Simak salah satu partikel dalam bahasa Jepang yang sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari yuk!

Partikel yang dijelaskan kali ini adalah partikel “de”. Apakah kalian sebelumnya pernah mendengar partikel ini?

Bagaimana penggunaan partikel “de”?

 Fungsi partikel “de” 

Partikel “de” memiliki beberapa fungsi, yaitu untuk menyatakan:

1.Lokasi suatu aktivitas

  • Pola kalimat: keterangan lokasi + partikel “de” + predikat (aktivitas)

Dalam hal ini, partikel “de” dalam bahasa Indonesia bisa diartikan dengan kata “di” atau “pada”. Perlu diketahui juga bahwa lokasi yang dimaksud tidak hanya berarti untuk suatu tempat, tetapi juga bisa untuk suatu kegiatan. Contoh kalimat dengan partikel “de” pada pola ini adalah “ie de benkyou shimasu” yang berarti “belajar di rumah”.

2.Keterangan cara/alat 

  • Pola kalimat: keterangan cara/alat + partikel “de” + predikat

Pada pola ini, partikel “de” dapat diartikan menjadi kata “dengan”. Misalnya adalah “densha de ikimasu” yang berarti “pergi dengan kereta”.

3.Bahan membuat sesuatu 

Pola kalimat: keterangan bahan + partikel “de” + predikat

Partikel “de” pada pola ini, dalam bahasa Indonesia bisa diartikan “dari”. Misalnya adalah “ki de tsukuraremasu” yang berarti “dibuat dari kayu”.

4.Penyebab/alasan

  • Pola kalimat: penyebab/alasan (kata benda) + partikel “de” + kalimat/predikat

Dalam kasus ini, partikel “de” diartikan dengan “karena” atau “oleh”. Misalnya adalah “byouki de gakkou e ikimasen” yang berarti “tidak pergi ke sekolah karena sakit”.

5.Keadaan

  • Pola kalimat: keterangan keadaan + partikel “de” + predikat

Dalam pola ini, partikel “de” diartikan dengan “dalam keadaan”. Misalnya adalah “nebusokude shigoto wo shimasu” yang berarti “bekerja dalam keadaan kurang tidur”.

6.Batas waktu 

  • Pola kalimat: keterangan waktu + partikel “de” + predikat

Di sini, partikel “de” bisa diartikan “dalam (waktu)”. Misalnya adalah “isshuukan de owarasemasu” yang berarti “akan saya selesaikan dalam waktu satu minggu”.

7.Suatu cakupan

  • Pola kalimat: keterangan cakupan + partikel “de” + keterangan

Partikel “de” di sini bisa berarti “di dalam”, “dengan” dan sebagainya tergantung konteks kalimatnya. Misalnya adalah “gakkou de ichiban atama ga ii” yang berarti “yang paling pintar di dalam sekolah”.

8.Jumlah orang yang melakukan kegiatan

  • Pola kalimat: subjek/jumlah orang (bisa termasuk pembicara dan orang lain) + partikel “de” + predikat

Pada pola ini, partikel “de” bisa diartikan dengan kata “bersama dengan”. Misalnya adalah “min’na de tabemasu” yang berarti “makan bersama dengan semuanya (termasuk pembicara)”.

9.Penyambung kalimat

Pola kalimat:

  • kata sifat “na” (tanpa “na”) + partikel “de” + kata sifat lainnya
  • kata benda/keterangan 1 + partikel “de” + kata benda/keterangan 2

Partikel “de” ini dapat diartikan “dan”. Misalnya, “kare wa kankokujin de, kono daigaku no ryuugakusei desu” yang berarti “dia laki-laki adalah orang Korea dan mahasiswa asing di universitas ini”.

Untuk bisa lebih mudah memahami penggunaan partikel “de”, mari lihat berbagai contoh kalimat di bawah ini yuk!

Contoh kalimat

1.Lokasi suatu aktivitas

Senshuu, ano mise de tabemashita.
Tanaka-san wa Kyouto de hataraite imasu.
Kinou no kaigi de iken wo nobemashita.
Mata kono basho de aimashou!

2.Keterangan cara/alat

Kyou wa basu de uchi e kaerimasu.
Naifu de ninjin wo usuku kirimasu.
Ei-go de shabette kudasai.
Enpitsu de kaite mo ii desuka?

3.Bahan membuat sesuatu

Kono isu wa ki de tsukurarete iru.
Watashi wa tamago de tsukuru ryouri ga daisuki desu.
Miso de tsukuru ryouri wa nan desuka?
Kore wa kin de dekite iru mono desu.

4.Penyebab/alasan

Kounetsu de gakkou wo yasumimashita.
Ooyuki de densha ga tomarimashita.
Kaze de mise no kanban ga taoremashita.
Kouzui de kuruma ga nagasareta.

5.Keadaan

Musuko wa ase bisshori de gakkou kara kaette kita.
Kodomo ga hadashi de hashitte imasu.
Kinou wa kyuukei nashi de shichi-jikan arubaito wo shite ita.
Kanojo wa suppin de dekakeru no ga hazukashikunai.

