Salam sapa sayounara merupakan salah satu bahasa Jepang yang dikenal di manapun. Bahkan, sering kali muncul dalam lagu-lagu di luar bahasa Jepang. Sayounara sendiri merupakan ungkapan yang digunakan ketika berpisah dengan seseorang, yang bisa diartikan sebagai “selamat tinggal” atau “sampai jumpa”. Di Jepang sendiri, ungkapan perpisahan sayounara sering digunakan di sekolah-sekolah ketika pelajaran selesai, terutama di lingkungan sekolah TK dan SD. 

Akan tetapi, tahukah kalian bahwa sayounara memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar “sampai jumpa” atau “selamat tinggal”? Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, sedikit tidak natural jika kalian menggunakan sayounara ketika berpisah dengan teman kalian. Untuk memahami maknanya dan bagaimana sebaiknya menggunakan salam perpisahan sayounara, Kepo Jepang akan membahas asal mula kata sayounara, menjelaskan makna dan bagaimana contoh penggunaannya yang tepat. Untuk itu, yuk simak langsung penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penjelasan Makna “Sayounara

Sebagian besar orang mengetahui sayounara memiliki arti “selamat tinggal” atau “sampai jumpa”. Namun, pada kenyataannya, dalam budaya Jepang sayounara bermakna “selamat tinggal untuk selamanya” atau “selamat tinggal, saya tidak tahu kapan bisa bertemu kamu lagi”. Dikarenakan makna inilah sayounara jarang digunakan sebagai salam perpisahan dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun kadang-kadang anak-anak sering kali menggunakannya ketika salam perpisahan di sekolah dengan guru mereka, tetapi, seiring berjalannya waktu mereka pun segera mempelajari nuansa dan makna kata sayounara dan cenderung tidak menggunakannya sebagai orang dewasa, karena ini menyiratkan bahwa kita tidak akan melihat orang itu lagi. Beberapa orang mungkin menggunakan ini saat putus cinta atau situasi lain di mana mereka tidak berniat untuk bertemu lagi orang yang bersangkutan.

Sayounara secara luas digunakan sebagai ucapan perpisahan tanpa memandang status, kedudukan, atau usia lawan bicara. Tetapi, sebaiknya tidak digunakan kepada atasan. Kata sayounara digunakan bukan hanya untuk mengucapkan salam perpisahan kepada orang saja, bisa juga digunakan ketika mengucapkan perpisahan terhadap suatu keadaan atau kondiri, misalnya sayounara, watashi no ni-juu-dai (selamat tinggal, usia 20an-ku).

Asal Mula Kata “Sayounara

Dahulu ungkapan perpisahan yang umum diucapkan adalah sore nara, mata ashita (kalau begitu, sampai jumpa besok) dan sore dewa, ogenki de (kalau begitu, semoga Anda sehat selalu). Sayounara sendiri dianggap digunakan untuk pertama kali pada zaman Edo, yang merupakan kata yang mengalami pergeseran atau perubahan kata dari sayounaraba yang dahulu digunakan sebagai kata penghubung (setsuzokushi). Adapun penggunaanya pada waktu itu adalah sayounaraba, gokigenyou (selamat tinggal, semoga Anda sehat selalu), yang digunakan ketika berpisah dengan seseorang. Kata sayounaraba sendiri sering kali disingkat menjadi sayounara atau saraba.

Memasuki zaman Meiji, penggunaan salam perpisahan di atas mengalami pergeseran di mana pria umumnya hanya mengucapkan sayounara dan wanita hanya mengucapkan gokigenyou. Namun, memasuki zaman Showa, wanita pun mulai jarang menggunakan gokigenyou dan lebih sering mengucapkan sayounara. Dan, dikarenakan maknanya yang seakan-akan menyatakan “tidak akan ada lagi pertemuan” setelah mengucapkan sayounara, perlahan-lahan sayounara semakin jarang digunakan. 

Saat ini, ketika mengucapkan salam perpisahan dengan maksud akan bertemu kembali dalam waktu dekat, orang Jepang lebih sering menggunakan kata jaa mata (sampai nanti), mata ashita (sampai besok), oyasuminasai / oyasumi (selamat tidur / beristirahat), atau mata aimashou (sampai berjumpa lagi)

Contoh Penggunaan “Sayounara”

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sayounara sudah sangat jarang digunakan. Namun, untuk memahami makna kata ini lebih lanjut, ada baiknya kalian melihat contoh penggunaannya seperti di bawah ini.

Sayounara, watashi no seishun.
Mina-san, sayounara.
Kare wa watashi ni “sayounara” to itta.
Minna ni sayounara to ienakatta.
Watashi wa sayounara wo nanto iu ka shirimasen.
Kanojo wa sayounara mo iwanai de satta.
Kanojo wa nikkori waratte kare ni sayounara wo itta.
Kikoku suru mae, kare wa “sayounara de naku, mata aimashou” to itta.
Iyo iyo kyou de gakusei seikatsu tomo sayounara da.

Kesimpulan

Setelah membaca penjelasan di atas, mungkin kalian cukup terkejut mengetahui makna sebenarnya dari sayounara. Jadi, seperti yang sudah disebutkan di atas, saat ini sayounara digunakan ketika kalian mungkin tidak akan bertemu lagi dengan orang yang berpisah dengan kalian, atau ketika kalian mengucapkan kepada situasi, kondisi dan perpisahan yang mungkin tidak akan kalian temui lagi.

Semoga penjelasan salam perpisahan sayounara di atas mudah dipahami dan dimengerti, serta membantu kalian dalam mempelajari bahasa Jepang. Jangan lupa untuk terus berlatih agar semakin lancar bahasa Jepangnya dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya, hanya di Kepo Jepang!