Kalian pasti sering mendengar orang Jepang mengatakan wakatta. Ungkapan ini sering kali diucapkan ketika kita mengekspresikan bahwa kita sudah “memahami” atau “mengerti” maksud dari hal yang disampaikan oleh lawan bicara. Wakatta ini asal katanya dari kata kerja loh. Nah, di artikel kali ini akan dibahas lebih dalam makna dari kata wakatta dan kapan saat yang tepat untuk menggunakannya. Selain itu, di halaman ini pun kalian akan bisa memahami lebih jauh ungkapan wakatta melalui contoh-contoh yang akan diberikan di akhir artikel.

Untuk lebih memahami lebih jelasnya, yuk langsung simak penjelasan lengkap tentang ungkapan wakatta di bawah ini.

Penjelasan “Wakatta

Dalam bahasa Indonesia wakatta bisa diartikan sebagai berikut :

  1. Mengerti 
  2. Saya sudah mengerti / Saya sudah paham 
  3. Oke
  4. Semuanya sudah jelas
  5. Baik / Baiklah

Dengan melihat beberapa arti dari wakatta tersebut, dapat disimpulkan bahwa ungkapan wakatta digunakan untuk mengungkapkan ekspresi ketika kalian sudah memahami dan mengerti sesuatu. Kalian menggunakan kata wakatta ketika kalian memahami suatu hal yang sebelumnya tidak kalian pahami.

Wakatta berasal dari kata kerja wakaru (mengerti) yang termasuk ke dalam kata kerja golongan 1 (go-dan-doushi). Wakatta sendiri merupakan bentuk lampau dasar dari wakaru yang mengalami perubahan (ru berubah menjadi -tta). Bentuk dasar ini umumnya digunakan dalam situasi non-formal dan kasual. Wakatta pun sebaiknya hanya diucapkan kepada teman sebaya, orang yang lebih muda dari kalian atau yang orang terdekat. Lalu apakah ada bentuk yang lebih sopan untuk mengatakan wakatta? Ungkapan lain dari wakatta akan dijelaskan di bawah ini. 

Ungkapan Lain Selain “Wakatta

Seperti yang sudah disebutkan di atas, wakatta umumnya digunakan dalam keadaan dan situasi yang lebih kasual atau non-formal. Untuk itu, di bawah ini akan diperkenalkan beberapa ungkapan wakatta lainnya yang bisa kalian gunakan dalam situasi lain.

Wakarimashita

Ungkapan yang lebih sopan dari wakatta. Ketika ingin mengatakan “saya mengerti” kepada orang yang lebih tua atau status sosialnya lebih tinggi sebaiknya kalian menggunakan ungkapan ini. Maknanya sama dengan wakatta, bahwa kalian yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu dan mengerti.

Wakatteiru / Wakatteru / Wakatteimasu

Ungkapan ini secara harfiah berarti “ saya sudah tahu / saya mengerti (kamu tidak perlu menjelaskannya lagi). Jika wakatta digunakan ketika kalian mengatakan “mengerti” akan suatu hal yang sebelumnya kalian tidak pahami, maka wakatteiru / wakatteru/ wakatteimasu digunakan ketika kalian mengatakan “mengerti” dan memastikan bahwa kalian memang sudah mengetahui atau memahami hal tersebut.

Wakaranai / Wakarimasen

Ini adalah ungkapan “kebalikan” dari wakatta, dengan kata lain artinya adalah “saya tidak mengerti”, “tidak tahu” atau “saya tidak paham”. Tentu saja digunakan ketika kalian tidak memahami maksud dari hal yang dibicarakan lawan bicara atau menyatakan hal yang memang tidak kalian pahami.

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahaminya, mari kita lihat penggunaan ungkapan-ungkapan yang sudah dijelaskan di atas melalui contoh-contoh kalimat di bawah ini.

Wakatta

A : Gohan, tabe ni iku?
B : Oo, iine. Aa, demo, ima, san’byaku-en shika mottenai.
A : Okane, kasou ka?
B : Iiyo. Ore, karita koto, sugu wasurerukara… Okane, oroshi ni iku yo.
A : Un, wakatta. Jyaa, soto de matteru.
A : Wakatta kana?
B : Un, wakatta kamo.
Wakatta kara acchi ni itte.
Wakatta yo! Urusai na!
Kono setsumeisho, kuwashii kara yoku wakatta.
A : Hayaku katazuke nasai!
B : Wakatta yo! Wakatta!
Yatto kono mondai no tokikata ga wakatta.
A : Okurerutte, sensei ni tsutaete kureru?
B : Wakatta yo!
A : Kono kotae shitteru?
B : Un, kono bun no naka ni aru yo!
A : Aa wakatta! Arigatou.
A : Ame ga furidashita yo, gakkou ni mukae ni kite kureru?
B : Wakatta. Juppun innai ni iku yo.

Wakarimashita

A : Saki no setsumei, wakarimashitaka?
B : Hai, wakarimashita.
A : Tanaka-san wa imasuka?
B : Achira ni imasu. Asoko no hito. Se ga takakute, kami ga nagai
A : Aa, wakarimashita. Arigatougozaimasu.
A : Dewa, san-ji ni shibuya no hachiko no mae de.
B : Wakarimashita. Mata, ashita.
A : Minasan wa, ima no hanashi ga wakarimashitaka?
B : Hai, yoku wakarimashita.
A : Kyou no jugyou wakarimashitaka?
B : Daitai wakarimashita.
A : Kaeru toki, mado wo shimete oite kudasai.
B : Hai, wakarimashita.

Wakatteiru / Wakatteru / Wakatteimasu

Sou iwarenakute mo wakatteru yo!
A : Sumimasen, juuyou-na kaigi de aru koto wa wakatteiru no desu ga, kazoku ga kinkyuu jitai no tame, yotei wo henkou shite morae masenka?
B : Wakarimashita.
A : Chanto benkyou shinai to tesuto ochiru yo.
B : Wakatteru yo.

Wakaranai / Wakarimasen

A : Furansu-go ga wakarimasuka?
B : Zenzen wakarimasen.
A : Kippu no kai-kata ga wakarimasuka?
B : Wakarimasen.
A : Kondo no nichiyoubi, nani wo shimasuka?
B : Mada wakarimasen.
A : Tanaka-san kyou wa osoi desu ne. Doushitan deshouka?
B : Watashi mo wakarimasen ne.
Kono mondai wa muzukashikute, wakarimasen.
Jisho wo mite mo, wakarimasen.
Kono kotoba no imi, mattaku wakaranai.
Mokuteki wa nandaka yoku wakaranai.

Kesimpulan

Itulah penjelasan ungkapan wakatta (mengerti) yang sering kalian dengar dari anime atau dorama. Sekarang kalian sudah bisa membedakan kan masing-masing perbedaan ungkapan yang sudah disebutkan di atas. Semoga penjelasan ungkapan “saya mengerti” di atas bisa kalian pahami dengan mudah, dan tentunya membantu memperlancar bahasa Jepang kalian.

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Jangan lupa untuk terus berlatih agar semakin lancar bahasa Jepangnya dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya, hanya di Kepo Jepang!