Artikel kali ini akan membahas salah satu kata kerja (doushi) dalam bahasa Jepang yang mungkin akan sering kalian pakai, yaitu yomu. Apa itu yomu? Yuk, langsung simak penjelasannya di bawah ini.

Penjelasan “Yomu

Kata kerja dalam bahasa Jepang dibagi menjadi 3 golongan. Yomu (baca) termasuk ke dalam kata kerja golongan 1, atau disebut juga go-dan-doushi (5 tahapan kata kerja), kata kerja yang termasuk ke dalam golongan ini adalah kata kerja yang berakhiran u, tsu, ru, mu, nu, bu, ku, gu, dan su. Disebut 5 tahapan kata kerja karena huruf hiragana terakhir (u, tsu, ru, mu, nu, bu, ku, gu, dan su) mengalami 5 tahapan perubahan. Dalam hal ini mu dari kata yomu lah yang mengalami perubahan. Adapun perubahan bentuk go-dan-doushi terdiri dari.

1. JISHO kei (Kata kerja bentuk kamus)
2. TE kei (Kata kerja bentuk sambung)
3. TA kei (Kata kerja bentuk lampau / biasa)
4. MASU kei (Kata kerja bentuk sopan / formal)
5. NAI kei (Kata kerja bentuk menyangkal / biasa)

Perubahan Bentuk Kata Kerja Yomu

Yomu merupakan bentuk dasar atau kamus (jisho kei). Dalam percakapan atau tulisan biasanya digunakan untuk keadaan kasual atau non-formal, atau ketika bertemu dengan kata atau kalimat yang lain. Adapun perubahan bentuk lainnya bisa kalian lihat di bawah ini.

Te-kei (Kata kerja bentuk sambung)

mu nde = yonde 

Dikatakan sebagai kata kerja bentuk sambung, karena kata kerja bentuk te ini bisa digunakan untuk membuat berbagai bentuk variasi kalimat, kata kerja bentuk te sendiri tidak memiliki arti khusus, tetapi jika kata-kata lain disambungkan dengan te-kei maka kata kerja ini akan memiliki makna.

Ta kei (Kata kerja bentuk lampau / biasa)

mu nda = yonda

Kata kerja golongan 1 yang diubah menjadi bentuk ta/da mengalami perubahan makna menjadi bentuk lampau. Ta-kei merupakan bentuk biasa dan biasa digunakan untuk kalimat kasual atau non-formal, atau ketika di simpan di tengah kalimat dan dijadikan sebagai konjungsi yang dihubungkan dengan kata dan kalimat lain.

Masu kei (Kata kerja bentuk sopan / formal)

mumi + masu  = yomimasu

Bentuk kata kerja masu merupakan kata kerja bentuk positif yang digunakan secara umum untuk kalimat formal.

Nai kei (Kata kerja bentuk menyangkal, negatif / biasa)

muma + nai : yomanai 

Kata kerja nai-kei merupakan bentuk kata kerja negatif biasa, digunakan dalam kalimat kasual, non formal, atau ketika dijadikan sebagai konjungsi yang dihubungkan dengan kata dan kalimat lain.

Perubahan Bentuk Lainnya

  • Bentuk Potensial (bisa, mampu) : ueru/emasu = yomeru/yomemasu
  • Bentuk Kondisional (syarat) : ueba = yomeba
  • Bentuk Ajakan (kehendak) : uou = yomou
  • Bentuk Pasif (di-) : uareru/aremasu = yomareru/yomaremasu

Contoh Kalimat

Berikut contoh-contoh kalimat yang menggunakan kosakata yomu dan berbagai bentuk perubahannya.

Isshuukan ni ni-satsu gurai man’ga wo yomimasu.
Mai-asa, shawaa wo abite, shinbun wo yonde, koohii wo nomimasu.
Megane wo kakete, hon wo yonda.
Otouto wa ongaku wo kiki nagara, man’ga wo yonde imasu.
Hima no toki, shousetsu wo yomimasu.
Hon wo yomanai nara, hayaku kaeshite kudasai.
Densha no naka de, shinbun wo yonde kimashita.
Kondo, eigo no shousetsu wo yonde mitai.
Kono hon wa yomeba yomu hodo, omoshiroku narimasu.
Kare wa muzukashisou-na hon wo yonde iru.
Watashi wa onee-san ni nikki wo yomaremashita.
Okaa-san no shumi wa shousetsu wo yomu koto desu.

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang kata kerja yomu (baca) dalam bahasa Jepang. Perlu kalian ingat bahwa kata kerja dalam bahasa Jepang dibagi ke dalam beberapa golongan dan mengalami perubahan bentuk.

Semoga penjelasan tentang perubahan bentuk kata kerja yomu di atas bisa dimengerti dengan mudah ya. Jangan lupa untuk terus berlatih agar semakin lancar bahasa Jepangnya dan ikuti terus informasi seputar bahasa Jepang dan Jejepangan lainnya, hanya di Kepo Jepang!