaku naranai.
Kanojo ga doko e itta no ka sappari wakaranai.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata zenzen yang artinya “sama sekali (tidak)” atau “benar-benar (tidak)”. Perlu kalian ingat bahwa kata zenzen pada umumnya digunakan dalam kalimat negatif, tetapi akhir-akhir ini digunakan dalam ungkapan positif sebagai bahasa kasual yang digunakan antar orang-orang terdekat. Selain itu, zenzen juga memiliki makna yang sama dengan mattaku, sappari, dan beberapa istilah lainnya.

Semoga penjelasan kosakata bahasa Jepang di atas bisa mudah kalian mengerti dan pahami. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya dan simak terus informasi terbaru seputar Jepan dan jejepangan lainnya di Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, mari kita perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa artinya “zenzen”?

A) “Zenzen” dalam bahasa Indonesia diartikan “sama sekali tidak” atau “benar-benar tidak”.

Q) Apakah “zenzen” bisa digunakan dalam kalimat negatif?

A) Pada dasarnya, “zenzen” hanya bisa digunakan dalam kalimat negatif. Namun, beberapa tahun terakhir, zenzen” sudah semakin sering digunakan dalam kalimat positif, walaupun hanya bisa digunakan sebagai kalimat kasual.

Q) Apa bedanya “zenzen” dan “mattaku”?

A) Secara harfiah, kedua istilah ini berarti sama. Namun, “mattaku” secara umum bisa digunakan baik dalam kalimat positif maupun negatif. Sedangkan “zenzen” dalam kalimat positif secara tata bahasa adalah salah, walaupun saat ini banyak digunakan sebagai bahasa kasual. Selain itu, “zenzen” mengandung nuansa yang lebih santai dibandingkan “mattaku”.

Q) Sinonim / istilah lain dari “zenzen”?

A) Selain “mattaku”, ‘zenzen” bersinonim dengan “sappari”, “ikkou ni”, “marude”, “sukoshimo”, “chittomo”, “maruki”, dan “manzara”.

Untuk pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, bisa langsung dibaca di halaman ini ya!