Simak salah satu tata bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yuk!

Kali ini mari belajar mengenai tata bahasa “ni suru” atau “ku suru”. Apakah kalian pernah mendengar kalimat dengan tata bahasa ini?

Fungsi “ni suru” atau “ku suru”

Tata bahasa “ni suru” atau “ku suru” dalam bahasa Jepang digunakan untuk menyatakan kata “membuat menjadi” atau “menjadikan”. Pada intinya ungkapan ini merujuk pada suatu tindakan untuk membuat sesuatu menjadi (kata sifat). Pola ini digunakan untuk menambahkan keterangan kata sifat dari kata kerja “suru”.

Pada situasi percakapan formal, tata bahasa ini akan disampaikan dengan “ni/ku shimasu”, dan ketika percakapan non-formal, bisa gunakan “ni/ku suru”. Jika ingin mengungkapkan bentuk lampau, maka hanya perlu mengganti akhiran kalimat menjadi “ni/ku shimashita” atau “ni/ku shita”. Demikian pula untuk perubahan lainnya, seperti untuk ajakan, bisa pakai “ni/ku shimashou” atau “ni/ku shiyou”, dan sebagainya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuatnya menjadi “ku” atau “ni” adalah berdasarkan kata sifatnya. Jika merupakan kata sifat i, maka gunakan kata “ku suru”, dan untuk kata sifat na, gunakan “ni suru”. Pola kalimatnya adalah sebagai berikut :

  • Kata sifat i (“i” menjadi “ku”) + suru
  • Kata sifat na (“na” menjadi “ni”) + suru

Contoh kata sifat i adalah:

  • Atatakai : hangat
  • Suzushii : sejuk
  • Akarui : terang
  • Kurai : gelap
  • Amai : manis

Contoh kata sifat na adalah:

  • Kirei (na) : cantik, bersih
  • Genki (na) : sehat, bersemangat
  • Shizuka (na) : sepi
  • Nigiyaka (na) : ramai
  • Shiawase (na) : bahagia

Misalnya, “membuat menjadi hangat” dalam bahasa Jepang adalah “atatakaku suru”, “membuat menjadi bersih” adalah “kirei ni suru”. Untuk contoh yang lebih bervariasi, silakan lihat contoh kalimat di bawah ini.

Contoh kalimat

Untuk bisa lebih mudah memahami pola ini, mari lihat contoh kalimat berikut.

Reibou de heya wo suzushiku shimasu.
Karai mono ga suki dakara, ryouri wo itsumo karaku suru.
Ie no kabe no iro wo shiroku shitai.
Satou wo irete, koucha wo amaku suru.
Terebi wo miru toki, heya wo akaruku shimashou.
Neru toki ni, heya wo kuraku shimasu.
Mou sukoshi yasuku shite kuremasenka?
Oto wo chiisaku shite kudasai.
Heya wo kirei ni shimasu.
Shizuka ni shite kudasai.

Contoh soal

Pola ini tergolong dalam tata bahasa level N5. Untuk itu, coba perhatikan juga contoh soal JLPT N5 yang menggunakan pola ini, seperti pada contoh berikut ini.

Contoh 1 : にもつをもっと____したいです。
  1. かるい
  2. かるく
  3. かるいに
  4. かるに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 2 : おんがくのおとを____してもいいですか。
  1. おおきく
  2. おおきいく
  3. おきく
  4. おきいく
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 3 : こおりでおちゃを____します。
  1. つめたいに
  2. つめたに
  3. つめたく
  4. つめたいく
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 4 : へやを____しました。
  1. きれいな
  2. きれく
  3. きれいく
  4. きれいに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Contoh 5 : さくぶんを____します。
  1. みじかいく
  2. みじかく
  3. みじかな
  4. みじかに
klik di sini untuk melihat jawabannya

Informasi tambahan

Selain kata “suru”, sebenarnya pola ini berlaku juga untuk kata kerja lainnya. Pola kalimatnya adalah:

  • Kata sifat i (“i” menjadi “ku”) + kata kerja
  • Kata sifat na (“na” menjadi “ni”) + kata kerja

Contoh kalimatnya adalah:

Negi wo usuku kirimasu.
Osoku kaerimasu.
Hayaku nemasu.
Kono basho de shiawase ni kurashite imasu.
Majime ni benkyou shite kudasai.

Kesimpulan

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah bisa memahami fungsi dari tata bahasa “ni suru” atau “ku suru”?

Pola “ni suru” atau “ku suru” merupakan ungkapan dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyampaikan “membuat menjadi” atau “menjadikan”.

Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai bahasa Jepang ya! Jangan lupa untuk ikuti terus berbagai informasi seputar Jepang dari Kepo Jepang!

Kembali ke halaman daftar Materi Tata Bahasa N5

Kali ini kita sudah belajar pola “ni suru” atau “ku suru”. Bagaimana menurut kalian? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih ada tata bahasa lainnya yang perlu diperlajari, coba cek informasi lainnya di sini yuk!