Simak salah satu tata bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

“Sensei ni iwanaide gakkou wo yasunda.”

Apa kalian tahu arti kalimat tersebut? Kalimat itu artinya “saya libur sekolah tanpa mengatakan kepada guru”.

Sebelumnya kita telah belajar pola “naide kudasai” yang digunakan menyatakan “tolong jangan”. Kali ini mari belajar mengenai tata bahasa “naide”, yang berarti “melakukan sesuatu tanpa..”.

Fungsi “naide”

Ane wa asagohan wo tabenaide kaisha e itte shimaimashita / Kakak perempuan pergi ke perusahaan tanpa makan pagi

Pola kalimat

  • kata kerja negatif (bentuk nai) + “de” + kegiatan yang dilakukan

Penggunaan “naide”

Pola “naide” dalam bahasa Jepang digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan tanpa melakukan kegiatan tertentu lainnya. Oleh karena itu, dalam bahasa Indonesia pola ini dapat berarti “melakukan sesuatu tanpa..”, atau singkatnya adalah “tanpa”.

Untuk mengingatkan kembali, sebelumnya kita telah belajar pola “naide kudasai” yang berarti “tolong jangan”. Sebenarnya, bentuk kasual dari “naide kudasai” adalah dengan menghilangkan kata “kudasai”, sehingga hanya menggunakan “naide”. Misalnya, “jangan menangis” dalam bahasa Jepang bisa diungkapkan dengan “nakanaide”, sehingga “naide” tersebut terletak di akhir kalimat. Namun, pola “naide” pada artikel ini adalah “naide” yang kemudian diikuti dengan suatu aktivitas yang dilakukan, sehingga “naide” di sini diartikan “tanpa”.

Contoh perubahan kata kerja menjadi bentuk “nai”

Kelompok 1 (berakhiran u, ku, su, tsu, nu, bu, mu, gu ru)
  • u menjadi wanai : arau (mencuci) = arawanai
  • ku menjadi kanai : kiku (mendengarkan) = kikanai
  • su menjadi sanai : hanasu (berbicara) = hanasanai
  • tsu menjadi tanai : motsu (membawa) = motanai
  • nu menjadi nanai : shinu (mati) = shinanai
  • bu menjadi banai : asobu (bermain) = asobanai
  • mu menjadi manai : yomu (membaca) = yomanai
  • gu menjadi ganai : oyogu (berenang) = oyoganai
  • ru menjadi ranai : okuru (mengirim) = okuranai
Kelompok 2 (berakhiran eru dan iru)
  • ru menjadi nai : taberu (makan) = tabenai miru (melihat) = minai
Kelompok 3 / tidak beraturan (berakhiran suru, kata “kuru”)
  • suru menjadi shinai : benkyou suru (belajar) = benkyou shinai
  • kuru (datang) = konai

Contoh kalimat

Untuk bisa lebih mudah memahami pola ”naide”, mari lihat contoh kalimat berikut ini.

Ane wa asagohan wo tabenaide kaisha e itte shimaimashita.
Sakuya, denki wo kesanaide nete shimaimashita.
Natsu wa, senpuuki wo tsukenaide neru koto ga dekinai.
Nani mo benkyou shinaide shiken wo uketa.
Kare wa jisho wo tsukawanaide eigo no sakubun wo kaku koto ga dekiru.
Soosu wo kakenaide chikin wo taberu.
Keshou shinaide tomodachi ni ai ni ikimashita.
Ima kara daiji na koto wo tsutaeru kara, okoranaide kiite kudasai.
Kotoshi mo byouki ni kakaranaide sugosemasu you ni.
Kanojo kara no messeeji wo yomanaide sakujo shita.
Naiyou wo kakunin shinaide meeru wo okutte shimatta koto ga aru.

Contoh soal

Pola ini tergolong dalam tata bahasa JLPT N5 dan N4. Untuk itu, coba perhatikan juga contoh soal JLPT yang menggunakan pola ini, seperti pada contoh berikut ini.

Soal 1 : かれは水を____ずっとはなしていました。
  1. のまないで
  2. のまない
  3. のみないで
  4. のみない
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 2 : かのじょは____たべています。
  1. しゃべんないで
  2. しゃべないで
  3. しゃべらないで
  4. しゃべりないで
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 3 : にちようびはなにも____でいえですごしています。
  1. さない
  2. して
  3. する
  4. しない
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 4 : おやになにも____でいえをでました。
  1. いかない
  2. いわない
  3. いない
  4. いらない
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 5 : あきにジャケットを____そとであそんだことがあります。
  1. きれないで
  2. きりないで
  3. きらいで
  4. きないで
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 6 : テレビを____しゅくだいをしたほうがいいです。
  1. みらないで
  2. みないで
  3. みられないで
  4. みれないで
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 7 : さとうを____でこうちゃをのみます。
  1. はいらない
  2. いられない
  3. いれない
  4. はいれない
klik di sini untuk melihat jawabannya

Soal 8 : あにはさいふを____でかけてしまいました。
  1. もたないで
  2. もったないで
  3. もてないで
  4. もちないで
klik di sini untuk melihat jawabannya

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari tata bahasa “naide”?

Pola “naide” merupakan salah satu ungkapan dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menjelaskan suatu kegiatan tanpa melakukan kegiatan tertentu lainnya, sehingga dalam bahasa Indonesia dapat berarti “tanpa”. Bentuk kalimat ini disampaikan dengan pola kata kerja negatif (nai) ditambah “de”, yang selanjutnya diikuti dengan keterangan aktivitas yang dilakukan.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai bahasa Jepang ya! Jangan lupa untuk ikuti terus berbagai informasi seputar Jepang dari Kepo Jepang!

Sambil mengingat materi kali ini, coba lihat kembali pertanyaan terkait tata bahasa “naide” di bawah ini!

Q)Apa fungsi tata bahasa “naide”?

A)“Naide” digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan tanpa melakukan kegiatan tertentu lainnya, sehingga dalam bahasa Indonesia dapat berarti “tanpa”.

Q)Bisa berikan contoh kalimat dengan pola “naide”?

A)Misalnya “ofuro ni hairanaide nete shimatta”, yang artinya “saya tertidur tanpa mandi”.

Q)Bagaimana mengubah kata kerja menjadi bentuk negatif?

A)Contohnya, untuk golongan 1, misalnya akhiran su menjadi sanai. Kemudian untuk golongan 2, akhiran ru menjadi nai. Kalau akhiran suru menjadi shinai, dan kuru menjadi konai. Selengkapnya silahkan lihat halaman ini.  

Kembali ke halaman daftar Materi Tata Bahasa N4

Kali ini kita sudah belajar pola “naide”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!