Kare wa majime-na ko desu.
Dia adalah anak yang rajin.

Majime merupakan salah satu kata sifat dalam bahasa Jepang, tepatnya kata sifat golongan 2 (na-keiyoushi). Selain “rajin” ada makna lain yang dimiliki majime, seperti “serius” atau “tekun”.

Melalui artikel ini, Kepo Jepang akan menjelaskan arti dan makna kata majime dan memperkenalkan istilah lainnya yang memiliki makna sama. Selain itu, akan diberikan juga beberapa contoh kalimat untuk mempermudah memahami penggunaanya.

Untuk lebih jelasnya, langsung simak saja penjelasan di bawah ini.

Penjelasan “Majime

Dalam kamus bahasa Jepang, kata sifat majime dijelaskan sebagai berikut :

  1. Bersikap serius tanpa ada kebohongan, rasa tidak bertanggung jawab, asal-asalan, dan ceroboh. Menunjukkan sikap keseriusan, kebenaran, dan kesucian.
  2. Bersikap tulus, jujur, dan setia.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kata sifat majime digunakan untuk mendeskripsikan “kepribadian yang tidak melanggar norma (aturan) yang ditetapkan” dan “seseorang yang tulus dan serius” atau “kepribadian yang tidak melakukan hal buruk yang bisa menyakiti orang lain”. 

Dalam kamus bahasa Indonesia, majime secara sederhana diartikan “rajin”, “sungguh hati”, “jujur”, “serius”, “tekun” dan “giat”.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Rajin”

Selain menggunakan kata majime, kalian juga bisa menggunakan istilah lain untuk mendeskripsikan sikap “rajin”, yaitu :

Kinben

Sama halnya dengan majime, kinben pun termasuk ke dalam kata sifat golongan 2. Kinben dijelaskan sebagai kata sifat yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu sikap “melakukan yang terbaik tanpa bermalas-malasan dalam bekerja atau belajar” dan menunjukkan “usaha untuk dapat terus melakukan upaya terbaik dalam pekerjaan dan sekolah”.

Dalam bahasa Indonesia secara sederhana diartikan “rajin”, “pekerja keras”, “tekun” dan “giat”.

Perbedaan “Majime” dan “Kinben

Baik majime maupun kinben sama-sama memiliki makna “menunjukkan sifat sungguh-sungguh tanpa adanya kecerobohan”. Namun, kinben khususnya digunakan dalam urusan yang berhubungan dengan belajar dan bekerja. Sedangkan majime cakupannya lebih luas dan tidak hanya sungguh-sungguh tetapi juga menunjukkan tidak adanya kebohongan.

Selain itu tidak seperti majime, kinben tidak memiliki makna sikap yang menunjukkan “keseriusan dan sikap sungguh-sungguh (serius) untuk tidak melakukan hal-hal jahat yang bisa menipu atau menyakiti orang lain”. 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa makna “rajin” dan “tekun” pada kata kinben fokus pada kegiatan yang berhubungan dengan belajar dan bekerja. Sedangkan pada kata majime menunjukkan “kepribadian yang tidak melanggar norma (aturan) dan tidak melakukan hal-hal buruk”

Contoh Kalimat

Untuk lebih memahami penggunaan istilah-istilah di atas, mari kita perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Majime 

Yamada-san wa kurasu no naka de ichiban majime-na gakusei desu.
Kare wa totemo majime de, shoujiki dakara, minna ni shinrai sarete imasu.
Kanojo wa shougakukin ga erareru hodo majime de atama mo yoi.
Majime ni kenkyuu ni torikunde imasu.
Kare wa shigoto to naruto totemo majime desu.
Ano ii daigaku de benkyou shite iru gakusei ga, minna majime-na hito da to wa kagiranai.
Sakamoto-san wa ruuru wo mamoreru majime-na hito desu.
Kore wo majime ni shinakereba ikenai yo!
Kare wa totemo majime nanode, oote kigyou ni shuushoku dekiru to omoimasu.
Satou-kun wa majime sugite, tsumaranai hito da to omou.

Kinben 

Nihon-jin wa kinben da to yoku iwaremasu.
Kare wa kinben-na seikaku de kekkin shita koto wa arimasen.
Kinben ni benkyou shite, shibou daigaku ni goukaku shimashita.
Kare no kinben-sa to saibu e no chuui wa, kare no bijinesu ni rieki wo motarashi tsudzukete imasu. 
Nan-nen mo issho ni hataraite kita kara wakarimasu ga, kanojo wa totemo kinben de subarashii shain desu. 
Karera no seikou wa, karera no kinben-sa to ooini kankei ga aru. 
Watashi no shitte iru kagiri de wa, Takumi wa kinben-na gakusei da.

Kesimpulan

Itulah dua istilah bahasa Jepang yang bisa kalian gunakan untuk mendeskripsikan “rajin”. Tetapi perlu kalian ingat bahwa majime memiliki makna lebih luas sehingga bisa juga diartikan “serius”. Selain itu, kinben maknanya lebih sempit karena umumnya hanya digunakan dengan hal-hal yang bersangkutan dengan belajar dan bekerja.

Sampai di sini dulu penjelasan bahasa Jepang kali ini. Semoga penjelasan istilah-istilah bahasa Jepang di atas mudah dimengerti, dipahami, dan bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Jangan lupa simak terus informasi bahasa Jepang dan berita seputar Jepang di web maupun sosial media Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “rajin”?

A) “Rajin” bahasa Jepangnya adalah まじめ (majime) atau 勤勉 (kinben).

Q) Apa artinya まじめ (majime)?

A) まじめ (majime) dalam bahasa Indonesia diartikan “rajin”, “sungguh hati”, “jujur”, “serius”, “tekun” dan “giat”.

Q) Apa artinya 勤勉 (kinben)?

A) 勤勉 (kinben) secara sederhana diartikan “rajin”, “pekerja keras”, “tekun” dan “giat”.

Q) Apa bedanya まじめ (majime) dan 勤勉 (kinben)?

A) Makna “rajin” dan “tekun” pada kata “kinben” fokus pada kegiatan yang berhubungan dengan belajar dan bekerja. Sedangkan pada kata” majime” maknanya lebih luas dan bisa menunjukkan “kepribadian yang tidak melanggar norma (aturan) dan tidak melakukan hal-hal buruk”

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar bahasa Jepang dan info-info menarik tentang Jepang, langsung saja baca di halaman ini ya.