6.Batas waktu

Hantoshi de hachi-kiro yasemashita.
Utsubyou wa nishuukan de naorimasuka?
Roku-jikan de hiragana wo oboeraremasuka?
Ano saito ni wa mikka de tanoshimeru kaigai ryokou no jouhou ga takusan arimasu.

7.Suatu cakupan

Nihon de wa, yakyuu ga totemo yuumei desu.
Toukyou kara Oosaka made, shinkansen de ittara, oufuku de ni man nana sen en gurai desu.
Kore de daijoubu desu.
Sekai de ichiban kirei na umi wa doko desuka?

8.Jumlah orang yang melakukan kegiatan

Kazoku zen’in de Hakone wo ryokou shimasu.
San’nin de dekiru toranpu no geemu wo oshiete!
Kurasu zen’in de gasshou wo yarimasu.
Kono ryouri wa jibun de* tsukutta.

9. Penyambung kalimat

Kare wa sanjussai de dokushin desu.
Kanojo wa nijuugosai de daigakuinsei desu.
Yamada san wa shinsetsu de majime na hito desu.
Kono heya wa kirei de akarui desu.

Contoh Soal

Untuk kalian yang sedang mempersiapkan diri mengikuti tes JLPT N5, silakan perhatikan contoh soal berikut ini ya. Selamat mencoba!

Contoh 1 : わたしはでんしゃ___かえります。
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 2 : あの本はどこ___かいましたか。
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 3 : あねとふたり___モールへいきました。
  1. から
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 4 : パスポートは____ ____ __☆__ ____ ですか。
  1. にしゅうかん
  2. できる
klik di sini untuk melihat jawabannya

Catatan penting

Berikut ini adalah penjelasan hal-hal penting terkait dengan partikel “de” yang tampaknya memiliki arti serupa dengan beberapa partikel lain, tetapi sebenarnya berbeda. Cobalah lihat penjelasan berikut ini:

  • Perbedaan partikel “de” dan “ni”

Di antara berbagai fungsi kedua partikel ini, partikel “de” dan “ni” sama-sama bisa diartikan dengan kata “di”, yang digunakan untuk menunjukkan suatu lokasi. Namun, terdapat perbedaan yang sangat jelas antara kedua partikel ini, yaitu partikel “de” untuk menunjukkan lokasi berlangsungnya suatu aktivitas (bergerak) sedangkan partikel “ni” untuk menunjukkan lokasi keberadaan sesuatu (tidak bergerak). Misalnya:

  • “ie de tabemasu” berarti “makan di rumah” (aktivitas)
  • “ie ni imasu” berarti “ada di rumah” (keberadaan)

Partikel “de” dan “kara” sama-sama bisa digunakan untuk menunjukkan suatu bahan. Dalam hal itu kedua partikel berarti “dari” atau “dengan”. Namun ada hal yang membedakan kedua fungsi ini, yaitu partikel “de” untuk yang bahan dasarnya masih terlihat, sedangkan partikel “kara” untuk yang bahan dasarnya sudah tidak terlihat/sudah mengalami perubahan. Misalnya:

  • “kono isu wa ki de tsukurarete imasu” berarti “kursi ini dibuat dari kayu” (bahan kayu masih terlihat)
  • “nihonshu wa kome kara tsukurarete imasu” berarti “alkohol Jepang dibuat dari beras” (beras sudah tidak terlihat, karena telah berubah menjadi minuman)
  • Perbedaan partikel “de” dan “ga”

Sebenarnya partikel “de” dan “ga” secara umum tentu sangat berbeda. Namun kali ini akan ditegaskan kembali perbedaan dari kedua partikel ini yang sekilas mungkin tampak sama, tetapi sebenarnya sangat berbeda. Dalam hal ini partikel “de” yang dimaksud adalah ketika menjadi suatu cakupan, dan partikel “ga” yang dimaksud adalah ketika menjadi suatu penegasan. Misalnya:

  • “ashita de ii desu” berarti “besok saja tidak apa-apa”
  • “ashita ga ii desu” berarti “besok adalah yang paling baik”

Catatan penting sebagai tambahan informasi kali ini adalah tiga perbedaan itu dulu ya!

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa dipahami?

Partikel “de” bisa berarti “di”, “dengan”, “karena”, “dan”, dan lain-lain. Partikel ini memiliki beberapa fungsi, yaitu untuk menyatakan lokasi suatu aktivitas, keterangan cara/alat, bahan membuat sesuatu, penyebab/alasan, keadaan, batas waktu, jumlah orang yang melakukan kegiatan, dan penyambung kalimat.

Jangan lupa untuk mempelajari fungsi partikel lain ya, agar bisa lebih memahami perbedaan setiap fungsi partikel bahasa Jepang! Semoga informasi yang dibagikan kali ini bisa bermanfaat untuk kalian. Jangan lupa untuk ikuti terus informasi dari Kepo Jepang ya!

Kembali ke halaman daftar materi

Kali ini kita sudah belajar pola “de”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!