Tes Bahasa Jepang “JLPT N1”

JLPT N1 adalah level paling sulit, sehingga tentunya tergolong dalam level tingkat mahir. Meski level N2 dan N1 tergolong tingkat mahir, ujian JLPT N1 jauh lebih sulit dari ujian JLPT N2. Sebelum mendaftar ujian JLPT N1, peserta ujian harus menguasai sekitar 10.000 kosakata bahasa Jepang, sekitar 2.000 huruf kanji, dan pernah belajar bahasa Jepang selama lebih dari 900 jam.

Tes Bahasa Jepang “JLPT N2”

Ujian JLPT N2 sudah termasuk dalam level tingkat mahir, yang tentunya lebih sulit dari ujian JLPT N3. Agar bisa lulus dalam tes, sebelum mengikuti ujian JLPT N2 ini, peserta tes diharapkan telah menguasai sekitar 6.000 kosakata bahasa Jepang, sekitar 1.000 huruf kanji, dan pernah belajar bahasa Jepang selama lebih dari 600 jam.

Tes Bahasa Jepang “JLPT N3”

JLPT N3 tergolong sebagai level menengah, dan tentunya merupakan level yang lebih sulit dari N4. Peserta ujian JLPT N3 ini diharapkan telah menguasai sekitar 3.500 kosakata bahasa Jepang, sekitar 700 huruf kanji, dan pernah belajar bahasa Jepang selama kurang lebih 500 jam.

Tes Bahasa Jepang “JLPT N4”

JLPT N4 merupakan level yang lebih sulit dari N5, atau dengan kata lain merupakan level terendah kedua dalam tes bahasa Jepang. Ketika mengikuti level ini, peserta tes diharapkan telah mengetahui sekitar 1.500 kosakata bahasa Jepang, 300 huruf kanji, dan setidaknya telah belajar bahasa Jepang selama 400 jam.

Tes Bahasa Jepang “JLPT N5”

JLPT N5 merupakan level yang paling rendah. Untuk level ini, peserta tes diharapkan telah memahami sekitar 821 kosakata bahasa Jepang dan 103 huruf kanji. Untuk bisa lulus tes dengan nilai yang memuaskan, peserta tes diharapkan telah belajar bahasa Jepang sekitar 300 jam.