Toukyou wa hirokute, nigiyaka desu.
Tokyo luas dan ramai.

Nigiyaka yang dalam bahasa Indonesia diartikan “ramai” merupakan salah satu kata sifat dalam bahasa Jepang yang mungkin akan sering kalian gunakan dalam percakapan sehari-hari.

Lalu, apakah perbedaannya dengan sawagashii dan urusai? Melalui artikel ini kalian akan bisa memahami makna luas dari kata nigiyaka, perbedaannya dengan istilah lain, dan memahami penggunaannya melalui contoh-contoh kalimat yang akan diberikan.

Langsung saja simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penjelasan “Nigiyaka

Nigiyaka termasuk ke dalam kelas kata sifat golongan 2 atau keiyou-doushi. Jika kata sifat ini digunakan untuk menerangkan kata benda, maka harus ditambahkan ~na menjadi nigiyaka-na. Oleh karena itu, kata sifat golongan 2 ini lebih dikenal dengan sebutan na-keiyoushi. Adapun perubahan bentuk na-keiyoushi bisa dilihat di halaman ini.

Arti dan Makna “Nigiyaka

Kata sifat nigiyaka mengacu pada suasana yang hidup. Kata ini mengacu pada “keadaan di mana ada banyak orang, suasana yang hidup atau sibuk (dipenuhi berbagai macam kegiatan), kemakmuran, dan keadaan yang berisik dan ceria.”

Nigiyaka juga memiliki makna “menjadi ceria” dan sering digunakan dalam arti dan nuansa yang baik. Selain itu, nigiyaka juga merupakan kata yang diungkapkan secara positif, seperti menggambarkan suasana di mana banyak orang yang tertawa dan berbicara dengan riang gembira.

Secara sederhana, Daijiten menjelaskan makna nigiyaka, sebagai berikut :

  1. Suasana hidup dengan banyak orang berkumpul bersama.
  2. Suasana di mana kita dapat mendengar banyak kebisingan dan suara manusia.

Dengan melihat penjelasan di atas, dalam bahasa Indonesia nigiyaka diartikan :

  1. Ramai
  2. Ceria, riang gembira
  3. Hiruk-pikuk, hingar-bingar
  4. Bising
  5. Berisik
  6. Sibuk (ada berbagai macam kegiatan yang berlangsung)

Sebagai tambahan, nigiyaka lebih umum ditulis dengan hiragana dibandingkan dengan kanji.

Istilah Bahasa Jepang Lain untuk “Ramai”

Berikut beberapa istilah yang bisa diartikan “ramai”.

Sawagashii

Secara umum, sawagashii lebih sering diartikan berisik. Namun, maknanya hampir sama dengan nigiyaka, yaitu suara bising yang ditimbulkan oleh banyak orang. Berbeda dengan nigiyaka yang memiliki nuansa positif di dalamnya, kata sawagashii umumnya menunjukkan “ramai” yang mengganggu banyak orang.

Urusai

Sama halnya dengan nigiyaka, urusai juga bisa diartikan “bising” atau “ribut”. Namun, urusai memiliki citra negatif karena maknanya menunjukkan suara bising yang terlalu keras dan menggelegar, dan mengganggu orang-orang di sekitar kita.

Kaikatsu

Kaikatsu adalah kata yang bisa digunakan untuk menggantikan nigiyaka. Tentu saja penggunaannya lebih jarang dari nigiyaka. Secara harfiah, kaikatsu sendiri berarti “ceria”, “riang gembira”, “ramai”. Maknanya pun sama dengan nigiyaka, yaitu menunjukan suasana dan keadaan yang penuh dengan rasa semangat, keceriaan dan kegembiraan banyak orang.

Contoh Kalimat

Untuk memudahkan kalian memahami makna dan penggunaan kata nigiyaka di atas, mari simak beberapa contoh kalimat di bawah ini.

Sono kouen wa dono kisetsu demo nigiyaka da.
A : Nihon no naka de doko ga ichiban nigiyaka desu ka?
B : Toukyou ga ichiban nigiyaka desu.
Oshougatsu wa shinseki ga atsumaru node nigiyaka ni naru.
Kurisumasu mae no nigiyaka-na michi to mise wo watashi wa sakeyou to suru.
Ie wa kodomo-tachi no nigiyaka-na waraigoe de michita. 
Nemutta you na machi wa nigiyaka-na tokai ni kawatta. 
Kare no mise wa machi no nigiyaka-na kuiki ni aru. 
Kono machi wa hito ga ookute, nigiyaka da.
Kono atari wa mukashi mo nigiyaka datta.
Yoru ni naru to hito ya yatai nado mo dete, taihen nigiyaka desu. 
Toukyou tawaa de wa tanabata no ibento ga okonawarete ite, totemo nigiyaka deshita.
Toukyou no Kagurazaka ni wa takusan no omise ya kafe ya inshoku-ten ga aru node itsumo nigiyaka desu.

Kesimpulan

Itulah penjelasan kata nigiyaka yang secara umum diartikan “ramai”. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, artinya bisa berubah menjadi “berisik”, “hingar-bingar”, dan sebagainya, tergantung dari konteks kalimatnya itu sendiri. Pada dasarnya, nigiyaka digunakan untuk menggambarkan suasana hidup, di mana banyak orang berkumpul bersama, tertawa dan berbicara dengan riang gembira.

Semoga penjelasan di atas mudah kalian pahami dan mengerti. Jangan lupa membaca artikel bahasa Jepang lainnya, dan ikuti terus informasi terbaru seputar Jepang dan bahasa Jepang di Kepo Jepang.

Untuk mengingat kembali penjelasan di atas, mari kita perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Q) Apa bahasa Jepangnya “ramai”?

A) Bahasa Jepangnya “ramai” itu adalah “nigiyaka”.

Q) Apa artinya “nigiyaka”? Kapan tepatnya “nigiyaka” bisa digunakan?

A) Dalam bahasa Indonesia, “nigiyaka” bisa diartikan ramai, hiruk-pikuk, hinga-bingar, bising, berisik, dan sibuk (menunjukkan banyak kegiatan). Pada dasarnya, nigiyaka digunakan untuk menggambarkan suasana hidup, di mana banyak orang berkumpul bersama, tertawa dan berbicara dengan riang gembira.

Q) Maksud dari “nigiyaka” termasuk ke dalam “na-keiyoushi” itu apa?

A) “Nigiyaka” termasuk ke dalam kelas kata sifat golongan 2 (keiyou-doushi). Ketika keiyou-doushi digunakan untuk menerangkan kata benda, maka harus ditambahkan ~na menjadi “nigiyaka-na”. Oleh karena itu, kata sifat golongan 2 ini lebih dikenal dengan sebutan na-keiyoushi.

Q) Apa perbedaan “nigiyaka” dan “urusai”?

A) “Nigiyaka” dan “urusai” bisa diartikan “bising” atau “ribut”. Namun, urusai memiliki citra negatif karena maknanya menunjukkan suara bising yang terlalu keras dan menggelegar, dan mengganggu orang-orang di sekitar kita. Sedangkan makna “bising” dari “nigiyaka” lebih bernuansa positif.

Untuk melihat pertanyaan lainnya seputar Jepang dan bahasa Jepang, langsung baca di halaman ini saja ya.